Bitcoin(BTC)$68,608.00-0.54%
Ethereum(ETH)$2,006.79-1.14%
Tether(USDT)$1.000.01%
XRP(XRP)$1.410.88%
BNB(BNB)$626.870.66%
USDC(USDC)$1.000.02%
Solana(SOL)$83.860.44%
TRON(TRX)$0.276446-0.28%
Dogecoin(DOGE)$0.092884-0.43%
Figure Heloc(FIGR_HELOC)$1.031.33%
Target (TGT) kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi di bawah kepemimpinan CEO barunya, Michael Fiddelke. Perusahaan ritel besar asal Amerika Serikat tersebut berencana menghapus sekitar 500 posisi…
Berita Terbaru
Exelon Corp (EXC) mencatat kinerja kuat dengan kenaikan 22,5% sejak awal tahun. Analis Wall Street optimistis dengan target harga rata-rata US$49,88 dan potensi upside hingga 23,6%.
Kecerdasan buatan (AI) mendorong lonjakan konsumsi energi global dan menciptakan era industri baru. Studi ADNOC dan Microsoft menunjukkan 87% perusahaan meningkatkan belanja digital dan infrastruktur AI di 2025.
Amazon melaporkan pendapatan Q3 2025 sebesar US$180,2 miliar dan laba per saham US$1,95, melampaui ekspektasi analis. AWS dan chip AI Trainium2 mendorong lonjakan saham 11% ke rekor tertinggi.
Meta Platforms mencatat penurunan saham lebih dari 11% setelah CEO Mark Zuckerberg mengumumkan peningkatan belanja AI besar-besaran hingga 2026. Investor khawatir, tapi Meta yakin investasi ini akan jadi fondasi masa depan.
Microsoft membukukan pendapatan US$77,7 miliar dan laba per saham US$3,72 di Q1 2025, melampaui ekspektasi Wall Street. Namun, saham turun 2% akibat lonjakan 74% belanja modal untuk infrastruktur AI dan chip GPU.
Alphabet mencatat lonjakan pendapatan Q3 2025 hingga US$102,4 miliar, didorong pertumbuhan 34% di Google Cloud dan maraknya adopsi AI. Saham Google melonjak 5% pascarilis laporan keuangan.
Apple dan Microsoft kini resmi menembus valuasi US$4 triliun, memperkuat dominasi mereka di puncak kapitalisasi pasar dunia.
Raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Meta, Amazon, dan Apple bersiap melaporkan kinerja kuartalan yang bisa menentukan arah pasar global.
Oracle (NYSE: ORCL) tetap jadi salah satu saham AI paling menjanjikan meski beredar rumor soal penurunan margin akibat proyek besar dengan OpenAI.






























