Minat masyarakat Indonesia terhadap aset kripto terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa hingga April 2026, jumlah akun konsumen aset kripto telah mencapai 21,7 juta, meningkat dari 21,37 juta pada Maret 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto secara year-to-date juga telah menyentuh Rp99,01 triliun, menunjukkan bahwa adopsi aset digital di Indonesia masih terus berkembang.
Bitcoin menjadi salah satu aset digital paling diminati di Indonesia berkat potensi imbal hasilnya yang tinggi, meskipun harganya memiliki tingkat volatilitas yang signifikan. Lantas, beli bitcoin dimana?
Mengapa Banyak Orang Membeli Bitcoin?
Kenapa banyak orang beli bitcoin?
1. Potensi kenaikan nilai dalam jangka panjang
Sejak pertama kali diperdagangkan, Bitcoin telah mengalami pertumbuhan harga yang signifikan meskipun beberapa kali mengalami koreksi tajam. Hal ini membuat Bitcoin sering dipandang sebagai aset dengan potensi pertumbuhan tinggi.
2. Pasokan terbatas hanya 21 juta BTC
Berbeda dengan mata uang fiat yang dapat dicetak oleh bank sentral, Bitcoin memiliki suplai maksimum sebanyak 21 juta koin. Kelangkaan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong nilai Bitcoin dalam jangka panjang ketika permintaan terus meningkat.
3. Diversifikasi portofolio investasi
Banyak investor menambahkan Bitcoin ke dalam portofolionya sebagai alternatif selain saham, obligasi, atau emas. Diversifikasi dapat membantu menyebarkan risiko investasi apabila dilakukan sesuai profil risiko masing-masing.
4. Semakin banyak institusi yang mengadopsi Bitcoin
Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Bitcoin terus meningkat, baik oleh perusahaan publik, lembaga keuangan, maupun manajer investasi global. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai salah satu kelas aset digital.
5. Mudah dibeli dengan modal kecil
Kini investor tidak perlu membeli satu Bitcoin secara utuh. Melalui platform yang menyediakan pembelian fraksional, masyarakat dapat mulai membeli Bitcoin mulai dari nominal yang relatif terjangkau, sehingga investasi menjadi lebih mudah diakses.
Apakah Bitcoin Legal di Indonesia?
Ya. Bitcoin legal untuk diperdagangkan sebagai aset keuangan digital (aset kripto) di Indonesia, tetapi bukan sebagai alat pembayaran. Sesuai ketentuan yang berlaku, satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia tetap Rupiah.
Saat ini, pengaturan dan pengawasan perdagangan aset kripto telah berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) serta POJK Nomor 27 Tahun 2024 mengenai penyelenggaraan perdagangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto.
Integrasi ke dalam kerangka OJK ini mempertegas perlindungan konsumen, kepastian hukum, dan standar keamanan data transaksi yang jauh lebih ketat bagi seluruh penyedia jasa aset digital di Indonesia.
Baca juga: Cara Mining Bitcoin Gratis Bagi Pemula
Aplikasi Bitcoin Terpercaya dan Resmi di Indonesia
Nanovest hadir sebagai pilihan utama aplikasi investasi kripto yang resmi, praktis, dan ramah pemula.
Nanovest telah terdaftar secara resmi dan diawasi oleh Bappebti serta berada dalam transisi kerangka regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengawasan ini memastikan setiap transaksi beli-jual Bitcoin Anda berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Mengapa Nanovest Jadi Pilihan Utama Membeli Bitcoin?
- Sangat Terjangkau untuk Pemula
Di Nanovest, Anda tidak perlu membeli 1 koin Bitcoin secara utuh. Anda bisa mulai memiliki pecahan Bitcoin (Satoshi) dengan modal super ringan mulai dari Rp 5.000 saja.
- Perlindungan Keamanan Ekstra
Seluruh aset dan transaksi digital Anda di Nanovest dilindungi oleh sistem keamanan berstandar tinggi, verifikasi identitas Know Your Customer (KYC).
- Ekosistem Multi-Aset
Selain menyediakan lebih dari 600 aset kripto (termasuk Bitcoin), Nanovest memfasilitasi Anda untuk berinvestasi di saham-saham perusahaan teknologi global terkemuka di bursa Wall Street Amerika Serikat dalam satu aplikasi.
- Biaya Transaksi Transparan
Bebas dari biaya tersembunyi dengan antarmuka (user interface) yang bersih, membuat proses jual-beli Bitcoin terasa sangat responsif dan tidak membingungkan.
Baca juga: Rekor Harga Tertinggi Bitcoin (ATH) Sepanjang Sejarah dan Siklus Perjalanannya
Perbandingan Opsi Membeli Bitcoin
|
Parameter Keamanan |
Nanovest (Aplikasi Resmi) | Marketplace P2P Non-Resmi |
Broker PTC (Paid-To-Click) |
|
Status Regulasi |
Terdaftar Resmi (Bappebti / OJK) | Tidak Terjamin | Ilegal / Tidak Berizin |
|
Keamanan Dana |
Dilindungi Asuransi Sinarmas |
Berisiko Terkena Fraud Transfer |
Sangat Rentah (Risiko Scam) |
|
Kemudahan Pemula |
Sangat Mudah (Mulai Rp 5.000) | Butuh Ketelitian Ekstra | Rumit & Membuang Waktu |
|
Jalur Pencairan |
Langsung ke Rekening Bank / E-Wallet |
Transfer Manual Antar-Pengguna |
Sering Ditahan / Tidak BIsa Di-withdraw |
| Rekomendasi | Sangat Direkomendasikan | Kurang Direkomendasikan |
Hindari Sepenuhnya |
Cara Beli Bitcoin untuk Pemula
Beli bitcoin dimana? Membeli Bitcoin di Nanovest sangatlah praktis dari hp Anda. Berikut adalah cara membeli bitcoin:
1. Unduh Aplikasi dan Buat Akun Nanovest
- Cari dan download aplikasi Nanovest secara resmi di Google Play Store atau Apple App Store.
- Daftar menggunakan nomor telepon aktif atau email pribadi Anda.
- Buat kata sandi yang kuat serta PIN keamanan untuk perlindungan awal akun Anda.
2. Selesaikan Verifikasi KYC (Know Your Customer)
Sebagai platform yang patuh terhadap regulasi nasional, Nanovest mewajibkan proses verifikasi identitas (KYC) demi keamanan dana Anda:
- Siapkan KTP asli Anda.
- Ambil foto KTP dan lakukan verifikasi pemindaian wajah (selfie) sesuai petunjuk di layar.
- Proses verifikasi KYC di Nanovest berjalan secara otomatis dan biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit.
3. Top-Up Saldo Rupiah (Deposit)

- Masuk ke menu Wallet / Saldo di aplikasi Nanovest, lalu pilih Top Up.
- Pilih metode pembayaran yang paling nyaman untuk Anda, baik melalui Virtual Account Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI, dll.) maupun E-Wallet (Gopay, OVO, DANA, ShopeePay).
- Masukkan nominal deposit yang Anda inginkan (bebas biaya admin sesuai ketentuan yang berlaku).
4. Eksekusi Pembelian Bitcoin (BTC)

- Buka tab Crypto pada halaman utama, lalu cari Bitcoin (BTC).
Klik tombol Beli / Buy.- Masukkan nominal Rupiah yang ingin Anda belikan Bitcoin (bisa dimulai dari modal super ringan Rp 5.000 saja).
- Periksa kembali rincian transaksi Anda, lalu konfirmasi dengan memasukkan PIN Nanovest Anda. Selamat, koin Bitcoin Anda akan langsung masuk ke dalam dompet digital Nanovest secara instan!
FAQ Seputar Pembelian Bitcoin (BTC)
Beli Bitcoin dimana?
Anda bisa membeli Bitcoin dengan mudah dan aman di Indonesia melalui platform bursa kripto (exchange) resmi yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK serta Bappebti, yakni aplikasi crypto Nanovest.
Siapa lembaga pemerintah yang mengawasi perdagangan Bitcoin di Indonesia saat ini?
Tugas pengaturan dan pengawasan aset digital dan transaksi kripto di Indonesia diawasi secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) untuk aspek sistem pembayaran.
Berapa modal minimal untuk membeli Bitcoin di Nanovest?
Membeli Bitcoin di aplikasi kripto Nanovest sangat terjangkau. Anda bisa mulai membeli pecahan Bitcoin dengan modal mulai dari Rp5.000 saja.
Apakah Bitcoin bisa dicairkan menjadi mata uang Rupiah secara langsung?
Bisa. Melalui aplikasi exchange terdaftar, Anda bisa menjual Bitcoin milik Anda menjadi saldo Rupiah kapan saja, lalu mencairkannya langsung ke rekening bank lokal atau dompet digital (e-wallet) terhubung.
Apakah beli Bitcoin bisa rugi?
Ya, membeli Bitcoin bisa rugi karena harganya sangat fluktuatif dan bisa berubah drastis dalam waktu singkat. Kerugian terjadi jika Anda menjualnya saat harga sedang turun di bawah harga belinya, atau akibat peretasan, penipuan, hingga salah melakukan transfer digital.
Kapan waktu beli Bitcoin?
Waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin adalah ketika pasar mengalami koreksi harga secara signifikan (saat panic selling atau market crash) atau dengan menggunakan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), membeli secara rutin dengan nominal tetap tanpa terpengaruh kondisi pasar.
Habis beli Bitcoin, apa yang harus dilakukan?
Setelah membeli Bitcoin, langkah paling penting adalah mengamankan aset Anda. Anda dapat menyimpannya di platform exchange teregulasi seperti Nanovest, memindahkannya ke cold wallet pribadi, memantau pergerakan harganya, atau menggunakan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk investasi rutin.
Apa yang akan terjadi jika Bitcoin habis?
Jika Bitcoin habis, tidak akan ada lagi koin baru yang dibuat. Batas maksimal Bitcoin adalah (21.000.000) koin. Setelah semua koin ini ditambang (diperkirakan pada tahun 2140), penambang tidak lagi mendapat hadiah koin baru. Penambang hanya akan mendapat keuntungan dari biaya transaksi pengguna.
Disclaimer: Investasi aset kripto, termasuk Bitcoin, memiliki risiko tinggi akibat volatilitas harga yang dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Informasi dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi. Sebelum berinvestasi, pahami cara kerja aset kripto, profil risiko, serta melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR).
Referensi +
- Investor Kripto Indonesia Naik Jadi 21,7 Juta Pengguna, Transaksi Nyaris Rp100 Triliun-Coinvestasi
- Portal OJK
- Financial Services Technology Innovation and Crypto-Assets Update March 2026-OJK






