Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana Indonesia masih berada di level ratusan triliun rupiah pada 2026. OJK mencatat NAB reksa dana mencapai Rp726,26 triliun pada Februari 2026, tumbuh 7,54% sejak awal tahun.
Data KSEI juga menunjukkan bahwa kepemilikan reksa dana tidak hanya berasal dari institusi. Per akhir Juni 2026, sekitar 38,84% nilai AUM reksa dana dalam sistem S-INVEST dimiliki investor individu, sedangkan sisanya berasal dari institusi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa reksa dana masih menjadi salah satu pintu masuk penting bagi masyarakat Indonesia yang ingin berinvestasi tanpa harus menyusun portofolio saham atau obligasi sendiri.
Namun, kemudahan membeli reksa dana tidak otomatis membuat proses memilih produk menjadi sederhana.
Investor tetap perlu menentukan tujuan, memahami jangka waktu investasi, mengenali profil risiko, membaca informasi produk, dan mengetahui apa yang sebenarnya dimiliki setelah melakukan pembelian.
Artikel ini akan membahas cara investasi reksadana sekaligus bagaimana memilih jenis dan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Reksadana?
Secara sederhana, reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.
Artinya, investor tidak perlu memilih satu per satu seluruh saham, obligasi, atau instrumen pasar uang yang menjadi isi portofolio. Pengelolaan tersebut dilakukan oleh Manajer Investasi berdasarkan strategi dan kebijakan investasi masing-masing produk.
Sementara itu, penyimpanan dan administrasi aset melibatkan Bank Kustodian.
Strukturnya dapat diringkas seperti ini:
Investor
↓
Membeli Unit Penyertaan
↓
Reksa Dana
↓
Dikelola oleh Manajer Investasi
↓
Aset disimpan dan diadministrasikan melalui Bank Kustodian
Sebelum membeli reksa dana, investor perlu memahami nama produknya, siapa Manajer Investasinya, apa strategi investasinya, dan aset apa yang menjadi isi portofolionya.
Apa yang Sebenarnya Dibeli Saat Investasi Reksadana?
Ketika berinvestasi reksa dana, investor membeli Unit Penyertaan. Nilai setiap unit tercermin melalui Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).
Sebagai ilustrasi sederhana, jika kamu berinvestasi Rp500.000 pada reksa dana dengan NAB/UP Rp2.000, maka secara matematis kamu memperoleh sekitar 250 Unit Penyertaan sebelum memperhitungkan mekanisme transaksi dan ketentuan produk.
Jika NAB/UP kemudian naik menjadi Rp2.100, nilai 250 unit tersebut menjadi sekitar Rp525.000. Sebaliknya, jika turun menjadi Rp1.900, nilainya menjadi sekitar Rp475.000.
Artinya, nilai investasi reksa dana dapat naik maupun turun mengikuti nilai aset di dalam portofolionya. Hal ini penting dipahami karena reksa dana bukan produk dengan hasil tetap. Kinerjanya dapat berubah mengikuti kondisi pasar, strategi Manajer Investasi, dan kualitas aset yang dimiliki.
Siapa yang Mengelola Dana Investor?
Ada dua pihak utama yang perlu dikenal.
Manajer Investasi
Manajer Investasi bertanggung jawab mengelola portofolio reksa dana sesuai kebijakan investasi yang telah ditetapkan. Tugasnya antara lain menentukan aset yang akan dibeli atau dijual serta mengelola komposisi portofolio berdasarkan strategi produk.
Saat memilih reksa dana, investor sebaiknya memperhatikan:
- Rekam jejak Manajer Investasi;
- Konsistensi pengelolaan;
- Strategi investasi;
- Risiko portofolio;
- Informasi yang tersedia dalam prospektus dan fund fact sheet.
Bank Kustodian
Bank Kustodian menjalankan fungsi penitipan dan administrasi aset reksa dana. Fungsi pengelolaan portofolio dan penyimpanan aset tidak berada pada satu pihak yang sama. Struktur ini penting untuk dipahami agar investor tidak menganggap platform tempat membeli reksa dana sebagai pihak yang mengelola seluruh asetnya.
4 Jenis Reksadana yang Perlu Dikenal
Sebelum memulai investasi, investor perlu memahami bahwa setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik risiko dan tujuan yang berbeda.
| Jenis Reksadana | Isi Portofolio Secara Umum | Karakter Fluktuasi | Umumnya Dipelajari untuk |
|---|---|---|---|
| Pasar Uang | Instrumen pasar uang dan surat utang jangka pendek | Relatif lebih rendah | Tujuan jangka pendek |
| Pendapatan Tetap | Dominan surat utang | Rendah-menengah | Horizon menengah |
| Campuran | Kombinasi saham, obligasi, dan instrumen lainnya | Menengah | Kebutuhan diversifikasi |
| Saham | Dominan saham | Lebih tinggi | Tujuan jangka panjang |
Temukan Rute Reksadanamu
Temukan Rute Reksadanamu
Jawab tiga pertanyaan singkat untuk melihat kategori reksa dana mana yang layak kamu pelajari lebih lanjut.
1. Kapan dana ini kemungkinan akan digunakan?
2. Jika nilai investasi turun sementara, bagaimana reaksimu?
3. Seberapa penting akses terhadap dana?
7 Cara Investasi Reksadana untuk Pemula
1. Mulai dari Tujuan Keuangan, Bukan Return
Langkah pertama dalam cara investasi reksadana justru menentukan untuk apa dana tersebut akan digunakan. Beberapa contoh tujuan yang umum antara lain dana liburan, biaya pendidikan, uang muka rumah, membeli kendaraan, dana pensiun, atau membangun aset jangka panjang.
Tujuan tersebut menentukan berapa lama uang dapat diinvestasikan dan seberapa besar fluktuasi yang realistis untuk diterima. Sebelum mencari produk, coba tuliskan tiga hal:
- Target dana: Berapa nominal yang ingin dicapai?
- Waktu penggunaan: Kapan uang tersebut akan dibutuhkan?
- Prioritas utama: Apakah kestabilan, fleksibilitas, atau potensi pertumbuhan?
2. Tentukan Horizon Investasi
Horizon investasi adalah jangka waktu antara saat dana mulai ditempatkan dan saat dana tersebut diperkirakan akan digunakan.
| Horizon | Kategori yang Dapat Dipelajari |
|---|---|
| Relatif pendek | Reksa Dana Pasar Uang |
| Menengah | Reksa Dana Pendapatan Tetap |
| Panjang | Reksa Dana Saham |
Intinya, waktu merupakan salah satu filter utama sebelum memilih risiko.
3. Kenali Profil Risiko dengan Lebih Realistis
Pertanyaan yang lebih berguna adalah: Apa yang akan kamu lakukan ketika nilai investasi benar-benar turun?
Reksa dana tetap memiliki risiko penurunan nilai Unit Penyertaan. OJK antara lain mencantumkan risiko berkurangnya nilai Unit Penyertaan dan risiko likuiditas sebagai risiko yang dapat melekat pada reksa dana.
Toleransi risiko perlu dilihat dari dua sisi:
- Kemampuan menanggung risiko: Apakah kondisi keuangan memungkinkan dana tetap diinvestasikan ketika pasar turun?
- Kenyamanan menghadapi risiko: Seberapa besar penurunan yang masih membuatmu mampu berpegang pada rencana?
4. Pilih Jenis Reksadana yang Sesuai
Setelah mengetahui tujuan, horizon, dan toleransi risiko, barulah masuk ke pemilihan kategori.
Empat jenis yang umum dikenal adalah:
Reksa Dana Pasar Uang
Portofolionya berfokus pada instrumen pasar uang dan surat utang dengan jangka waktu pendek. Jenis ini umumnya memiliki fluktuasi relatif lebih rendah dibanding kategori lain, tetapi bukan berarti bebas risiko.
Reksa Dana Pendapatan Tetap
Sebagian besar dana ditempatkan pada surat utang. Nilainya dapat berubah mengikuti pergerakan harga obligasi, suku bunga, serta kondisi penerbit surat utang.
Reksa Dana Campuran
Menggabungkan beberapa kelas aset seperti saham dan obligasi. Karakteristik risikonya sangat dipengaruhi oleh komposisi masing-masing produk.
Reksa Dana Saham
Sebagian besar portofolio ditempatkan pada efek saham sehingga potensi fluktuasinya relatif lebih besar. Jenis ini umumnya lebih relevan dipelajari untuk tujuan jangka panjang oleh investor yang memahami dan mampu menerima perubahan nilai yang lebih tinggi.
5. Jangan Pilih Produk Hanya dari Return Tertinggi
Selain kinerja historis, periksa beberapa hal berikut.
Fund Fact Sheet
Fund fact sheet memberikan gambaran ringkas mengenai produk, biasanya mencakup kebijakan investasi, komposisi portofolio, kinerja historis, benchmark, aset terbesar, tingkat risiko, dan informasi Manajer Investasi. Dokumen ini berguna untuk pengecekan awal sebelum membaca informasi yang lebih lengkap.
Prospektus
Prospektus menyediakan informasi yang jauh lebih mendalam mengenai reksa dana. POJK mengenai bentuk dan isi prospektus mengatur berbagai informasi yang perlu disampaikan, termasuk tujuan dan kebijakan investasi, Manajer Investasi, Bank Kustodian, biaya, serta faktor risiko.
Jangan melewati dokumen ini hanya karena terlihat panjang. Setidaknya pahami produk berinvestasi ke mana, batasan portofolio, risiko utama, biaya yang dikenakan, dan mekanisme pembelian dan penjualan kembali.
Manajer Investasi
Periksa siapa pihak yang mengelola dana. OJK mendefinisikan Manajer Investasi sebagai pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk nasabah atau portofolio investasi kolektif. Ketentuan penyelenggaraan kegiatan usaha Manajer Investasi juga terus diperbarui, termasuk melalui POJK 5 Tahun 2026.
Beberapa indikator yang dapat dipelajari: pengalaman, rekam jejak, konsistensi strategi, kualitas komunikasi, kepatuhan, dan produk lain yang dikelola.
Dana Kelolaan atau AUM
Assets Under Management (AUM) menunjukkan besarnya dana yang dikelola dalam suatu produk atau oleh Manajer Investasi. AUM yang besar bukan jaminan return lebih baik. Namun, angka tersebut dapat menjadi salah satu data tambahan untuk memahami skala produk.
Benchmark
Jangan hanya bertanya “return-nya berapa?”. Tanyakan juga “Dibanding apa?”. Kinerja reksa dana perlu dilihat terhadap benchmark yang sesuai, bukan sekadar angka absolut.
6. Mulai dengan Nominal yang Nyaman
Salah satu kelebihan reksa dana bagi pemula adalah minimum pembelian pada sejumlah produk dapat relatif terjangkau. Besaran minimum berbeda pada setiap produk dan platform, sehingga perlu diperiksa sebelum melakukan transaksi.
Namun, nominal awal sebenarnya bukan keputusan terpenting. Yang lebih penting adalah memastikan uang tersebut bukan dana kebutuhan sehari-hari, bukan dana yang akan segera digunakan, tidak mengganggu dana darurat, dan sesuai dengan kemampuan finansial.
7. Pantau Tujuan, Bukan Grafik Setiap Hari
Berinvestasi reksa dana bukan berarti portofolio harus dilihat setiap beberapa jam. Frekuensi evaluasi sebaiknya mengikuti tujuan dan karakter produk. Hal yang lebih penting untuk dipantau antara lain apakah tujuan keuangan berubah, apakah horizon investasi semakin dekat, apakah kinerja konsisten terhadap benchmark, apakah strategi produk mengalami perubahan, dan apakah profil risiko pribadi berubah.
Uji Responsmu Saat Pasar Turun
Portofoliomu Turun. Apa yang Kamu Lakukan?
Alternatif untuk Dana Idle: Kenali Program Earn Nanovest
Reksa dana bukan satu-satunya pilihan untuk mengelola dana yang belum digunakan. Investor juga dapat mempelajari instrumen lain dengan mekanisme berbeda, seperti deposito, obligasi, maupun Program Earn Nanovest.
Program Earn Nanovest tersedia dalam dua pilihan aset, yaitu IDDR Earn untuk Rupiah Digital dan ASDD Earn untuk US Dollar Digital. Pengguna dapat melakukan placement sesuai periode yang tersedia dan memperoleh potensi imbal hasil sesuai program.
Jika uang memiliki tujuan investasi dengan horizon tertentu, reksa dana dapat dipelajari sesuai profil risiko. Jika dana belum ingin masuk ke pasar dan sedang idle, Program Earn dapat menjadi salah satu alternatif yang layak dipelajari lebih lanjut.
Pelajari Program Earn Nanovest
Kenali IDDR Earn dan ASDD Earn, pilihan periode, serta potensi imbal hasilnya sebelum menentukan apakah Program Earn sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuanganmu.
Pelajari Program EarnPelajari mekanisme, risiko, serta syarat dan ketentuan program sebelum melakukan placement.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli maupun menggunakan produk investasi tertentu. Reksa dana, deposito, obligasi, dan Program Earn memiliki mekanisme, manfaat, serta risiko yang berbeda. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR), baca syarat dan ketentuan produk, dan sesuaikan keputusan dengan tujuan keuangan serta profil risiko masing-masing.
FAQ Cara Investasi Reksadana
Mulailah dengan menentukan tujuan keuangan, horizon investasi, dan toleransi risiko. Setelah itu, pelajari kategori reksa dana yang sesuai, bandingkan produk, baca fund fact sheet serta prospektus, kemudian lakukan pembelian melalui platform yang menyediakan produk reksa dana sesuai ketentuan yang berlaku.
Minimum investasi berbeda pada setiap produk dan platform. Sejumlah reksa dana dapat dibeli dengan nominal relatif terjangkau. Periksa ketentuan minimum pembelian pada produk yang ingin dipilih.
Tidak ada satu jenis yang otomatis paling cocok untuk semua pemula. Pemilihan sebaiknya mempertimbangkan tujuan, horizon investasi, kebutuhan likuiditas, serta kemampuan menerima risiko.
Reksa dana pasar uang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang berjangka pendek, sedangkan reksa dana saham memiliki sebagian besar portofolio pada efek saham. Karena komposisi asetnya berbeda, karakteristik risiko dan potensi return keduanya juga berbeda.
Bisa. Nilai Unit Penyertaan dapat berkurang akibat perubahan nilai aset dalam portofolio dan faktor lainnya. Tingkat risiko berbeda pada setiap kategori maupun produk reksa dana.
NAB atau Nilai Aktiva Bersih menunjukkan nilai bersih aset reksa dana setelah memperhitungkan kewajiban. NAB per Unit Penyertaan atau NAB/UP digunakan dalam penghitungan nilai Unit Penyertaan investor sesuai mekanisme transaksi yang berlaku.
Beberapa kategori reksa dana dapat dipelajari untuk tujuan jangka panjang, tetapi pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko, komposisi portofolio, dan tujuan masing-masing investor.
Tidak. Reksadana merupakan wadah investasi kolektif yang dananya dikelola Manajer Investasi ke dalam portofolio efek, sedangkan deposito merupakan produk simpanan berjangka perbankan. Mekanisme, potensi hasil, likuiditas, dan risikonya berbeda.
Alternatifnya bergantung pada tujuan keuangan dan profil risiko. Investor dapat mempelajari deposito, obligasi, saham, emas, aset kripto, maupun program Earn berbasis aset digital. Masing-masing memiliki mekanisme dan tingkat risiko berbeda.
Program Earn Nanovest merupakan program berbasis aset digital yang tersedia melalui IDDR Earn dan ASDD Earn. Pengguna dapat memperoleh potensi imbal hasil sesuai pilihan program dan periode yang tersedia. Program Earn memiliki mekanisme dan karakteristik berbeda dari reksa dana.
Referensi +
- Otoritas Jasa Keuangan
- Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)






