Setelah berbulan-bulan bergerak dalam tekanan, Bitcoin (BTC) mulai kembali menarik perhatian investor institusional.
ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat membukukan arus masuk bersih sekitar US$853,5 juta selama lima sesi berturut-turut pekan lalu, membalikkan arus keluar US$61,5 juta pada minggu sebelumnya. Arus masuk kumulatif sejak produk tersebut diluncurkan kini telah mencapai sekitar US$52,18 miliar.
Pada saat yang sama, hedge fund yang memperdagangkan kontrak futures Bitcoin di Chicago Mercantile Exchange (CME) mulai bergeser dari posisi bearish menuju net long. Data permintaan Bitcoin juga kembali positif setelah sebelumnya melemah.
Kombinasi tersebut mulai membangun narasi bahwa pasar bearish mungkin memasuki fase akhir.
Namun sinyalnya belum sepenuhnya bersih. Sebagian besar pemulihan masih didorong oleh produk derivatif dan posisi berleverage, sementara permintaan spot belum cukup kuat untuk memastikan bahwa Bitcoin telah benar-benar memasuki tren bullish baru.
ETF Bitcoin Menarik US$854 Juta dalam Lima Hari
Salah satu sinyal terkuat datang dari ETF Bitcoin spot AS.
Data SoSoValue menunjukkan dana tersebut menerima arus masuk bersih sekitar US$853,5 juta selama lima sesi berturut-turut. BlackRock iShares Bitcoin Trust atau IBIT menjadi penerima terbesar dengan sekitar US$690 juta, setara sekitar 80% dari seluruh dana yang masuk selama pekan tersebut.
Pada Jumat saja, IBIT mencatat arus masuk US$86,7 juta, disusul Fidelity FBTC sebesar US$41 juta. Sebaliknya, BTCO milik Invesco mencatat arus keluar sekitar US$19,4 juta dan HODL milik VanEck sekitar US$10,6 juta.
Meski aliran dana masih positif, kecepatannya mulai melambat menjelang akhir pekan. Arus masuk harian turun dari US$128,7 juta pada Kamis menjadi US$98,9 juta pada Jumat. Secara keseluruhan, ETF Bitcoin menutup pekan dengan aset sekitar US$79,5 miliar, atau sekitar 6,1% dari kapitalisasi pasar Bitcoin.
Arus masuk tersebut bertepatan dengan perubahan ekspektasi suku bunga di Amerika Serikat. Data tenaga kerja Juli yang jauh lebih lemah dari perkiraan membuat investor mengurangi taruhan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September. Probabilitas kenaikan suku bunga sempat turun menjadi sekitar 40% dari 55%, sebelum kembali bergerak ke sekitar 46%.
Bagi Bitcoin, berkurangnya peluang kenaikan suku bunga dapat membantu karena tekanan terhadap aset berisiko menjadi lebih ringan.
Namun kondisi tersebut belum berarti kebijakan moneter akan segera berubah menjadi dovish. Imbal hasil Treasury jangka panjang masih tinggi dan risiko inflasi tetap ada, membuat investor belum sepenuhnya berani meningkatkan eksposur.
Hedge Fund Mulai Berbalik Bullish
Sinyal kedua datang dari pasar institusional di CME. Menurut CryptoQuant, hedge fund yang memperdagangkan kontrak futures Bitcoin mulai berpindah dari posisi net short menjadi net long. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor profesional mulai bertaruh pada kenaikan Bitcoin setelah sebagian besar tahun ini mengambil posisi defensif.
Perubahan ini terjadi ketika Bitcoin masih bergerak dalam rentang relatif sempit sekitar US$60.000 hingga US$65.000. Harga sempat mencapai titik terendah tahun ini di sekitar US$58.000 pada akhir Juni. Sejak saat itu, sejumlah indikator menunjukkan mulai terbentuknya akumulasi.
Pertumbuhan permintaan Bitcoin dalam 30 hari terakhir kembali ke wilayah positif dengan sekitar 25.000 BTC. Struktur tersebut menyerupai kondisi yang muncul sebelum reli Bitcoin menuju sekitar US$82.000 pada Mei.
CoinShares juga mencatat produk investasi aset digital secara global menerima sekitar US$1,05 miliar pekan lalu, menandai minggu positif kelima berturut-turut. Pada saat bersamaan, investor besar disebut telah melakukan akumulasi selama sekitar tiga minggu setelah sebelumnya menjual Bitcoin dengan nilai sekitar US$40 miliar sejak Oktober 2025.
Kombinasi tersebut mulai menyerupai pola kapitulasi yang diikuti akumulasi ulang, ketika tekanan jual dari pemegang besar mulai mereda dan modal baru perlahan masuk kembali.
Namun, jika skenario ini benar-benar menjadi awal siklus pemulihan, pasar masih membutuhkan katalis lebih kuat. Pelemahan lebih lanjut pada data tenaga kerja, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga, atau meredanya tekanan geopolitik dapat menjadi faktor yang membantu Bitcoin keluar dari rentang perdagangannya saat ini.
Masalahnya, Reli Masih Terlalu Bergantung pada Derivatif
Di balik membaiknya sentimen, struktur pasar Bitcoin masih menyimpan satu kelemahan penting. Permintaan derivatif bergerak lebih cepat dibandingkan pembelian spot.
Kontrak futures memungkinkan investor mengambil eksposur yang lebih besar dengan leverage tanpa harus membeli Bitcoin dalam jumlah setara di pasar spot. Kondisi ini dapat mempercepat reli ketika harga bergerak naik, tetapi juga meningkatkan risiko koreksi tajam ketika pasar bergerak berlawanan.
Posisi long Bitcoin di berbagai bursa bahkan telah mencapai sekitar 361.000 BTC atau senilai US$23,4 miliar, rekor tertinggi menurut data yang dikutip analis pasar. Posisi short berada di sekitar 264.000 BTC atau US$17,14 miliar. Dengan demikian, sekitar 57,6% posisi berada di sisi long dan 42,4% berada di sisi short.
Ketimpangan tersebut penting karena semakin banyak investor menggunakan leverage untuk bertaruh pada kenaikan, semakin besar pula jumlah posisi yang dapat dilikuidasi secara paksa jika Bitcoin turun.
Situasi seperti ini pernah terlihat menjelang beberapa periode volatilitas besar sebelumnya. Artinya, kenaikan leverage dapat menjadi bahan bakar reli sekaligus sumber risiko.
Permintaan spot yang lebih kuat akan menjadi konfirmasi penting berikutnya. Jika pembelian Bitcoin secara langsung ikut meningkat bersamaan dengan ETF dan futures, struktur reli akan menjadi lebih sehat. Sebaliknya, jika posisi long terus membengkak sementara permintaan spot tetap lemah, Bitcoin semakin rentan terhadap koreksi yang dipicu oleh likuidasi.
Apakah Bear Market Sudah Mendekati Akhir?
Sinyal yang muncul saat ini memang lebih konstruktif dibanding beberapa bulan sebelumnya. ETF kembali menerima arus masuk besar, hedge fund mulai net long, permintaan Bitcoin kembali positif, dan investor besar menunjukkan tanda-tanda akumulasi.
Namun belum ada satu pun indikator yang memastikan bahwa Bitcoin telah memasuki pasar bullish baru. Secara teknikal, Bitcoin masih menghadapi pola death cross dengan moving average 50 hari berada di bawah moving average 200 hari. Harga juga masih bergerak dalam rentang yang relatif sempit sejak akhir Juni.
Beberapa analis menilai Bitcoin kemungkinan akan bergerak sideways selama dua hingga tiga bulan sebelum memiliki katalis yang cukup kuat untuk kembali menguji area US$80.000. Untuk bergerak lebih jauh menuju US$100.000, pasar kemungkinan membutuhkan perubahan makro yang lebih jelas, terutama pelemahan data tenaga kerja yang lebih konsisten dan penurunan ekspektasi suku bunga secara signifikan.
Perkembangan geopolitik juga tetap penting. Kesepakatan yang meredakan konflik dengan Iran dan menekan kembali harga minyak dapat mengurangi kekhawatiran inflasi, sekaligus memperkecil tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Jadi, arus masuk US$854 juta dan perubahan posisi hedge fund menunjukkan bahwa investor institusional mulai kembali berani mengambil risiko. Tetapi fase berikutnya akan ditentukan oleh apakah pembelian tersebut dapat berkembang menjadi permintaan spot yang lebih luas.
Untuk sekarang, Bitcoin mungkin sudah semakin dekat dengan titik di mana tekanan bearish kehilangan tenaga. Pertanyaannya adalah apakah pembeli baru cukup kuat untuk mengambil alih.
Baca berita lainnya terkait aset Bitcoin di halaman ini.
Pantau Pergerakan Bitcoin
Arus ETF, kebijakan The Fed, hingga aktivitas investor besar bisa mengubah arah pasar dengan cepat. Pantau Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui Nanovest serta ikuti perkembangan terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Decrypt: Bitcoin ETFs Draw $854M Over Five Days as Rate-Hike Bets Fade
- CryptoProwl: Hedge Funds Start To Bet On A Bitcoin Rally
- CCN: Bitcoin's $82K May Rally Setup Is Back, but One Key Ingredient Is Missing: Analyst






