Bitcoin(BTC)$69,797.001.40%
Ethereum(ETH)$2,086.551.90%
Tether(USDT)$1.000.01%
XRP(XRP)$1.517.46%
BNB(BNB)$632.672.31%
USDC(USDC)$1.000.00%
Solana(SOL)$88.304.80%
TRON(TRX)$0.2825380.23%
Dogecoin(DOGE)$0.11088014.73%
Figure Heloc(FIGR_HELOC)$1.02-2.09%
AS dan Taiwan Menandatangani Kesepakatan Untuk Mengurangi Tarif dan Meningkatkan Pembelian Barang-Barang AS
Pemerintah Amerika Serikat dan Taiwan resmi menuntaskan perjanjian dagang resiprokal yang menetapkan tarif impor AS sebesar 15% terhadap berbagai produk asal Taiwan. Kesepakatan final ini menjadi kelanjutan dari kerangka kerja perdagangan yang sebelumnya telah disepakati…
Berita Terbaru
Kebijakan tarif Trump yang berubah-ubah dan kekhawatiran resesi global memicu aksi jual di stock markets, obligasi, dan dolar AS, sehingga meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
Harga emas naik karena dolar melemah dan ketidakpastian fiskal AS. Logam mulia lain bergerak variatif, palladium capai level tertinggi sejak Februari.
Harga emas naik ke level tertinggi dua minggu, didorong pembelian dari China dan kekhawatiran tarif AS, sementara pasar menanti keputusan suku bunga The Fed.
Emas stabil dekat level tertinggi dua pekan, didukung pelemahan dolar dan kekhawatiran defisit anggaran AS, sementara pasar menanti data
Harga emas mencetak rekor baru di atas $3.000 per ons akibat ketegangan Timur Tengah dan kebijakan tarif Trump, mendorong permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian global.
Emas sempat menyentuh rekor $3.245 sebelum terkoreksi tipis akibat membaiknya sentimen risiko. Di balik itu, ketidakpastian tarif, dolar lemah, dan permintaan bank sentral tetap mendukung tren naik.
Emas tergelincir tipis seiring naiknya imbal hasil dan rencana tarif otomotif Trump. Investor menanti data PCE untuk petunjuk arah suku bunga The Fed. Apa implikasinya untuk pasar logam mulia?
Emas koreksi dua pekan beruntun, kini $3,242/oz. Market ragu The Fed memangkas suku bunga cepat, investor fokus ke data pekerjaan AS Jumat ini.
Harga emas turun karena dolar AS menguat, sementara investor menanti kebijakan The Fed dan perkembangan pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Rusia.




















