Persaingan chip AI memasuki babak baru. Advanced Micro Devices (AMD) kini tidak hanya menawarkan GPU sebagai alternatif Nvidia (NVDA), tetapi mulai membangun sistem pusat data lengkap yang dirancang untuk menjalankan dan melatih model artificial intelligence dalam skala sangat besar.
Dalam acara Advancing AI di San Francisco, AMD resmi meluncurkan Helios, sistem AI skala rak yang menggabungkan puluhan GPU, CPU server, memori berkecepatan tinggi, dan koneksi antarprosesor dalam satu kabinet.
CEO AMD Lisa Su menyebut Helios sebagai salah satu rak AI berkinerja tertinggi di industri. Sistem ini disiapkan untuk bersaing langsung dengan platform Grace Blackwell NVL72 dan Vera Rubin milik Nvidia, yang selama ini mendominasi kebutuhan komputasi laboratorium AI serta pusat data hyperscaler.
AMD juga datang dengan daftar pelanggan yang tidak kecil. OpenAI, Microsoft (MSFT), Meta (META), Oracle (ORCL), dan Anthropic telah menyatakan rencana menggunakan Helios, menunjukkan bahwa persaingan infrastruktur AI tidak lagi hanya berpusat pada satu pemasok.
Helios Menggabungkan 72 GPU dalam Satu Rak
Helios menggunakan 72 GPU AMD Instinct MI455X bersama CPU Epyc dalam satu sistem terintegrasi. Jumlah GPU tersebut sama dengan konfigurasi yang digunakan pada sejumlah rak AI Nvidia.
Sistem skala rak berbeda dari server biasa karena menghubungkan banyak prosesor agar dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Arsitektur seperti ini dibutuhkan untuk melatih model AI besar, menjalankan inferensi dalam volume tinggi, dan menangani beban komputasi yang terus meningkat.
AMD mengklaim MI455X merupakan GPU paling canggih yang pernah dibuat perusahaan. Berdasarkan pengujian internalnya, sistem Helios menghasilkan performa komputasi sekitar 15% lebih tinggi dibandingkan Vera Rubin milik Nvidia.
Kapasitas high-bandwidth memory atau HBM Helios juga diklaim 50% lebih besar, sementara efisiensinya mencapai sekitar 30% lebih banyak token per dolar. Token menjadi salah satu satuan yang digunakan untuk mengukur jumlah data yang diproses oleh model AI.
Keunggulan biaya ini dapat menjadi faktor penting bagi perusahaan teknologi. Mengoperasikan model AI membutuhkan listrik, chip, jaringan, dan infrastruktur pendingin dalam jumlah besar. Sedikit peningkatan efisiensi pada setiap proses dapat menghasilkan penghematan signifikan ketika diterapkan pada ribuan rak.
Helios menggunakan arsitektur terbuka yang dapat dikembangkan dari satu rak menjadi klaster multi-rak. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pelatihan model terdepan, penyempurnaan model, serta inferensi skala besar.
OpenAI hingga Microsoft Siap Menggunakan Helios
AMD telah mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan terbesar dalam industri AI dan cloud.
Microsoft berencana memperluas infrastruktur Azure dengan sistem Helios. Platform cloud tersebut membutuhkan pasokan chip dalam jumlah besar untuk melayani perusahaan yang membangun aplikasi AI dan melatih model melalui pusat datanya.
OpenAI, Meta, Oracle, dan Anthropic juga masuk dalam daftar pengguna yang berencana menerapkan sistem tersebut. Anthropic bahkan menjalin kemitraan strategis dengan AMD untuk menggunakan hingga dua gigawatt GPU melalui Helios.
Skala gigawatt menunjukkan besarnya kebutuhan energi dan komputasi yang direncanakan. Satu gigawatt setara dengan kapasitas pembangkit listrik berskala besar, sehingga kesepakatan itu memberi gambaran seberapa agresif perusahaan AI membangun infrastrukturnya.
Bagi pelanggan, kehadiran AMD menawarkan pilihan tambahan di luar ekosistem Nvidia. Diversifikasi pemasok dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu perusahaan, meningkatkan ketersediaan chip, dan memperkuat posisi tawar dalam negosiasi harga.
AMD juga bekerja sama dengan Cerebras untuk memasukkan chip inferensi perusahaan tersebut ke dalam penawaran pusat datanya. Strategi ini menyerupai langkah Nvidia yang menggandeng Groq untuk memperkuat kemampuan inferensi.
Inferensi adalah proses ketika model yang telah dilatih digunakan untuk menjawab pertanyaan, menghasilkan gambar, menjalankan agen AI, atau menyelesaikan tugas pengguna. Seiring meningkatnya penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari, permintaan terhadap chip inferensi diperkirakan ikut melonjak.
AMD Mengejar Pasar yang Masih Dikuasai Nvidia
Meski Helios memberikan AMD peluang baru, tantangan yang dihadapi masih besar. Nvidia diperkirakan menguasai sekitar 80% hingga 90% pasar akselerator AI. Keunggulan tersebut dibangun melalui investasi panjang pada GPU, perangkat lunak CUDA, jaringan pusat data, dan hubungan dengan pengembang.
Ekosistem perangkat lunak menjadi salah satu penghalang terbesar bagi pesaing. Banyak model dan aplikasi AI telah dibangun menggunakan teknologi Nvidia, sehingga perusahaan membutuhkan waktu dan biaya untuk memindahkan beban kerja ke platform lain.
Namun, AMD mulai mempersempit jarak melalui kombinasi GPU, CPU, jaringan, dan sistem rak. Selain MI455X, perusahaan memperkenalkan CPU Epyc seri 9006 yang diklaim memberikan performa per inti 20% lebih tinggi dibandingkan CPU Vera milik Nvidia.
AMD juga memperkenalkan Venice-X, CPU pusat data baru untuk beban komputasi tinggi yang diperkirakan meluncur pada 2027.
Saham AMD telah mengungguli Nvidia dalam 12 bulan terakhir. Harga saham AMD naik sekitar 222%, sedangkan Nvidia meningkat sekitar 117%. Meski demikian, Nvidia masih unggul jauh jika dibandingkan dalam periode yang lebih panjang dan tetap menjadi nama utama dalam reli AI.
Reaksi investor terhadap peluncuran Helios juga belum langsung positif. Saham AMD turun lebih dari 2% selama presentasi berlangsung, menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap perusahaan sudah sangat tinggi. Investor kini menunggu bukti bahwa klaim performa Helios dapat diterjemahkan menjadi pengiriman produk, kenaikan pendapatan, dan tambahan pangsa pasar.
AI Agent Dorong Kebutuhan Komputasi Lebih BesarĀ
AMD menilai lonjakan kebutuhan komputasi berikutnya akan datang dari berkembangnya AI berbasis agen. Berbeda dari chatbot sederhana, agen AI dapat menjalankan serangkaian langkah secara mandiri. Sistem tersebut harus memahami permintaan, menyusun rencana, memanggil perangkat lunak lain, mengakses data, memeriksa hasil, dan mengulangi proses sampai tugas selesai.
AMD memperkirakan pasar akselerator AI dapat mencapai sekitar US$1,4 triliun pada 2030, mendekati ukuran seluruh industri semikonduktor saat ini. Jika memasukkan bisnis PC, CPU, rak server, dan produk pemrosesan lainnya, total pasar yang dapat dijangkau perusahaan diperkirakan mencapai US$2 triliun.
Besarnya peluang tersebut menjelaskan mengapa AMD, Nvidia, perusahaan cloud, hingga pengembang chip khusus terus meningkatkan investasi mereka. Helios memberi AMD produk yang lebih lengkap untuk memasuki perlombaan tersebut. Namun, keberhasilannya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan memenuhi permintaan pelanggan, menjaga keunggulan biaya, dan membangun ekosistem perangkat lunak yang mampu menyaingi Nvidia.
Pantau peluang dari saham AMD, Nvidia, dan perusahaan teknologi global lainnya melalui aplikasi investasi multi-aset Nanovest. Ikuti pula perkembangan terbaru seputar AI dan pasar saham melalui News serta Artikel Tips Nanovest agar kamu tidak ketinggalan perubahan besar di industri teknologi.
Referensi +
- Yahoo Finance: AMD launches Helios system in direct challenge to Nvidia's AI dominance
- TechCrunch: AMD takes on Nvidia with its Helios AI rack-scale system






