Satu hal mulai terlihat jelas setelah laporan awal Big Tech dirilis: pertumbuhan AI tidak hanya mengalir ke perusahaan teknologi. Kenaikan belanja pusat data kini ikut memperbesar kebutuhan listrik, pembiayaan, penerbitan saham, hingga aktivitas merger dan akuisisi. Artinya, peluang pasar mulai menyebar ke perusahaan energi dan institusi keuangan yang menyediakan infrastruktur di balik ekspansi tersebut.
Perubahan fokus ini terjadi ketika Wall Street menutup perdagangan Rabu dengan pergerakan yang relatif terbatas. S&P 500 turun 0,14%, sedangkan Nasdaq terkoreksi lebih dalam karena investor mencerna hasil perusahaan teknologi dan kenaikan harga minyak ke level tertinggi dalam sekitar enam pekan. Di tengah volatilitas saham AI, sektor utilitas justru menguat sekitar 2,3%, memperlihatkan bahwa sebagian dana mulai bergerak menuju perusahaan dengan arus pendapatan lebih stabil.
Pada saat yang sama, laporan kuartal kedua bank-bank investasi menunjukkan bahwa aktivitas Wall Street masih sangat aktif. Pendapatan investment banking global pada semester pertama 2026 tumbuh sekitar 24%, sementara nilai merger dan akuisisi yang diumumkan secara global telah melampaui US$3 triliun atau meningkat lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Kombinasi perdagangan yang ramai, pasar IPO yang pulih, dan kebutuhan pendanaan terkait AI memberikan latar yang konstruktif bagi Goldman Sachs dan Morgan Stanley.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 23 Juli 2026
1. NextEra Energy Inc. (NEE) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp1.584.096
- Target Price 1: Rp1.636.782
- Target Price 2: Rp1.702.478
- Stop Loss: Rp1.557.167
Mengapa Menarik?
NextEra Energy berada di posisi yang menarik karena memiliki eksposur terhadap dua kebutuhan besar sekaligus, yaitu pertumbuhan konsumsi listrik dan transisi menuju sumber energi yang lebih bersih. Pembangunan pusat data AI meningkatkan kebutuhan daya dalam jumlah besar, sedangkan perusahaan teknologi tetap membutuhkan pasokan yang stabil untuk menjaga operasional infrastruktur komputasinya.
Menjelang laporan keuangan pada 24 Juli, analis memperkirakan NextEra membukukan pendapatan sekitar US$7,97 miliar dan laba per saham sebesar US$1,08. Investor akan mencermati perkembangan proyek energi terbarukan, pertumbuhan bisnis utilitas Florida Power & Light, serta potensi kontrak baru yang berkaitan dengan kebutuhan energi pusat data.
Berbeda dari banyak saham bertema AI yang memiliki volatilitas tinggi, NextEra menawarkan profil yang relatif lebih defensif. Model bisnis utilitas memberikan visibilitas pendapatan yang lebih baik, sementara imbal hasil dividen sekitar 2,81% menambah daya tarik bagi investor yang mencari kombinasi pertumbuhan dan pendapatan berkala.
Kenaikan valuasi pada rasio EV/EBITDA dan price-to-book memang menunjukkan bahwa sebagian optimisme telah tercermin pada harga saham. Risiko regulasi, suku bunga, biaya pembangunan, dan keterlambatan proyek juga tetap perlu diperhatikan.
Namun, meningkatnya kebutuhan listrik dari pusat data membuat peran perusahaan energi semakin penting dalam ekosistem AI. Dengan portofolio energi bersih dan skala operasional yang luas, NextEra memiliki peluang untuk memperoleh manfaat dari tren tersebut dalam jangka panjang.
2. Goldman Sachs Group Inc. (GS) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp19.477.362
- Target Price 1: Rp20.067.420
- Target Price 2: Rp20.615.458
- Stop Loss: Rp18.890.775
Mengapa Menarik?
Goldman Sachs menjadi salah satu penerima manfaat utama dari pulihnya aktivitas transaksi global. Perusahaan memimpin advisory merger dan akuisisi setelah menangani sekitar US$1,2 triliun transaksi yang diumumkan pada semester pertama 2026, mencatatkan laju tertinggi yang pernah dicapai sebuah bank investasi dalam periode tersebut.
Aktivitas merger dan akuisisi global meningkat karena banyak perusahaan kembali melakukan ekspansi, termasuk melalui pembelian bisnis teknologi, robotika, dan AI. Kondisi ini mendukung pendapatan berbasis fee Goldman dari advisory, penjaminan emisi, dan pasar modal.
Kinerja kuartal kedua juga memperlihatkan kekuatan model bisnis perusahaan. Pendapatan tercatat sekitar US$20,34 miliar, sementara pertumbuhan laba diperkirakan mencapai 31,7%. Profitabilitas tetap terjaga dengan return on equity sekitar 14,63%, menunjukkan kemampuan Goldman mengelola modal secara produktif.
Strategi diversifikasi melalui bisnis Asset & Wealth Management dan private market juga penting bagi prospek jangka panjang. Pendapatan yang lebih berulang dari pengelolaan aset dapat membantu mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap siklus perdagangan dan transaksi korporasi.
Setelah hasil kuartal kedua yang kuat, sejumlah analis turut meningkatkan estimasi laba Goldman. HSBC, misalnya, menaikkan proyeksi EPS hingga 25%, meskipun kenaikan saham sebelumnya membuat ruang apresiasinya perlu dinilai secara lebih selektif.
Dengan posisi terdepan dalam advisory M&A, bisnis trading yang kuat, dan ekspansi private market, Goldman Sachs tetap menarik untuk menangkap kelanjutan pemulihan aktivitas keuangan global.
3. Morgan Stanley (MS) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp3.886.598
- Target Price 1: Rp3.975.777
- Target Price 2: Rp4.050.616
- Stop Loss: Rp3.782.555
Mengapa Menarik?
Morgan Stanley menawarkan kombinasi yang berbeda dari Goldman Sachs. Selain memiliki bisnis investment banking dan trading yang besar, perusahaan juga mengandalkan wealth management sebagai sumber pendapatan yang lebih stabil dan berulang.
Pada kuartal kedua, Morgan Stanley membukukan laba bersih sekitar US$5,58 miliar atau US$3,46 per saham, melampaui ekspektasi analis. Pendapatan mencapai rekor US$21,35 miliar, didukung kenaikan pendapatan investment banking sebesar 58% dan kuatnya bisnis perdagangan saham.
Divisi wealth management menjadi salah satu katalis paling penting. Perusahaan mencatat sekitar US$148 miliar net new assets, bukan hanya berasal dari investor ritel tradisional, tetapi juga dari program kepemilikan saham perusahaan yang baru melantai di bursa. Total aset yang dikelola bisnis wealth management juga telah melampaui US$8 triliun.
Masuknya dana baru dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan pendapatan fee pada periode berikutnya. Hal ini memberikan Morgan Stanley sumber pertumbuhan yang lebih dapat diprediksi dibandingkan bisnis transaksi yang sangat bergantung pada kondisi pasar.
Dari sisi fundamental, return on equity sekitar 16,39% dan margin laba bersih mendekati 24,89% memperlihatkan kualitas profitabilitas yang tetap kuat. Rasio P/E yang turun ke sekitar 14,85 kali juga membuat valuasinya terlihat lebih rasional setelah pertumbuhan laba terbaru.
Risikonya tetap berasal dari koreksi pasar modal, perlambatan transaksi, serta penurunan nilai aset kelolaan apabila sentimen investor memburuk. Namun, skala bisnis wealth management dan posisi kuatnya di investment banking memberikan Morgan Stanley fondasi yang solid untuk menangkap pertumbuhan pasar keuangan dalam jangka panjang.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| NEE | Spec. Buy | Rp1.584.096 | Rp1.636.782 | Rp1.702.478 | Rp1.557.167 |
| GS | Spec. Buy | Rp19.477.362 | Rp20.067.420 | Rp20.615.458 | Rp18.890.775 |
| MS | Spec. Buy | Rp3.886.598 | Rp3.975.777 | Rp4.050.616 | Rp3.782.555 |
Kesimpulan
Ekspansi AI mulai menciptakan peluang yang lebih luas daripada sekadar saham chip dan software. NextEra Energy berpotensi memperoleh manfaat dari kenaikan kebutuhan listrik pusat data, sementara Goldman Sachs dan Morgan Stanley berada di posisi strategis untuk menangkap pertumbuhan aktivitas merger, IPO, perdagangan, dan pengelolaan kekayaan.
NEE menawarkan kombinasi pertumbuhan energi bersih dan karakter bisnis yang relatif defensif. GS memiliki posisi unggul dalam advisory M&A dan private market, sedangkan MS ditopang oleh bisnis wealth management yang terus menarik aset baru dalam jumlah besar.
Pantau pergerakan NEE, GS, dan MS serta temukan peluang investasi saham Amerika lainnya langsung melalui aplikasi Nanovest. Jangan lupa ikuti perkembangan earnings dan informasi pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest agar keputusan investasimu semakin terukur.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






