Salah satu alasan investor global melirik saham Amerika adalah dividennya. Perusahaan-perusahaan AS terkenal konsisten membagikan keuntungan langsung ke pemegang saham, bahkan di tengah guncangan pasar sekalipun.
Di 2026, dengan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, saham dividen kembali menjadi incaran. Tapi sebelum langsung membeli saham dengan yield tertinggi, ada satu hal yang perlu kamu pahami: yield tinggi tidak selalu berarti aman.
Beberapa saham dengan yield tertinggi justru berisiko memotong dividen saat kondisi bisnis memburuk. Itulah kenapa daftar ini tidak hanya menampilkan yield terbesar, tapi juga seberapa aman dan berkelanjutan dividen tersebut untuk jangka panjang.
Daftar diurutkan dari yield tertinggi ke terendah, dibagi tiga kategori:
- Yield Tinggi — penghasilan pasif terbesar sekarang
- Stabilitas — Dividend Kings yang tidak pernah potong dividen
- Growth — yield kecil tapi tumbuh 10–30% per tahun
Saham AS dengan Dividen Terbesar Tahun 2026
Berikut 10 saham amerika dengan dividen terbesar yang dibagi berdasarkan tiga tipe investor: yield tertinggi, stabilitas maksimal, dan pertumbuhan dividen jangka panjang.
Saham Dividen Yield Tinggi 2026
Untuk investor yang ingin penghasilan pasif rutin dan besar, saham-saham ini menawarkan yield di atas 5% per tahun dari bisnis dengan cash flow yang kuat.
1. Verizon (VZ)
Sektor: Telekomunikasi | Dividend Yield: ~6–7%
Morningstar memberi Verizon rating 4 bintang dan menilai sahamnya diperdagangkan sekitar 25% di bawah nilai wajarnya. Dalam jangka panjang, bisnis nirkabel AS diperkirakan bertransisi menjadi oligopoli dengan hanya tiga pemain utama — yang berarti persaingan harga akan berkurang dan margin akan mengembang seiring waktu.
Orang tidak berhenti berlangganan internet dan telepon bahkan saat ekonomi sulit. Model bisnis langganan yang bersifat recurring ini menghasilkan arus kas yang sangat stabil dan prediktabel untuk mendukung pembayaran dividen tinggi secara konsisten.
Kenapa yield-nya bisa setinggi ini? Harga saham VZ sedang tertekan karena beban utang investasi 5G, sehingga yield-nya terlihat besar. Tapi fundamentalnya tetap kuat dan Morningstar menilai ini sebagai peluang beli.
Cocok untuk: Investor yang menginginkan yield tertinggi dari saham blue chip dengan potensi capital gain sekaligus.
Yang perlu diperhatikan: Beban utang besar dari investasi infrastruktur 5G. Pantau kemampuan melunasi utang sambil tetap membayar dividen.
2. Philip Morris International (PM)
Sektor: Konsumer | Dividend Yield: ~5,67%
Philip Morris menjual produknya di lebih dari 180 negara dengan merek-merek yang memiliki loyalitas konsumen sangat tinggi. Tidak seperti Altria yang hanya beroperasi di AS, PM adalah pemain global murni yang memberi diversifikasi geografis luar biasa.
Perusahaan sedang dalam transisi besar menuju produk bebas asap seperti IQOS yang terus mencatat pertumbuhan signifikan. Cash flow dari bisnis tembakau konvensional yang masif dan stabil memungkinkan PM membayar dividen tinggi sambil mendanai transisi ini.
Cocok untuk: Investor yang mencari yield di atas 5% dari bisnis dengan pricing power sangat kuat dan penetrasi global yang luas.
Yang perlu diperhatikan: Tekanan regulasi global terhadap industri tembakau dan risiko transisi ke produk baru yang perlu dipantau terus perkembangannya.
3. Enbridge (ENB)
Sektor: Energi (Pipeline) | Dividend Yield: ~5,4% | Streak: 31 tahun berturut-turut
Enbridge mengoperasikan lebih dari 18.000 mil pipa minyak mentah dan 19.000 mil pipa gas alam yang beroperasi seperti jalan tol — mengenakan biaya berdasarkan volume, bukan harga komoditas. Ini menjadikannya jauh lebih stabil dibanding saham energi biasa. Enbridge juga merupakan utilitas gas alam terbesar di Amerika Utara berdasarkan volume, melayani 7,1 juta pelanggan setiap harinya dan telah meningkatkan dividennya selama 31 tahun berturut-turut.
Ini perbedaan kunci yang sering dilewatkan investor: Enbridge tidak terpengaruh langsung oleh naik-turunnya harga minyak karena pendapatannya berbasis volume yang mengalir di pipa, bukan harga komoditi itu sendiri.
Cocok untuk: Investor yang ingin yield tinggi dari sektor energi tanpa menanggung volatilitas harga minyak.
Yang perlu diperhatikan: Risiko regulasi lingkungan jangka panjang terkait infrastruktur energi fosil.
4. Realty Income (O)
Sektor: Real Estate (REIT) | Dividend Yield: ~5% | Streak: 31+ tahun
Pada 14 April 2026, Realty Income mengumumkan dividen bulanan ke-670 secara berturut-turut sebesar $0,2705 per saham — merepresentasikan $3,246 per saham secara tahunan.
Realty Income telah menaikkan dividennya untuk ke-134 kalinya sejak IPO pada 1994. Sejak listing, Realty Income membukukan rata-rata return tahunan 8,9%, dan dengan dividen yang diinvestasikan kembali naik menjadi rata-rata 15,7% per tahun.
Yang membuat Realty Income unik bukan hanya yield-nya, tapi frekuensi pembayarannya. Dividen masuk ke akunmu setiap bulan, bukan setiap kuartal. Realty Income bahkan menyebut dirinya sendiri “The Monthly Dividend Company®”.
Cocok untuk: Investor yang ingin penghasilan pasif bulanan yang rutin dan konsisten — seperti “gaji” dari portofolio saham.
Yang perlu diperhatikan: Sebagai REIT, sensitif terhadap kenaikan suku bunga.
5. Chevron (CVX)
Sektor: Energi | Dividend Yield: ~3,4–4% | Streak: 39 tahun berturut-turut
Di 2026, Chevron mencatatkan kenaikan dividen tahunan ke-39 secara berturut-turut — salah satu streak terpanjang di antara saham energi manapun. Chevron memiliki operasi terintegrasi dari hulu ke hilir dan memproyeksikan pertumbuhan free cash flow lebih dari 10% per tahun secara compounded hingga 2030.
Chevron menjadi salah satu saham dividen dengan performa terbaik di kuartal pertama 2026 menurut Morningstar, dengan kenaikan harga 36,92% dalam satu kuartal. Chevron membayar dividen tahunan $7,12 per saham.
Cocok untuk: Investor yang ingin kombinasi yield solid, pertumbuhan dividen konsisten jangka panjang, dan potensi capital gain dari salah satu perusahaan energi terbesar dunia.
Yang perlu diperhatikan: Harga saham tetap terhubung dengan siklus harga minyak global.
Saham Dividen Paling Aman 2026
Yield-nya lebih rendah dari kategori sebelumnya, tapi inilah saham yang tidak pernah memotong dividen bahkan di krisis 2008, pandemi COVID, dan berbagai guncangan pasar lainnya. Untuk investor yang utamakan keamanan di atas segalanya.
6. Johnson & Johnson (JNJ)
Sektor: Kesehatan | Dividend Yield: ~3,2% | Streak: 64 tahun berturut-turut
Pada 14 April 2026, Johnson & Johnson mengumumkan kenaikan dividen kuartalan sebesar 3,1% dari $1,30 menjadi $1,34 per saham — menandai tahun ke-64 kenaikan dividen berturut-turut. Pada tingkat baru ini, dividen tahunan tercatat $5,36 per saham.
Yield saat ini sekitar 3,2%, hampir dua kali lipat rata-rata sektor kesehatan sebesar 1,8%. JNJ juga merupakan salah satu dari hanya dua perusahaan AS yang memiliki rating kredit AAA — standar keuangan tertinggi yang bisa dimiliki sebuah perusahaan.
Revenue JNJ tumbuh 9,1% year-over-year di Q4 2025 dengan full-year revenue mencapai $94,19 miliar. Produk unggulan DARZALEX tumbuh 26,6% dan TREMFYA melonjak 67,6%.
Cocok untuk: Investor yang ingin saham paling stabil di sektor kesehatan dengan yield kompetitif dan pertumbuhan dividen yang sangat terprediksi.
Yang perlu diperhatikan: Tekanan dari litigasi hukum yang sedang berjalan dan penurunan beberapa produk lama.
7. Coca-Cola (KO)
Sektor: Konsumer | Dividend Yield: ~3,0% | Streak: 63 tahun berturut-turut
Coca-Cola menutup 2025 dengan pertumbuhan organik yang stabil dan kenaikan dividen ke-63 secara berturut-turut, menjadikannya salah satu Dividend King paling ikonik di Wall Street.
Warren Buffett adalah pemegang saham terkenal Coca-Cola. Perusahaan global ini terus tumbuh melalui premiumisasi produk dan ekspansi di pasar negara berkembang.
Permintaan minuman tidak akan turun drastis bahkan di rezesi — itulah mengapa Coca-Cola adalah definisi bisnis defensif. Ketika pasar saham jatuh, orang masih membeli Coca-Cola.
Cocok untuk: Investor pemula yang ingin saham dividen paling mudah dipahami dan paling tahan terhadap kondisi ekonomi apapun.
Yang perlu diperhatikan: Pertumbuhan terbatas di pasar jenuh dan tekanan regulasi gula di berbagai negara.
8. Procter & Gamble (PG)
Sektor: Konsumer | Dividend Yield: ~2,4% | Streak: 69 tahun berturut-turut
Procter & Gamble telah membayar dividen selama 135 tahun berturut-turut dan menumbuhkan dividennya selama 69 tahun berturut-turut — salah satu streak terpanjang di antara semua saham publik di dunia.
Merek-merek P&G seperti Tide, Pampers, dan Gillette mendominasi kategorinya masing-masing.
Produk P&G adalah kebutuhan pokok yang dibeli ulang setiap bulan. Permintaannya tidak berubah apapun kondisi ekonomi — inilah yang memungkinkan perusahaan menaikkan dividen bahkan di masa krisis terdalam sekalipun.
Cocok untuk: Investor ultra-konservatif yang menginginkan stabilitas absolut dan tidak keberatan dengan yield yang lebih rendah.
Yang perlu diperhatikan: Yield paling rendah di antara kategori stabilitas — ini harga yang wajar untuk keamanan tertinggi.
Saham Dividen Growth 2026
Yield-nya terlihat kecil hari ini. Tapi dengan pertumbuhan dividen 10–32% per tahun, inilah yang berpotensi memberikan return terbesar dalam jangka panjang melalui efek snowball — dividen yang terus tumbuh setiap tahun jauh lebih powerful dari dividen tinggi yang stagnan.
9. Microsoft (MSFT)
Sektor: Teknologi | Dividend Yield: ~0,86% | Streak: 21 tahun berturut-turut
Microsoft memiliki rating keamanan dividen A+ dengan 24 tahun kenaikan dividen berturut-turut dan yield forward sebesar 0,86%. Microsoft menaikkan dividennya setiap tahun selama lebih dari 20 tahun dan bisnis AI serta cloud-nya memberikan landasan pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Yield saat ini sekitar 0,86% namun tumbuh lebih dari 10% per tahun.
Ilustrasi snowball: Investor yang beli MSFT 10 tahun lalu dengan yield awal sekitar 1,5% kini menikmati yield on cost yang jauh lebih tinggi karena dividennya terus naik setiap tahun — ditambah kenaikan harga saham yang signifikan dari dominasi cloud Azure dan AI.
Cocok untuk: Investor berusia di bawah 45 tahun dengan horizon investasi 10+ tahun yang ingin kombinasi pertumbuhan dividen dan capital appreciation dari perusahaan teknologi terbesar dunia.
Yang perlu diperhatikan: Yield saat ini sangat kecil — tidak cocok untuk investor yang butuh penghasilan pasif besar sekarang.
10. Broadcom (AVGO)
Sektor: Semikonduktor | Dividend Yield: ~0,65% | Streak: 15 tahun berturut-turut
Broadcom menaikkan dividen kuartalan sebesar 10% menjadi $0,65 per saham, menandai kenaikan tahunan ke-15 berturut-turut. Dividen tahunan per saham telah naik dari $0,04 di 2011 menjadi $2,60 di 2026 — mencerminkan compounded annual growth rate sebesar 32%. Perusahaan ini juga memiliki backlog terkait AI sebesar $73 miliar yang akan dikirimkan dalam 18 bulan ke depan.
Dividen tahunan per saham diproyeksikan akan tumbuh menjadi $4,60 per saham pada tahun fiskal 2030.
Cocok untuk: Investor jangka panjang yang ingin eksposur ke pertumbuhan AI dengan dividen yang tumbuh paling cepat di antara semua perusahaan teknologi besar.
Yang perlu diperhatikan: Valuasi sudah tinggi — masuk di harga yang wajar, bukan hanya karena momentum pasar.
Perbandingan Lengkap 10 Saham Dividen AS Terbesar 2026
| # | Nama | Ticker | Yield | Streak | Kategori |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Verizon | VZ | ~6–7% | Belasan tahun | Yield Tinggi |
| 2 | Philip Morris | PM | ~5,67% | Belasan tahun | Yield Tinggi |
| 3 | Enbridge | ENB | ~5,4% | 31 tahun | Yield Tinggi |
| 4 | Realty Income | O | ~5% | 31+ tahun | Yield Tinggi |
| 5 | Chevron | CVX | ~3,4–4% | 39 tahun | Yield Tinggi |
| 6 | Johnson & Johnson | JNJ | ~3,2% | 64 tahun | Stabilitas |
| 7 | Coca-Cola | KO | ~3,0% | 63 tahun | Stabilitas |
| 8 | Procter & Gamble | PG | ~2,4% | 69 tahun | Stabilitas |
| 9 | Microsoft | MSFT | ~0,86% | 21 tahun | Growth |
| 10 | Broadcom | AVGO | ~0,65% | 15 tahun | Growth |
Data yield per April 2026. Dapat berubah sewaktu-waktu.
Mana yang Cocok untuk Kamu?
Butuh penghasilan pasif besar sekarang
Mulai dari #1–#4 yaitu Verizon, Philip Morris, Enbridge, atau Realty Income. Keempatnya menawarkan yield di atas 5% per tahun dari bisnis dengan cash flow yang kuat dan rekam jejak pembayaran dividen yang solid.
Prioritas keamanan dan konsistensi
Pilih dari #6–#8 yaitu JNJ, KO, atau PG. Yield-nya tidak tertinggi, tapi ketiga saham ini hampir nol risiko dipotong dividennya bahkan di kondisi ekonomi terburuk sekalipun.
Investasi jangka panjang 10+ tahun
Pertimbangkan #9–#10 yaitu MSFT atau AVGO. Yield-nya kecil sekarang, tapi pertumbuhan dividennya 10–32% per tahun akan jauh melampaui saham yield tinggi yang stagnan dalam jangka panjang.
Portofolio paling seimbang
Ambil satu dari masing-masing kategori. Misalnya VZ untuk yield tinggi, KO untuk stabilitas, dan MSFT untuk growth. Kombinasi ini memberikan diversifikasi yang mencakup ketiganya sekaligus.
Cara Mulai Investasi Saham Dividen AS di Nanovest
Semua 10 saham di daftar ini bisa kamu beli di Nanovest mulai dari Rp5.000 — tanpa perlu membuka akun di broker luar negeri, tanpa biaya transaksi, dan dengan antarmuka yang simpel.
Nanovest adalah platform investasi terdaftar resmi Bappebti dan portofolio saham AS kamu diasuransikan hingga USD 500.000 oleh Securities Investor Protection Corporation (SIPC) Amerika Serikat.
FAQ Saham Dividen AS 2026
Apa itu saham dividen?
Saham dividen adalah saham perusahaan yang secara rutin membagikan sebagian keuntungannya kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai. Pembayaran biasanya dilakukan setiap kuartal, tapi ada juga yang bulanan seperti Realty Income.
Kenapa yield Verizon bisa setinggi 6–7%?
Yield tinggi bisa disebabkan dua hal: dividen yang besar atau harga saham yang turun. Dalam kasus Verizon, keduanya berkontribusi. Morningstar menilai sahamnya masih undervalued 25% dari nilai wajar, sehingga ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang.
Apakah saham dengan yield terendah di daftar ini layak dibeli?
Ya, justru untuk jangka panjang. Microsoft dan Broadcom memiliki pertumbuhan dividen 10–32% per tahun. Investor yang membeli sekarang akan menikmati yield on cost yang jauh lebih tinggi dalam 10–15 tahun ke depan — itulah efek snowball dividen.
Apa itu Dividend King?
Dividend King adalah perusahaan yang telah menaikkan dividennya setiap tahun selama minimal 50 tahun berturut-turut tanpa pernah memotongnya. JNJ, KO, dan PG semuanya termasuk kategori ini.
Kapan dividen dibayarkan ke investor?
Tergantung perusahaan. Kebanyakan saham AS membayar dividen setiap kuartal. Realty Income adalah pengecualian karena membayar setiap bulan. Sebagai investor di Nanovest, dividen akan masuk ke saldo wallet kamu sesuai jadwal masing-masing perusahaan.
Berapa pajak dividen saham AS untuk investor Indonesia?
Dividen dari saham AS dikenakan withholding tax sebesar 30% untuk investor non-AS secara default. Pastikan kamu memahami implikasi pajak ini sebelum berinvestasi dan konsultasikan dengan ahli pajak jika diperlukan.






