Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan yang sempat membawa harga menembus area US$77.000. Dalam beberapa hari terakhir, aset kripto terbesar di dunia itu turun hingga mendekati US$72.000, level terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir.
Penurunan ini terjadi di tengah kombinasi berbagai sentimen negatif yang membebani pasar. Arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat masih berlanjut, sementara kekhawatiran mengenai inflasi dan prospek suku bunga yang tetap tinggi turun menekan minat terhadap aset berisiko.
Di sisi lain, beberapa perusahaan yang sebelumnya mengadopsi strategi akumulasi Bitcoin juga mulai mengurangi eksposurnya. Sequans Communications mengumumkan rencana untuk menjual seluruh kepemilikan Bitcoin yang dimiliki perusahaan, sementara sejumlah perusahaan publik dan penambang kripto juga dilaporkan melakukan pengurangan posisi.
Kondisi tersebut membuat Bitcoin kini berada di sekitar 16% di bawah level tertinggi terbarunya dan kembali menguji area support penting di kisaran US$70.000 hingga US$75.000.
Investor Ritel Mulai Masuk Saat Harga Turun
Meski sentimen pasar terlihat negatif, data perdagangan menunjukkan perilaku yang berbeda dari investor ritel.
Menurut data Hyblock, ketika Bitcoin turun di bawah US$73.000, rasio bid-ask di pasar spot mulai bergerak positif untuk pertama kalinya sejak pertengahan April. Kondisi ini menunjukkan bahwa pesanan beli mulai mendominasi order book saat harga melemah.
Data lain juga menunjukkan lebih dari 64% akun futures ritel saat ini memegang posisi long atau bertaruh pada kenaikan harga Bitcoin. Dalam pengamatan historis Hyblock, kondisi serupa sebelumnya sering diikuti oleh kinerja harga yang positif dalam beberapa hari berikutnya.
Aktivitas pembelian saat harga turun juga terlihat di Binance. Dalam sekitar 10 jam terakhir, trader yang melakukan strategi buy the dip menghasilkan volume pembelian ratusan juta dolar baik di pasar spot maupun futures.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa sebagian investor ritel mulai melihat area harga saat ini sebagai zona diskon, meskipun ketidakpastian pasar masih tinggi.
Opsi Bitcoin US$9 Miliar Jadi Sorotan Baru Pasar
Selain tekanan dari ETF dan faktor makroekonomi, perhatian investor kini juga tertuju pada jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin senilai sekitar US$9 miliar yang akan berlangsung pada akhir pekan ini.
Data dari Deribit menunjukkan posisi bearish saat ini memiliki keuntungan yang lebih besar apabila harga Bitcoin tetap berada di bawah US$74.000 saat kontrak berakhir.
Jika skenario tersebut terjadi, nilai opsi jual (put) yang menguntungkan diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan opsi beli (call), memberikan keunggulan bagi pelaku pasar yang bertaruh pada penurunan harga.
Meski demikian, pasar opsi belum menunjukkan kepanikan ekstrem. Rasio put-to-call saat ini masih berada di level yang relatif netral, menandakan investor belum sepenuhnya mengantisipasi skenario penurunan tajam seperti yang biasanya terjadi menjelang fase bearish yang lebih agresif.
Namun untuk jangka pendek, kombinasi arus keluar ETF, posisi opsi, dan sentimen makro membuat peluang pemulihan cepat masih cukup terbatas.
Area US$70.000 Jadi Ujian Penting Berikutnya
Saat ini perhatian pasar tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area US$70.000 hingga US$72.000 sebagai support utama.
Zona tersebut telah menjadi area penting sepanjang tahun 2026 karena banyak posisi leverage dan aktivitas akumulasi investor terbentuk di kisaran tersebut. Jika support mampu bertahan, peluang terjadinya rebound masih terbuka, terutama dengan munculnya aktivitas pembelian dari investor ritel.
Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut dan level tersebut gagal dipertahankan, pasar berpotensi memasuki fase koreksi yang lebih dalam sebelum menemukan keseimbangan baru.
Untuk sementara, data menunjukkan bahwa investor institusional cenderung berhati-hati, sementara investor ritel mulai memanfaatkan penurunan harga untuk menambah posisi mereka. Pertanyaan besarnya kini adalah apakah pembelian tersebut cukup kuat untuk menghentikan tekanan jual yang masih mendominasi pasar.
Untuk mengikuti perkembangan Bitcoin, aset kripto, dan pasar global, kamu bisa mendapatkan update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest. Jika ingin mulai berinvestasi di aset kripto, saham AS, maupun berbagai aset global lainnya, kamu juga bisa melakukannya dengan mudah melalui Nanovest.






