Okt 27, 2021

Apa Itu NASDAQ, Sejarah, dan Perhitungan Indeksnya

Apa Itu NASDAQ, Sejarah, dan Perhitungan Indeksnya

Investasi saham di luar negeri, terutama Amerika Serikat (AS), cukup menjanjikan. Hal ini didukung berbagai bursa saham yang tersedia. Misalnya saja Wall Street, yang merupakan nama beken dari New York Stocks Exchange (NYSE).

Selain Wall Street, ada juga bursa saham lain yang cukup menjanjikan. Salah satunya adalah National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ).

NASDAQ adalah bursa saham yang dioperasikan oleh National Association of Securities Dealers. Ketika memulai perdagangan pada 4 Februari 1971, NASDAQ merupakan bursa saham elektronik pertama di dunia. Dengan kata lain, NASDAQ adalah pasar saham elektronik tertua di dunia sekaligus menjadi salah satu bursa terbesar di AS.

NASDAQ tidak memiliki lokasi yang menjadi pusat perdagangan atau lantai bursa. Tetapi, bursa saham ini menggunakan sistem perdagangan otomatis, pasar terbuka, multiple dealer trading system, dengan banyak pelaku pasar bersaing untuk menangani transaksi di masing-masing saham individual.

NASDAQ menangani lebih banyak penawaran umum perdana (IPO) daripada bursa AS lainnya. Istilah NASDAQ juga merujuk pada NASDAQ Composite, indeks saham yang terdiri atas lebih dari 3.000 saham perusahaan teknologi dan bioteknologi terdepan seperti Apple, Google, Microsoft, Oracle, hingga Amazon.

Tertarik investasi saham di Bursa NASDAQ? Yuk cari tahu mengenai sejarah, NASDAQ Composite, hingga perbedaan indeks pada NASDAQ dan bursa lainnya.

Sejarah NASDAQ

NASDAQ secara resmi terpisah dari NASD dan mulai beroperasi sebagai bursa efek nasional pada 2006. Setahun kemudian, NASDAQ dikombinasikan dengan kelompok bursa OMX dari Skandinavia, menjadikan grup NASDAQ OMX, sebagai perusahaan bursa terbesar di seluruh dunia, yang menangani 1 dari 10 transaksi efek di dunia.

Berkantor pusat di New York, NASDAQ OMX mengoperasikan 26 pasar –terutama ekuitas, dan juga termasuk option, fixed income, derivatif dan komoditas– serta tiga clearinghouse dan lima central securities depositories di AS dan Eropa.

Teknologi mutakhirnya digunakan oleh 70 bursa di 50 negara seluruh dunia. Sistem perdagangan terkomputerisasi NASDAQ awalnya dirancang sebagai alternatif dari sistem “spesialis” yang tidak efisien, yang telah dijadikan model selama hampir satu abad.

Evolusi teknologi yang cepat telah menjadikan model perdagangan elektronik NASDAQ menjadi standar untuk bursa di seluruh dunia. Sebagai pemimpin dalam teknologi perdagangan sejak awal, menjadi lazim jika para raksasa teknologi dunia memilih untuk mencatatkan diri di NASDAQ.

Ketika sektor teknologi tumbuh pesat pada 1980-an dan 1990-an, NASDAQ menjadi bursa paling banyak dipilih oleh perusahaan di sektor ini.

Namun, sejarah NASDAQ tidak terlepas dari pembentukannya pada Februari 1971. Idenya adalah untuk menggabungkan teknologi baru –pada waktu itu adalah komputer– untuk membuat perdagangan se-elektronik dan seefisien mungkin. 

NASDAQ kemudian mengalami persaingan dengan NYSE. Menyiasatinya, NASDAQ semakin fokus pada teknologi sebagai pembeda. Pasar saham NASDAQ menjadi yang pertama yang memungkinkan perdagangan online. Dan tidak seperti NYSE, NASDAQ tidak memiliki dasar perdagangan dengan orang-orang menerima pesanan satu sama lain alias murni elektronik.

NASDAQ terus memperluas pasar sahamnya melalui kemitraan dan akuisisi. Misalnya, mengakuisisi Philadelphia Stock Exchange dan kemudian membentuk “hubungan antarbenua” pertama dengan London Stock Exchange pada 1992.

Apa Itu NASDAQ Composite?

Indeks saham adalah salah satu acuan bagi investor untuk membeli saham terbaik. Pada Bursa NASDAQ, terdapat beberapa indeks. Salah satunya adalah NASDAQ Composite.

Jadi, ketika seorang investor bertanya-tanya apa yang terjadi dengan sektor teknologi, mereka biasanya beralih ke NASDAQ Composite. Meskipun lebih banyak perusahaan telah mencatatkan saham mereka di NASDAQ Exchange, 3.000 lebih saham pilihan masuk dalam indeks saham ini.

Adapun beberapa keunggulan yang ditawarkan NASDAQ Composite yaitu:

  1. Semua perusahaan yang terdaftar di NASDAQ masuk dalam indeks ini. Sebagian besar perusahaan bergerak di bidang teknologi. Hal ini memberikan pengaruh atas bobot perusahaan tersebut karena masuk dalam daftar Indeks NASDAQ Composite.
  2. Saham diukur dalam indeks untuk memperhitungkan kapitalisasi pasar masing-masing perusahaan. Jika investor ingin membeli saham teknologi, Indeks NASDAQ Composite bisa jadi acuan karena bisa memilih perusahaan berkapitalisasi raksasa.
  3. Jangkauan internasional indeks ini tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, NASDAQ Composite melampaui indeks global lain seperti S&P 500 dan Dow Jones.
  4. Indeks NASDAQ Composite tak melulu tentang teknologi. Kamu juga bisa membeli berbagai perusahaan global, termasuk American Depository Receipts (ADR adalah perdagangan saham asing di AS).

Bagaimana Perhitungan Indeks NASDAQ Composite?

Sepanjang hari, NASDAQ Composite dihitung berdasarkan harga yang ditinjau setiap detik. Pada akhir hari perdagangan, NASDAQ Composite akhir ditentukan dan dilaporkan pada 16:16 EST (pasar tutup perdagangan pada 4:00 EST).

Dengan jumlah saham lebih dari 3.000, NASDAQ Composite dalam proses menghitungnya melibatkan tiga elemen yaitu angka/bobot, harga terakhir, dan pembagi indeks.

Bagaimana cara kerjanya?

  • NASDAQ menggunakan metode pembobotan saham dengan kapitalisasi pasarnya untuk memastikan pengaruhnya terhadap angka akhir sesuai dengan ukuran perusahaan.
  • Semua bobot saham dari setiap sekuritas yang terlibat dikalikan dengan harga sekuritas terbaru.
  • Jumlah dari angka-angka itu kemudian dibagi dengan “pembagi indeks” yang ditentukan oleh NASDAQ.
  • Setelah itu, Indeks Composite terbentuk.

Meski demikian, tidak semua NASDAQ Composite adalah saham teknologi. Kamu harus tahu bahwa ada beberapa sektor lain di luar teknologi yaitu:

  • Tech (46,40%)
  • Layanan Konsumen (20,16%)
  • Kesehatan (10,86%)
  • Keuangan (8,59%)
  • Industrials (6,32%)
  • Barang Konsumsi (5,49%)
  • Minyak & Gas (0,71%)
  • Telekomunikasi (0,70%)
  • Bahan Dasar (0,47%)
  • Utilitas (0,30%).

Perbedaan NASDAQ Composite, Dow, dan S&P 500

Sekadar informasi, NASDAQ Composite, Dow Jones Industrial Average (Indeks Dow) , dan S&P 500 adalah tiga besar indeks saham di dunia. Sebagai pemula dalam investasi saham Amerika, kamu perlu tahu perbedaan dari ketiga indeks tersebut.

Berikut penjelasan singkatnya:

1. Jumlah perusahaan

Indeks Dow (30 perusahaan), S&P 500 (500 perusahaan), dan NASDAQ Composite (lebih dari 3.000 perusahaan).

2. Fokus indeks

Indeks Dow populer sebagai klub elit perusahaan blue chips, S&P 500 sering dianggap sebagai gambaran yang lebih baik dari pasar saham AS. Sementara, NASDAQ Composite menunjukkan bagaimana pasar teknologi yang lebih luas, dengan memasukkan kelompok perusahaan yang besar dan beragam dari sektor teknologi.

3. Perhitungan

Cara perhitungan Indeks Dow adalah menghitung perusahaan dengan harga saham dolar tertinggi memiliki bobot terbesar dalam indeks dan karenanya akan paling banyak mempengaruhi angka Dow.

Sementara, S&P 500 dan NASDAQ sama-sama diukur oleh kapitalisasi pasar, yang lebih masuk akal sebagai refleksi efektif dari apa yang diukur indeks. Itu karena nilai perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar memperhitungkan harga saham dan jumlah saham yang beredar di pasar.

Demikian ulasan mengenai NASDAQ. Jika kamu tertarik berinvestasi saham di indeks ini, kamu bisa unduh aplikasi Nanovest.io terlebih dulu. Selamat berinvestasi!

Apa Itu NASDAQ, Sejarah, dan Perhitungan Indeksnya
by Nona dari Nanovest

0 comments


Artikel lainnya