Musim laporan keuangan kuartal II tinggal menghitung hari, tetapi perhatian investor sudah lebih dulu berubah. Jika beberapa pekan terakhir pasar banyak digerakkan oleh sentimen makro dan geopolitik, kini fokus mulai beralih pada satu hal yang lebih mendasar: apakah perusahaan-perusahaan besar mampu memenuhi ekspektasi laba yang telah naik cukup tinggi sepanjang semester pertama. Konsensus analis memperkirakan perusahaan dalam indeks S&P 500 akan mencatat pertumbuhan laba sekitar 23% pada kuartal II, jauh lebih tinggi dibanding proyeksi awal tahun. Artinya, ruang bagi perusahaan untuk mengecewakan pasar juga semakin besar.
Kondisi tersebut membuat investor semakin selektif dalam memilih saham. Perusahaan yang memiliki visibilitas pendapatan yang kuat, strategi ekspansi yang jelas, serta kemampuan mengubah investasi menjadi pertumbuhan laba cenderung menjadi pilihan utama menjelang dimulainya earnings season. Tema AI tetap menjadi pendorong penting di sektor teknologi, sementara sektor keuangan diperkirakan akan menjadi pembuka musim laporan keuangan dan memberikan gambaran awal mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 10 Juli 2026
1. Tesla Inc. (TSLA) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp7.255.153
- Target Price 1: Rp7.500.515
- Target Price 2: Rp7.685.915
- Stop Loss: Rp6.990.982
Mengapa Menarik?
Tesla tetap menjadi salah satu saham growth yang paling diperhatikan investor menjelang musim laporan keuangan. Pada kuartal kedua, perusahaan berhasil mengirimkan lebih dari 480 ribu kendaraan, melampaui ekspektasi pasar dan menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk Tesla masih tetap kuat di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin ketat.
Di luar bisnis otomotif, perhatian investor juga tertuju pada pengembangan Robotaxi dan teknologi Full Self-Driving yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru dalam beberapa tahun ke depan. Walaupun monetisasinya masih membutuhkan waktu, peluang bisnis dari layanan mobilitas otonom dinilai sangat besar dan berpotensi memperluas sumber pendapatan Tesla.
Perusahaan juga mulai menunjukkan perbaikan margin laba kotor melalui berbagai langkah efisiensi produksi dan pengendalian biaya. Kondisi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi Tesla untuk terus berinvestasi pada AI, robotika, dan pengembangan kendaraan generasi berikutnya.
Dengan kombinasi volume penjualan yang solid, inovasi teknologi, dan prospek bisnis otonom yang terus berkembang, Tesla tetap menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang yang menarik.
2. BlackRock Inc. (BLK) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp18.278.443
- Target Price 1: Rp18.680.515
- Target Price 2: Rp18.945.285
- Stop Loss: Rp17.616.300
Mengapa Menarik?
BlackRock terus memperkuat posisinya sebagai manajer aset terbesar di dunia melalui inovasi produk dan strategi investasi yang adaptif. Salah satu langkah terbarunya adalah peluncuran ETF Nasdaq 100 berbiaya rendah yang ditujukan untuk memperluas pangsa pasar di industri ETF yang semakin kompetitif.
Menjelang laporan keuangan kuartal kedua, prospek perusahaan juga didukung oleh arus masuk dana yang tetap kuat serta meningkatnya permintaan terhadap produk investasi pasif. Di tengah volatilitas pasar, kemampuan BlackRock mengelola portofolio lintas aset menjadi salah satu keunggulan kompetitif utama.
Perusahaan juga terus menyesuaikan eksposurnya terhadap sektor AI dan teknologi untuk menangkap peluang pertumbuhan sekaligus mengelola risiko. Pendekatan investasi yang fleksibel ini membantu BlackRock mempertahankan posisinya sebagai salah satu pengelola aset paling berpengaruh di pasar global.
Dengan skala bisnis yang besar, inovasi produk yang berkelanjutan, dan momentum industri ETF yang masih positif, BlackRock memiliki prospek pertumbuhan yang tetap menarik.
3. JP Morgan Chase & Co. (JPM) —BUY
- Range Buy: Rp6.017.057
- Target Price 1: Rp6.140.972
- Target Price 2: Rp6.275.855
- Stop Loss: Rp5.870.887
Mengapa Menarik?
JPMorgan Chase memasuki musim laporan keuangan sebagai salah satu bank besar dengan fundamental paling solid. Konsensus analis memperkirakan pertumbuhan laba dan pendapatan yang tetap kuat, didukung oleh bisnis perbankan, pasar modal, serta manajemen aset yang terus berkembang.
Selain kinerja operasional, JPMorgan juga mempercepat transformasi digital melalui kerja sama dengan SambaNova untuk memperkuat kapabilitas AI dalam analisis data, manajemen risiko, dan efisiensi operasional. Langkah ini menunjukkan bahwa AI mulai menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.
Di tengah perkembangan teknologi keuangan yang semakin pesat, JPMorgan juga terus mengeksplorasi berbagai inovasi di bidang blockchain dan pembayaran digital guna mempertahankan daya saingnya sebagai institusi keuangan global.
Dengan profitabilitas yang kuat, kualitas aset yang terjaga, dan strategi teknologi yang progresif, JPMorgan tetap menjadi salah satu pilihan utama di sektor perbankan Amerika Serikat.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| TSLA | Spec. Buy | Rp7.255.153 | Rp7.500.515 | Rp7.685.915 | Rp6.990.982 |
| BLK | Spec. Buy | Rp18.278.443 | Rp18.680.515 | Rp18.945.285 | Rp17.616.300 |
| JPM | Buy | Rp6.017.057 | Rp6.140.972 | Rp6.275.855 | Rp5.870.887 |
Kesimpulan
Menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal II, investor semakin memprioritaskan perusahaan yang memiliki katalis bisnis yang jelas dan prospek pertumbuhan yang berkelanjutan. Broadcom memperkuat visibilitas pendapatan melalui kontrak strategis dengan Apple, NVIDIA tetap menjadi pemimpin dalam ekosistem AI global, sementara Chevron memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak dan strategi operasional yang disiplin.
Ingin memantau pergerakan TSLA, BLK, dan JPM secara real-time? Kamu bisa menemukan saham-saham AS tersebut langsung di aplikasi Nanovest dan mengikuti update pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






