Meta Platforms (META) mengakui bahwa pengembangan teknologi agen AI masih berjalan lebih lambat dari target internal perusahaan. Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Mark Zuckerberg dalam pertemuan internal, beberapa hari setelah Meta menjadi sorotan karena rencana memasuki bisnis cloud untuk memonetisasi infrastruktur AI yang dimilikinya.
Pernyataan ini memberi gambaran bahwa meski belanja AI terus meningkat dan restrukturisasi perusahaan telah dilakukan secara besar-besaran, Meta masih menghadapi tantangan untuk mempercepat pengembangan teknologi yang diharapkan menjadi fondasi layanan AI generasi berikutnya.
Restrukturisasi Besar Belum Berikan Hasil Sesuai Harapan
Dalam pertemuan tersebut, Zuckerberg mengatakan perkembangan agen AI selama beberapa bulan terakhir belum mengalami percepatan seperti yang diharapkan. Ia juga mengakui bahwa proses reorganisasi perusahaan tidak berjalan semulus rencana awal dan sejumlah asumsi manajemen mengenai waktu implementasi ternyata meleset.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Meta memangkas sekitar 10% tenaga kerja global pada Mei lalu dan memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke berbagai proyek AI. Langkah ini dilakukan untuk mengalokasikan lebih banyak sumber daya bagi pengembangan kecerdasan buatan sekaligus mendukung investasi infrastruktur yang terus meningkat.
Meski demikian, Zuckerberg menegaskan arah strategi perusahaan tidak berubah. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena Meta ingin bergerak lebih cepat dalam persaingan AI yang semakin ketat.
Meta Yakin Investasi AI Akan Mulai Terlihat Hasilnya
Meta diperkirakan menggelontorkan belanja modal hingga US$145 miliar tahun ini untuk memperluas pusat data, memperkuat kapasitas komputasi, serta mengembangkan model AI generasi terbaru. Nilai tersebut menjadi bagian dari gelombang investasi AI Big Tech yang diperkirakan melampaui US$700 miliar secara keseluruhan.
Meski perkembangan agen AI belum memenuhi ekspektasi, Zuckerberg memperkirakan manfaat dari investasi tersebut mulai terlihat dalam tiga hingga enam bulan mendatang. Optimisme itu didasarkan pada berbagai pengembangan model AI, peningkatan efisiensi internal, dan kemampuan AI untuk mengotomatisasi lebih banyak pekerjaan di dalam perusahaan.
Beberapa waktu lalu, Meta juga mengungkapkan rencana membangun bisnis cloud yang memungkinkan perusahaan menjual kapasitas komputasi AI yang tidak digunakan kepada pelanggan eksternal. Langkah tersebut dipandang sebagai salah satu cara untuk menghasilkan pendapatan baru sekaligus memaksimalkan investasi infrastruktur AI yang sangat besar.
Meta Perkuat Pengamanan Pengembangan AI
Dalam pertemuan yang sama, Chief Technology Officer Meta Andrew Bosworth juga memberikan pembaruan terkait evaluasi perangkat lunak internal yang sempat menuai kontroversi karena melacak aktivitas komputer karyawan untuk membantu pengembangan AI.
Hasil investigasi internal menunjukkan tidak ada data karyawan yang digunakan untuk melatih model AI perusahaan. Meta juga menyatakan bahwa apabila program tersebut diaktifkan kembali, penggunaannya akan bersifat sukarela melalui sistem opt-in, berbeda dengan implementasi sebelumnya yang tidak menyediakan pilihan untuk menolak.
Langkah ini menunjukkan bahwa selain mengejar percepatan inovasi AI, Meta juga mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek tata kelola dan perlindungan data dalam proses pengembangan teknologinya.
Baca berita lainnya terkait Meta di halaman ini.
Pantau perkembangan Meta dan saham teknologi global lainnya, mulai investasi saham AS di Nanovest, serta ikuti News dan Artikel Tips Nanovest untuk mendapatkan insight pasar terbaru dan peluang investasi berikutnya.
Referensi +
- Reuters: Exclusive-Meta's Zuckerberg says AI agent tech progressing slower than expected
- Seeking Alpha: Meta CEO says agent development not accelerating as expected: report






