Solana (SOL) kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah harga SOL mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir. Setelah sempat mencatat reli kuat dan mendekati level US$98 pada awal Mei, momentum kenaikan mulai melemah seiring meningkatnya aksi ambil untung dan menurunnya aktivitas jaringan.
Tekanan tersebut membuat harga SOL turun sekitar 15% dari level tertingginya minggu ini dan kembali menguji area support di sekitar US$83 hingga US$90.
Di saat yang sama, data pasar derivatif mulai menunjukkan perubahan sentimen investor. Tingkat pendanaan kontrak futures perpetual Solana kini berbalik negatif, menandakan meningkatnya permintaan terhadap posisi short atau taruhan penurunan harga.
Meski begitu, sebagian analis masih melihat struktur jangka menengah Solana tetap relatif kuat selama support utama tidak ditembus.
Sentimen Futures Berubah Negatif
Salah satu sinyal yang paling diperhatikan trader saat ini adalah perubahan funding rate atau tingkat pendanaan di pasar futures perpetual Solana.
Data terbaru menunjukkan funding rate SOL turun menjadi sekitar -3%, berbalik cukup tajam dari level positif +8% hanya beberapa hari sebelumnya. Dalam kondisi pasar normal, funding rate biasanya tetap positif karena dominasi posisi bullish.
Perubahan ke zona negatif menunjukkan bahwa trader mulai lebih agresif membuka posisi short setelah SOL gagal mempertahankan momentum kenaikannya di area resistensi US$98.
Penurunan ini juga terjadi bersamaan dengan melemahnya minat leverage bullish di pasar derivatif. Sejak harga SOL turun di bawah US$90, permintaan terhadap posisi long mulai berkurang secara signifikan.
Meski kondisi tersebut meningkatkan kehati-hatian pasar, beberapa analis menilai belum ada tanda bahwa Solana benar-benar memasuki tren bearish besar. Area support US$78 hingga US$83 masih dianggap sebagai zona penting yang perlu dijaga untuk mempertahankan struktur bullish jangka menengah.
Aktivitas DEX Solana Mulai Melambat
Selain tekanan teknikal, pelemahan harga SOL juga dipengaruhi oleh penurunan aktivitas jaringan Solana dalam beberapa bulan terakhir.
Volume perdagangan mingguan di decentralized exchange (DEX) Solana kini turun menjadi sekitar US$11 miliar, jauh lebih rendah dibanding rata-rata sekitar US$25 miliar pada Januari lalu.
Pendapatan aplikasi terdesentralisasi (DApps) Solana juga ikut menurun, dari sekitar US$35 juta per minggu menjadi mendekati US$20 juta.
Meski masih menjadi salah satu blockchain dengan ekosistem DApps terbesar, pasar mulai melihat adanya perlambatan aktivitas terutama di sektor memecoin yang sebelumnya menjadi pendorong utama pertumbuhan Solana.
Beberapa platform seperti Pump, Jupiter, Phantom, dan Kamino masih mendominasi ekosistem Solana. Namun investor kini mulai mempertanyakan apakah hype memecoin yang sempat mendorong lonjakan aktivitas jaringan bisa kembali sebesar awal tahun.
Persaingan dari Base dan Hyperliquid Mulai Terasa
Di tengah perlambatan tersebut, persaingan antar blockchain juga semakin ketat.
Hyperliquid mulai menarik perhatian pasar lewat dominasi mereka di perdagangan perpetual futures dengan sistem yang dirancang khusus untuk trading berkecepatan tinggi. Sementara itu, Base milik Coinbase terus memperkuat posisinya sebagai jaringan layer-2 Ethereum dengan integrasi yang lebih dekat ke ekosistem Coinbase.
Kedua jaringan ini mulai dianggap sebagai ancaman langsung bagi dominasi Solana, terutama dalam perebutan volume DEX dan aktivitas pengguna.
Meski demikian, Solana masih mempertahankan posisi kuat dari sisi total value locked (TVL), dengan nilai sekitar US$5,9 miliar. Angka tersebut masih berada di atas Base dan BNB Chain, meski tetap jauh di bawah Ethereum yang mendominasi dengan TVL lebih dari US$43 miliar.
Pasar juga sempat menyoroti dugaan aktivitas bot dan manipulasi volume di beberapa aplikasi berbasis Solana. Sejumlah analis on-chain menemukan pola transaksi yang dinilai tidak natural pada beberapa platform perdagangan aset sintetis di jaringan tersebut.
Walau belum ada bukti pasti terkait manipulasi, temuan tersebut ikut menambah kehati-hatian investor terhadap aktivitas jaringan Solana saat ini.
Fokus Pasar Kini Ada di Area Support Penting
ntuk jangka pendek, trader kini memantau apakah SOL mampu bertahan di atas area support utama sekitar US$83 hingga US$78.
Jika support ini tetap terjaga dan aktivitas jaringan kembali membaik, Solana masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren bullish yang lebih besar, terutama jika sentimen pasar kripto kembali positif.
Namun jika tekanan jual berlanjut dan volume jaringan terus melemah, pasar mulai membuka kemungkinan koreksi yang lebih dalam sebelum momentum baru terbentuk.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan aset kripto seperti Solana, Bitcoin, hingga Ethereum, kamu bisa mulai investasi aset digital langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar kripto setiap harinya.






