Harga XRP kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah aktivitas investor besar atau whale meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Data terbaru menunjukkan lebih dari 720 juta XRP telah ditarik dari berbagai bursa kripto sejak awal Juni, seiring munculnya sejumlah indikator yang mulai mengarah pada potensi penguatan harga.
Pergerakan ini terjadi saat XRP berhasil kembali diperdagangkan di kisaran US$1,30 setelah sebelumnya tertekan oleh pelemahan pasar kripto yang lebih luas. Bagi banyak pelaku pasar, kombinasi arus keluar besar dari bursa dan membaiknya struktur pasar menjadi sinyal yang layak diperhatikan.
Whale Dominasi Arus Keluar XRP dari Bursa
Berdasarkan data CryptoQuant, lebih dari 722 juta XRP telah keluar dari bursa kripto antara 3 hingga 14 Juni. Sebagian besar transaksi berasal dari dompet berukuran besar dengan nilai lebih dari 1 juta XRP per transaksi.
Binance menjadi kontributor terbesar dengan sekitar 425 juta XRP keluar dari platform tersebut. Meskipun arus keluar tidak selalu berarti investor sedang mengakumulasi aset, perpindahan token dari bursa ke dompet pribadi umumnya mengurangi jumlah XRP yang siap dijual di pasar.
Selain itu, aktivitas perdagangan XRP juga semakin terkonsentrasi di Korea Selatan. Pangsa arus dompet XRP di Upbit melonjak menjadi sekitar 31%, naik signifikan dari 13% sepekan sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2024.
Data lain menunjukkan bahwa penarikan dana masih didominasi oleh whale. Selisih aktivitas antara investor besar dan investor ritel di Binance saat ini mendekati 90%, mengindikasikan bahwa sebagian besar XRP yang keluar dari bursa berasal dari pemegang dengan kepemilikan besar.
Indikator Risiko Mulai Menunjukkan Peluang Akumulasi
Selain pergerakan whale, sejumlah metrik pasar juga mulai menarik perhatian analis.
Salah satunya adalah Sharpe Ratio XRP, indikator yang digunakan untuk mengukur imbal hasil relatif terhadap risiko. Saat ini, Sharpe Ratio XRP berada di sekitar -0,36, masih berada di wilayah negatif setelah sempat positif pada Mei lalu.
Secara historis, fase Sharpe Ratio negatif sering muncul ketika sentimen pasar masih lemah dan investor cenderung berhati-hati. Namun menariknya, periode tersebut juga beberapa kali menjadi titik awal pemulihan harga XRP dalam siklus sebelumnya.
Data historis menunjukkan bahwa ketika Sharpe Ratio XRP berada di area negatif, rata-rata imbal hasil berikutnya kerap melampaui 50%. Meski demikian, indikator ini tidak menjamin kenaikan harga secara langsung karena kondisi pasar secara keseluruhan tetap menjadi faktor penentu utama.
Target US$2 Mulai Kembali Dibicarakan
Di sisi teknikal, XRP berhasil mempertahankan pemulihan menuju US$1,30 setelah sempat mengalami tekanan beberapa minggu terakhir. Kombinasi berkurangnya pasokan di bursa, dominasi aktivitas whale, dan kondisi pasar yang mulai stabil membuat sejumlah analis kembali membahas peluang kenaikan lanjutan.
Meski masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tren bullish baru telah dimulai, banyak pelaku pasar melihat fase saat ini sebagai periode akumulasi yang menarik, terutama jika sentimen pasar kripto secara umum terus membaik.
Fokus investor kini tertuju pada apakah arus keluar dari bursa akan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Jika tekanan jual tetap rendah dan minat beli meningkat, XRP berpotensi membangun momentum menuju level harga yang lebih tinggi.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan XRP dan aset kripto lainnya secara real-time, kamu bisa mulai berinvestasi melalui aplikasi Nanovest. Jangan lupa juga ikuti News & Artikel Tips Nanovest untuk mendapatkan insight terbaru seputar pasar kripto, saham AS, dan peluang investasi global.






