Saham Strategy (MSTR) kembali menguat setelah perusahaan menunjukkan bahwa kebutuhan kasnya masih dapat dipenuhi tanpa harus kembali menjual Bitcoin.
Perusahaan milik Michael Saylor tersebut mengumpulkan sekitar US$263,5 juta melalui penjualan saham biasa Kelas A selama periode 13-19 Juli. Pada periode yang sama, Strategy tidak membeli maupun menjual Bitcoin (BTC), sehingga total kepemilikannya tetap berada di 843.775 BTC.
Pasar menyambut langkah tersebut dengan positif. Saham MSTR sempat naik sekitar 5% pada perdagangan Senin sebelum ditutup menguat 3,13%, mencerminkan sedikit pemulihan kepercayaan setelah sahamnya tertekan sepanjang 2026.
Strategy Tambah Kas Tanpa Mengurangi Bitcoin
Dana baru tersebut diperoleh melalui program penjualan saham at-the-market atau ATM, yang memungkinkan perusahaan menerbitkan saham secara bertahap sesuai kondisi pasar.
Strategy menjual sekitar 2,73 juta saham MSTR dalam periode pelaporan terbaru. Hasilnya membantu meningkatkan cadangan dolar AS perusahaan menjadi sekitar US$3,225 miliar, naik 7,5% dari US$3 miliar sepekan sebelumnya.
Cadangan kas tersebut memiliki peran penting karena Strategy harus memenuhi kewajiban pembayaran dividen atas saham preferen serta bunga atas utang yang masih berjalan. Dengan menggalang dana dari pasar saham, perusahaan memperoleh likuiditas tambahan tanpa harus mengurangi aset Bitcoin yang menjadi pusat strategi bisnisnya.
Langkah ini menjadi perhatian karena tekanan harga Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir telah memperbesar kekhawatiran terhadap struktur modal Strategy. Perusahaan kini memiliki berbagai jenis saham preferen, utang, dan kewajiban dividen yang membutuhkan arus kas dalam jumlah besar.
Simpanan Tetap 843.775 BTC
Kepemilikan Bitcoin Strategy saat ini tetap sebesar 843.775 BTC, dengan total biaya pembelian sekitar US$63,69 miliar. Rata-rata harga perolehannya tercatat sekitar US$75.476 per BTC.
Dengan harga Bitcoin saat laporan dirilis berada di sekitar US$64.657, posisi tersebut berarti nilai pasar kepemilikan BTC Strategy masih berada di bawah total biaya akuisisinya.
Kondisi ini menjadi salah satu sumber tekanan bagi saham MSTR, yang telah turun sekitar 34% sejak awal tahun. Harga saham Strategy tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan Bitcoin, tetapi juga oleh kekhawatiran mengenai dilusi saham dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban kasnya.
Strategy memang tidak menjual Bitcoin selama dua pekan terakhir. Namun, perusahaan sempat melepas 2.225 BTC pada awal Juli, sebuah langkah yang cukup mencuri perhatian karena Michael Saylor selama bertahun-tahun dikenal konsisten mendorong strategi akumulasi jangka panjang.
Akhir Juni lalu, perusahaan juga mengesahkan rencana yang memungkinkan penjualan Bitcoin hingga US$1,25 miliar apabila dibutuhkan untuk memperkuat kas atau mendanai pembelian kembali saham.
Penjualan Saham Beri Ruang Lebih Besar
Penggalangan dana terbaru melanjutkan langkah Strategy pada pekan sebelumnya, ketika perusahaan meraup sekitar US$466,7 juta melalui program ATM tanpa membeli Bitcoin tambahan.
Secara gabungan, perusahaan telah memperoleh modal dalam jumlah besar dari penjualan saham biasa selama dua pekan berturut-turut. Strategy juga masih memiliki sisa kapasitas sekitar US$23,5 miliar dalam program ATM saham biasanya, sehingga perusahaan tetap memiliki fleksibilitas untuk menambah modal pada masa mendatang.
Namun, fleksibilitas tersebut juga memiliki konsekuensi. Penerbitan saham baru dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham lama, terutama jika dilakukan dalam jumlah besar ketika harga saham sedang rendah.
Di sisi lain, kemampuan Strategy menghimpun dana tanpa menjual Bitcoin membantu meredakan kekhawatiran bahwa perusahaan akan terpaksa melepas aset kriptonya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Investor Masih Menilai Risiko Struktur Modal
Perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada Bitcoin dan saham MSTR, tetapi juga pada berbagai saham preferen yang diterbitkan Strategy.
Salah satunya adalah STRC, yang dirancang untuk memberikan distribusi pendapatan kepada investor. Instrumen tersebut diperdagangkan di bawah nilai nominalnya, memicu perdebatan mengenai apakah pasar terlalu fokus pada imbal hasil saat ini dan belum sepenuhnya memperhitungkan kemampuan jangka panjang Strategy dalam membayar dividen.
Prospek instrumen ini tetap sangat bergantung pada kondisi neraca Strategy. Jika harga Bitcoin pulih, nilai aset perusahaan dapat meningkat dan memperkuat kemampuan membayar kewajiban. Sebaliknya, pelemahan Bitcoin yang berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan terhadap saham biasa maupun instrumen preferennya.
Untuk saat ini, penggalangan dana US$263,5 juta memberi Strategy ruang bernapas tambahan. Namun, arah saham MSTR selanjutnya masih akan ditentukan oleh kombinasi harga Bitcoin, kebutuhan kas, potensi dilusi, dan kemampuan perusahaan mengelola struktur modalnya yang semakin kompleks.
Baca berita lainnya terkait aset Bitcoin di halaman ini.
Mau mengikuti peluang dari Bitcoin, aset kripto, dan saham Amerika seperti MSTR? Temukan pilihan investasinya di aplikasi investasi Nanovest, lalu pantau perkembangan pasar melalui News dan Artikel Tips Nanovest agar setiap keputusan tetap didukung informasi terbaru.
Referensi +
- Yahoo Finance: Strategy stock rises after the company raises $263 million without selling bitcoin
- CoinTelegraph: Strategy raises $263.5M through MSTR sales, holds 843,775 Bitcoin






