Pasar kripto kembali bergerak positif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut bahwa kesepakatan antara AS dan Iran kini berada di tahap akhir negosiasi.
Pernyataan tersebut langsung memicu pemulihan sentimen pasar global, termasuk aset kripto yang sebelumnya tertekan cukup dalam akibat meningkatnya tensi geopolitik dan lonjakan harga energi.
Dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu, Trump mengatakan bahwa sebagian besar poin utama kesepakatan telah disetujui dan detail final masih sedang dibahas bersama sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Bahrain, dan Pakistan.
Salah satu poin yang paling menjadi perhatian pasar adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.
Selama beberapa bulan terakhir, ketegangan di kawasan tersebut membuat jalur energi global terganggu dan mendorong harga minyak melonjak tajam. Kondisi itu sempat menekan berbagai aset berisiko, termasuk saham teknologi dan pasar kripto.
Namun setelah muncul harapan bahwa jalur perdagangan energi global dapat kembali normal, pasar mulai menunjukkan reaksi yang lebih positif.
Kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan bertambah sekitar US$75 miliar hanya dalam waktu singkat setelah pernyataan Trump muncul.
Bitcoin Rebound dari Level Terendah Lima Minggu
Bitcoin (BTC) sebelumnya sempat turun hingga sekitar US$74.250 pada Sabtu, menjadi level terendah dalam sekitar lima minggu terakhir.
Tekanan tersebut muncul setelah investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko akibat kekhawatiran perang berkepanjangan di Timur Tengah dan potensi kenaikan inflasi global.
Namun kondisi mulai berubah pada Minggu ketika Bitcoin berhasil rebound menuju area US$77.000 sebelum kembali bergerak di sekitar US$76.000-an.
Kenaikan ini juga diikuti oleh reli sejumlah altcoin. Beberapa aset kripto seperti Hyperliquid, Zcash, Venice Token, hingga Morpho tercatat melonjak lebih dari 10% dalam sehari.
Pasar melihat potensi kesepakatan AS-Iran sebagai sentimen positif karena dapat membantu menurunkan tekanan harga minyak dan inflasi global.
Jika inflasi mulai melandai, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve juga berpotensi kembali menguat. Kondisi tersebut biasanya menjadi katalis positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin dan saham teknologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar kripto cenderung bergerak lebih kuat ketika The Fed memberi sinyal pelonggaran kebijakan moneter atau mulai menurunkan suku bunga.
Harga Minyak Turun, Pasar Mulai Ambil Risiko Lagi
Selain pasar kripto, sentimen positif juga terlihat di pasar energi dan futures saham AS.
Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate turun tajam setelah pasar mulai memperkirakan risiko gangguan pasokan energi global dapat mereda jika Selat Hormuz benar-benar kembali dibuka.
Kontrak futures indeks S&P 500 juga sempat naik ke level tertinggi baru, menunjukkan investor mulai kembali masuk ke aset berisiko setelah beberapa minggu dipenuhi ketidakpastian geopolitik.
Meski begitu, pasar masih berhati-hati karena belum ada pengumuman resmi final terkait kesepakatan tersebut.
Investor juga memahami bahwa negosiasi geopolitik dapat berubah sangat cepat, terutama mengingat Trump sebelumnya beberapa kali mengubah arah kebijakan secara mendadak.
Beberapa pihak di Senat AS bahkan masih menolak pendekatan damai terhadap Iran dan mendorong tekanan yang lebih keras terhadap Teheran.
Karena itu, pasar menilai reli saat ini masih bersifat sensitif terhadap perkembangan berita berikutnya.
Risiko Pasar Kripto Masih Belum Hilang
Meski Bitcoin berhasil rebound, analis menilai pasar kripto masih menghadapi sejumlah risiko penting dalam jangka pendek.
Secara teknikal, beberapa trader melihat pola rising wedge pada grafik Bitcoin, yang sering dianggap sebagai sinyal pelemahan lanjutan jika support penting gagal dipertahankan.
Bitcoin juga masih berada cukup jauh dari area resistance utama di sekitar US$82.000 dan masih turun signifikan dibanding puncaknya pada Oktober lalu.
Di sisi lain, kegagalan tercapainya kesepakatan AS-Iran juga dapat kembali memicu tekanan besar di pasar global.
Jika konflik kembali memanas dan Selat Hormuz kembali terganggu, harga energi berpotensi melonjak lebih tinggi dan memicu aksi jual baru di aset berisiko, termasuk kripto.
Karena itu, pasar saat ini bergerak sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter global dalam beberapa minggu ke depan.
Buat kamu yang ingin mengikuti pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya secara real-time, kamu bisa mulai investasi aset digital langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar kripto dan global setiap harinya.






