Setelah sempat mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin (BTC) kembali bergerak melemah dan turun di bawah US$80.000.
Koreksi ini terjadi setelah BTC gagal menembus area resistance penting di sekitar US$82.800, memicu aksi ambil untung jangka pendek di tengah pasar yang sebelumnya bergerak cukup agresif.
Meski begitu, tekanan jual yang muncul kali ini masih dibarengi satu faktor penting: arus masuk ke ETF Bitcoin spot AS justru melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir.
Kondisi tersebut membuat sebagian analis melihat koreksi saat ini lebih sebagai pendinginan pasar dibanding perubahan tren besar.
Bitcoin Gagal Tembus Resistance Penting
Harga Bitcoin sempat bergerak kuat dalam beberapa sesi terakhir setelah reli yang didorong sentimen positif dari permintaan institusional dan meredanya kekhawatiran geopolitik global.
Namun reli tersebut mulai kehilangan momentum ketika BTC mendekati area resistance dinamis di sekitar US$82.800.
Setelah gagal menembus level tersebut, Bitcoin turun kembali menuju area US$79.800 pada perdagangan Kamis.
Data teknikal menunjukkan muncul divergensi bearish pada indikator Relative Strength Index (RSI) di grafik jangka pendek.
Kondisi ini terjadi ketika harga membentuk level tertinggi baru, tetapi momentum pembelian justru mulai melemah, sebuah sinyal yang biasanya mengindikasikan potensi koreksi sementara.
Area Support Baru Mulai Jadi Fokus Pasar
Meski Bitcoin turun kembali di bawah US$80.000, trader masih memantau sejumlah area support penting yang dinilai bisa menjaga struktur bullish jangka pendek.
Analis melihat area US$78.500 sebagai level penting karena menjadi titik pembukaan mingguan Bitcoin.
Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, pasar dinilai masih memiliki peluang untuk kembali mencoba breakout ke atas.
Di bawahnya, zona US$76.000 hingga US$78.000 menjadi area support teknikal berikutnya. Area ini bertepatan dengan gap nilai wajar harian (fair value gap/FVG) dan rata-rata pergerakan eksponensial 200 hari Bitcoin.
ETF Bitcoin Justru Catat Arus Masuk Terbesar dalam 4 Bulan
Di tengah pelemahan harga jangka pendek, permintaan terhadap ETF Bitcoin spot justru menunjukkan kekuatan baru.
Data terbaru menunjukkan arus masuk bersih ETF Bitcoin spot minggu ini mencapai lebih dari US$1 miliar, menjadi level tertinggi sejak Januari 2026.
Secara keseluruhan, arus masuk mingguan mencapai sekitar US$1,105 miliar.
Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa investor institusional masih terus masuk ke pasar Bitcoin meski volatilitas harga kembali meningkat.
Menurut data Swissblock, Indeks Risiko Bitcoin juga kembali mendekati level rendah, sementara arus ETF kembali positif di kisaran 3.000 BTC.
Secara historis, kondisi seperti ini sering kali menunjukkan fase akumulasi kembali di dekat area support utama.
Dominasi Bitcoin Masih Kuat
Meski harga mengalami koreksi, dominasi Bitcoin di pasar kripto tetap bertahan di atas 61%.
Hal ini menunjukkan bahwa investor masih cenderung memprioritaskan aset kripto terbesar tersebut dibanding altcoin di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Beberapa analis juga melihat bahwa arus dana besar ke ETF spot membantu menjaga sentimen pasar tetap positif, terutama setelah Bitcoin berhasil pulih cukup signifikan sepanjang April.
Kini perhatian pasar mulai tertuju pada apakah arus institusional tersebut cukup kuat untuk menahan tekanan jual jangka pendek dan mendorong BTC kembali menuju area US$82.000.
Buat kamu yang ingin mengikuti peluang investasi aset kripto di tengah dinamika pasar, kamu bisa mulai investasi Bitcoin dan aset digital lainnya langsung di Nanovest. Pantau juga update pasar dan insight terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest agar tidak ketinggalan perkembangan penting di dunia kripto dan finansial global.






