Sulit menemukan aset dengan perubahan harga se-ekstrem Bitcoin.
Ketika jaringan Bitcoin mulai beroperasi pada Januari 2009, BTC belum memiliki harga pasar. CoinMarketCap mencatat perdagangan Bitcoin mulai berlangsung pada Juli 2010, dengan harga saat itu berada di kisaran US$0,0008 hingga US$0,08 per BTC.
Enam belas tahun kemudian, Bitcoin mencetak rekor harga baru pada 6 Oktober 2025. CoinMarketCap mencatat all-time high (ATH) BTC sekitar Rp2,28 miliar per Bitcoin pada periode tersebut.
Perbedaannya sangat besar, tetapi garis yang menghubungkan dua titik tersebut sama sekali tidak lurus. Bitcoin pernah naik ribuan persen, kehilangan sebagian besar nilainya dalam bear market, kembali mencetak rekor, lalu mengalami koreksi lagi. Memasuki 2026 pun, volatilitas tersebut belum hilang.
Itulah mengapa melihat harga Bitcoin dari tahun ke tahun akan lebih berguna jika tidak berhenti pada pertanyaan “dulu harganya berapa?”. Perjalanan tersebut juga dapat membantu kita memahami bagaimana karakter pasar Bitcoin berubah dari eksperimen teknologi menjadi salah satu aset kripto terbesar di dunia.
Artikel ini akan menelusuri perjalanan tersebut sejak awal kemunculan Bitcoin hingga 2026, termasuk harga Bitcoin dari tahun ke tahun dalam Rupiah, peristiwa yang memengaruhi pergerakannya, dan pelajaran yang dapat diambil dari beberapa siklus pasar BTC.
Daftar Isi
ToggleBitcoin Tidak Langsung Memiliki Harga pada 2009
Sebelum masuk ke tabel, ada satu hal yang perlu diluruskan. Jika kamu mencari harga Bitcoin tahun 2009, jawaban yang paling tepat bukan sekadar sebuah angka dalam dolar atau Rupiah. Bitcoin belum memiliki pasar perdagangan yang aktif seperti sekarang.
Pada 3 Januari 2009, Satoshi Nakamoto menambang Genesis Block, yaitu blok pertama dalam jaringan Bitcoin. Pada tahap tersebut, BTC lebih tepat dipahami sebagai bagian dari sebuah sistem uang elektronik peer-to-peer yang baru mulai berjalan daripada aset yang sudah memiliki harga pasar.
Perdagangan mulai berkembang pada 2010. CoinMarketCap mencatat Bitcoin mulai diperdagangkan pada Juli tahun tersebut dengan kisaran awal sekitar US$0,0008 hingga US$0,08.
Karena itu, perjalanan harga Bitcoin dapat dibaca secara sederhana sebagai berikut:
- 2009 → jaringan Bitcoin lahir
- 2010 → pasar dan harga BTC mulai terbentuk
- 2011 dan seterusnya → harga semakin terbentuk melalui aktivitas pasar yang berkembang
Perbedaan ini penting karena banyak tabel sejarah Bitcoin memperlakukan 2009 seolah-olah sudah memiliki data perdagangan yang setara dengan tahun-tahun berikutnya. Padahal, kualitas dan ketersediaan data pada era awal Bitcoin memang berbeda dengan pasar BTC modern.
Baca juga: Kapan Bitcoin Pertama Kali Muncul? Ini Kronologinya
Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun 2009-2026

Berikut gambaran perjalanan harga Bitcoin berdasarkan periode perdagangan setiap tahunnya. Untuk mempermudah pembacaan, angka historis dalam tabel dibulatkan. Data dari bursa atau penyedia data yang berbeda dapat menunjukkan angka sedikit berbeda karena perbedaan zona waktu, sumber perdagangan, likuiditas, dan metodologi pencatatan.
| Tahun | Kisaran Harga BTC (USD) | Gambaran Perjalanan Harga |
|---|---|---|
| 2009 | Belum memiliki pasar aktif | Jaringan Bitcoin mulai beroperasi |
| 2010 | < US$1 | Perdagangan BTC mulai terbentuk |
| 2011 | < US$1 – sekitar US$30 | Bull market besar pertama Bitcoin |
| 2012 | Sekitar US$4 – US$16 | Harga mulai pulih menjelang halving pertama |
| 2013 | Sekitar US$13 – >US$1.000 | Bitcoin pertama kali menembus US$1.000 |
| 2014 | Sekitar US$300 – >US$1.000 | Pasar memasuki koreksi setelah reli 2013 |
| 2015 | Sekitar US$170 – US$500 | Harga mulai membangun fase pemulihan |
| 2016 | Sekitar US$350 – mendekati US$1.000 | Bitcoin kembali menguat |
| 2017 | < US$1.000 – hampir US$20.000 | Bull market membawa Bitcoin ke perhatian global |
| 2018 | Sekitar US$3.000 – >US$17.000 | Crypto winter setelah reli 2017 |
| 2019 | Sekitar US$3.000 – hampir US$14.000 | Bitcoin kembali pulih |
| 2020 | < US$4.000 – >US$29.000 | Pandemi, halving, dan awal reli institusional |
| 2021 | Sekitar US$29.000 – >US$68.000 | Bitcoin mencetak ATH baru |
| 2022 | Sekitar US$15.500 – >US$48.000 | Kenaikan suku bunga dan krisis industri kripto |
| 2023 | Sekitar US$16.500 – >US$44.000 | Recovery dan ekspektasi ETF Bitcoin spot |
| 2024 | Sekitar US$38.500 – >US$100.000 | ETF spot AS, halving, dan reli baru |
| 2025 | >US$75.000 – sekitar US$126.000 | Bitcoin kembali mencetak rekor |
| 2026 | sekitar US$60.000-an – >US$90.000 | Koreksi setelah rekor 2025 |
*Data 2026 bersifat year-to-date karena tahun berjalan belum selesai.
Angka pada periode awal perlu dibaca sebagai kisaran historis, bukan harga tunggal yang berlaku sepanjang tahun. Perbedaan data bahkan dapat terjadi ketika membandingkan harga terendah tahunan. Salah satu kompilasi berbasis data perdagangan, misalnya, menempatkan daily weighted average low 2013 sekitar US$13,01, sementara sumber yang menggunakan transaksi individual atau bursa berbeda dapat menghasilkan angka lain.
Hal yang lebih penting justru terlihat dari skalanya. Bitcoin bergerak dari pecahan dolar pada 2010, menembus US$1.000 pada 2013, mendekati US$20.000 pada 2017, melewati US$60.000 pada 2021, kemudian akhirnya mencetak harga enam digit dalam dolar AS. Namun, hampir setiap fase ekspansi besar tersebut juga diselingi koreksi.
Mengapa Angka Harga Bitcoin Lama Bisa Berbeda Antar-Sumber?
Coba cari “harga Bitcoin tahun 2010” di beberapa website. Kemungkinan besar kamu akan menemukan angka yang tidak persis sama. Itu tidak selalu berarti salah satu sumber keliru. Ada beberapa penyebabnya.
1. Belum Ada Harga Global Tunggal
Pasar Bitcoin pada era awal jauh lebih kecil dan terfragmentasi dibanding sekarang. Harga dapat berbeda antara satu platform perdagangan dan platform lainnya.
2. “Harga Tahunan” Bisa Memiliki Banyak Arti
Sebuah artikel dapat menggunakan harga 1 Januari, harga 31 Desember, harga terendah, harga tertinggi, rata-rata tahunan, atau harga pada tanggal tertentu. Karena itu, angka “harga Bitcoin 2020” tanpa penjelasan metodologi sebenarnya belum memberikan informasi yang lengkap.
3. Data Historis Bursa Berbeda
Setiap bursa memiliki order book dan aktivitas perdagangan sendiri. Pada masa ketika likuiditas Bitcoin masih terbatas, selisih harga antarplatform dapat lebih terlihat.
4. Konversi ke Rupiah Menambahkan Variabel Baru
Dua sumber dapat menggunakan harga Bitcoin yang sama tetapi menghasilkan angka Rupiah berbeda jika menggunakan kurs USD/IDR dari tanggal atau metode yang berbeda.
Seberapa Jauh Harga Bitcoin Sudah Berubah?
Perbandingan dua titik ekstrem memberikan gambaran skalanya. CoinMarketCap mencatat Bitcoin mulai diperdagangkan pada Juli 2010 di kisaran US$0,0008 hingga US$0,08. Sementara itu, rekor tertinggi berikutnya tercatat pada Oktober 2025, ketika nilai satu BTC mencapai sekitar Rp2,28 miliar.
Tetapi melihat titik awal dan titik tertinggi saja dapat menghasilkan gambaran yang menyesatkan. Di antara keduanya terdapat beberapa periode ketika Bitcoin kehilangan sebagian besar nilainya.
Pada 2011, misalnya, data perdagangan historis menunjukkan Bitcoin pernah bergerak dari sekitar US$29 sebelum mengalami penurunan lebih dari 90%. Setelah puncak 2013, koreksi berikutnya juga membawa BTC turun lebih dari 80% sebelum kembali mencetak rekor beberapa tahun kemudian.
Jadi, grafik sejarah Bitcoin sebenarnya menceritakan dua hal sekaligus:
Potensi kenaikan yang sangat besar dan volatilitas yang juga sangat tinggi.
Memahami keduanya jauh lebih penting daripada sekadar melihat berapa persen Bitcoin telah naik sejak 2010.
Coba Masuk ke Mesin Waktu Bitcoin
Kalau Beli Bitcoin Dulu...
Pilih tahun dan masukkan modal untuk melihat bagaimana nilai Bitcoin secara ilustratif berubah melewati beberapa fase pasar.
Perjalanan Nilainya
Disclaimer: Bitcoin Time Machine merupakan simulasi edukatif berdasarkan data historis dan bukan gambaran hasil investasi aktual. Perhitungan tidak memperhitungkan biaya transaksi, spread, pajak, likuiditas, maupun faktor lainnya. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset kripto maupun rekomendasi investasi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun: Dari Eksperimen hingga Aset Global
Setiap fase memiliki katalis yang berbeda. Ada periode ketika pasar digerakkan oleh komunitas kecil, ada saat Bitcoin mulai dikenal publik, lalu ada fase ketika institusi, kebijakan moneter, dan produk investasi seperti ETF ikut memainkan peran.
2009-2012: Bitcoin Mulai Memiliki Harga
Bitcoin mulai beroperasi pada Januari 2009, tetapi belum langsung memiliki pasar aktif. CoinMarketCap mencatat perdagangan Bitcoin mulai berkembang pada 2010, ketika nilainya masih berada di bawah US$1 per BTC.
Pada Mei 2010, 10.000 BTC digunakan untuk membeli dua pizza dalam transaksi yang kemudian dikenal sebagai Bitcoin Pizza Day. Dua tahun kemudian, pada November 2012, Bitcoin menjalani halving pertama, yang mengurangi block reward dari 50 BTC menjadi 25 BTC. Fase ini menandai perubahan Bitcoin dari eksperimen teknologi menjadi aset yang mulai memiliki harga pasar.
2013-2016: Tembus US$1.000, Lalu Diuji Mt. Gox
Pada 2013, Bitcoin melonjak dari kisaran belasan dolar AS hingga menembus US$1.000. Reli itu kemudian diikuti tekanan besar ketika Mt. Gox, salah satu bursa Bitcoin terbesar saat itu, kolaps pada 2014. Reuters mencatat lebih dari 24.000 pengguna kehilangan akses terhadap aset dan dana mereka, sementara perusahaan menyatakan kehilangan sekitar 850.000 BTC.
Bitcoin kemudian memasuki fase pemulihan sepanjang 2015-2016. Pada Juli 2016, halving kedua menurunkan block reward dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC.
2017-2019: Bull Market Global dan Crypto Winter
Tahun 2017 membuat Bitcoin dikenal jauh lebih luas. Harga BTC mendekati US$20.000 pada akhir tahun setelah sebelumnya masih berada di bawah US$1.000. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama.
Sepanjang 2018, harga terkoreksi tajam hingga sekitar US$3.100, memulai salah satu crypto winter paling terkenal. Tahun 2019 kemudian menjadi fase pemulihan, meskipun Bitcoin belum langsung kembali ke ATH 2017.
2020-2021: Halving dan Institusi Mulai Masuk
Pada 2020, pandemi sempat memicu aksi jual tajam di berbagai pasar, termasuk Bitcoin. Namun, BTC kemudian pulih dengan cepat. Pada 11 Mei 2020, halving ketiga menurunkan block reward dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC.
Reli berikutnya juga didukung lingkungan suku bunga rendah, likuiditas besar, dan meningkatnya minat institusi. Pada Februari 2021, Tesla mengungkapkan pembelian Bitcoin senilai US$1,5 miliar, yang ikut mendorong perhatian pasar. Bitcoin kemudian mencapai rekor baru di atas US$60.000 pada 2021.
2022: Crypto Winter Kembali
Setelah euforia 2021, kondisi berbalik. Inflasi tinggi, kenaikan suku bunga, turunnya likuiditas, serta krisis di industri kripto menekan Bitcoin hingga ke kisaran US$15.000-US$16.000 pada akhir 2022. Keruntuhan Terra/Luna, tekanan pada perusahaan lending kripto, dan kebangkrutan FTX memperburuk sentimen.
Periode ini menunjukkan bahwa kematangan pasar tidak menghilangkan risiko drawdown besar.
2023-2024: Recovery, ETF Spot, dan Halving Keempat
Bitcoin mulai pulih pada 2023, didorong antara lain oleh ekspektasi ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Pada 10 Januari 2024, SEC menyetujui listing dan perdagangan sejumlah produk ETP Bitcoin spot, membuka jalur yang lebih familiar bagi investor pasar modal AS untuk mendapatkan eksposur Bitcoin.
Pada Maret 2024, Bitcoin kembali mencetak rekor di atas level puncak 2021. Sebulan kemudian, pada April 2024, halving keempat menurunkan reward dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.
Halving tetap penting dari sisi supply issuance, tetapi bukan tombol otomatis untuk menaikkan harga. Permintaan, likuiditas, regulasi, ETF flows, dan kondisi makro tetap menentukan pergerakan pasar.
2025: Bitcoin Tembus Rekor Baru
Siklus 2024 berlanjut ke 2025. CoinMarketCap mencatat Bitcoin mencapai ATH sekitar US$126.198 pada 6 Oktober 2025. Reuters juga melaporkan harga menembus US$125.000 pada awal Oktober, dengan dukungan dari aliran dana ETF, minat institusional, dan kondisi pasar global saat itu.
2026: Setelah Rekor, Bitcoin Kembali Diuji
Memasuki 2026, Bitcoin kembali mengalami koreksi besar dari ATH 2025. Pada Agustus 2026, harga BTC berada jauh di bawah rekor tersebut, memperlihatkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama Bitcoin meskipun pasar sudah jauh lebih matang dibanding era 2017.
Inilah salah satu insight terpenting dari sejarah Bitcoin:
Adopsi bertambah, infrastruktur membaik, tetapi risiko harga tidak pernah hilang.
Bisakah Sejarah Harga Bitcoin Memprediksi Harga Berikutnya?
Jawaban singkatnya: tidak secara pasti. Data historis dapat membantu mengenali volatilitas, drawdown, siklus, dan bagaimana Bitcoin bereaksi terhadap berbagai kondisi pasar. Namun, sejarah tidak dapat memberi tahu secara pasti berapa harga BTC tahun depan.
Halving berikutnya pun tidak otomatis berarti siklus berikutnya akan identik dengan 2012, 2016, 2020, atau 2024. Struktur pasar terus berubah. Investor yang ingin mengevaluasi Bitcoin sebaiknya melihat beberapa faktor secara bersamaan, seperti kondisi makro, permintaan pasar, arus ETF, aktivitas jaringan, regulasi, leverage, serta valuasi relatif terhadap kondisi pasar saat itu.
Prinsip sederhananya:
Gunakan sejarah untuk memahami risiko, bukan untuk mencari kepastian tentang masa depan.
Dari Harga Historis ke Harga Bitcoin Hari Ini
Setelah melihat perjalanan panjang tersebut, perbandingan paling relevan berikutnya tentu adalah kondisi Bitcoin sekarang. Kamu dapat mengecek halaman Bitcoin Nanovest untuk melihat perkembangan harga terbaru.
Beli Bitcoin, Ethereum,
Solana, dan 300+ Aset Kripto
Pantau harga Bitcoin terbaru dan mulai investasi aset kripto langsung melalui Nanovest.
FAQ Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun
Ketika jaringan Bitcoin mulai beroperasi pada 2009, BTC belum memiliki pasar aktif seperti sekarang. Perdagangan mulai berkembang pada 2010 ketika harga Bitcoin masih berada di bawah US$1.
Harga Bitcoin masih berada di pecahan dolar AS pada awal era perdagangan. Angka historis dapat berbeda antar-sumber karena pasar saat itu masih kecil dan harga belum terbentuk secara seragam di berbagai platform.
Bitcoin pertama kali menembus kisaran US$1.000 pada 2013, ketika salah satu bull market awalnya menarik perhatian publik yang lebih luas.
Bitcoin mendekati US$20.000 pada Desember 2017. Setelah itu, BTC memasuki bear market dan turun hingga kisaran US$3.000 pada akhir 2018.
Bitcoin mencetak ATH di atas US$126.000 pada Oktober 2025. Namun, harga Bitcoin terus berubah sehingga posisi ATH dan harga terkini perlu diperiksa menggunakan data pasar terbaru.
Harga Bitcoin dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, kondisi makroekonomi, likuiditas global, regulasi, sentimen investor, aktivitas institusi, arus ETF, leverage, serta berbagai faktor pasar lainnya.
Harga Bitcoin dalam Rupiah dipengaruhi oleh dua pergerakan sekaligus, yaitu harga BTC terhadap dolar AS dan nilai tukar USD/IDR. Karena itu, persentase perubahan BTC/IDR dapat berbeda dari BTC/USD.
Tidak. Halving mengurangi jumlah Bitcoin baru yang diterbitkan melalui block reward, tetapi tidak menjamin harga akan naik. Permintaan dan kondisi pasar tetap berperan besar.
Data historis dapat membantu memahami volatilitas dan siklus Bitcoin, tetapi tidak dapat menentukan secara pasti waktu terbaik untuk membeli atau menjual. Kinerja masa lalu juga tidak menjamin hasil di masa depan.
Referensi +
- CoinMarketCap
- CoinGecko
- Reuters
- Statement on the Approval of Spot Bitcoin Exchange-Traded Products






