Optimisme pasar terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mulai menghadapi ujian baru. Setelah sempat memicu reli saham global dan penurunan harga energi pekan lalu, perkembangan terbaru menunjukkan proses negosiasi masih jauh dari selesai.
Kontrak berjangka saham AS bergerak melemah pada awal pekan, sementara harga minyak kembali naik karena investor menilai risiko geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Pada perdagangan Minggu malam, futures S&P 500 turun 0,4%, Nasdaq 100 melemah 0,6%, dan Dow Jones turun 0,3%.
Di pasar energi, minyak mentah WTI kembali mendekati US$78 per barel, sedangkan Brent naik di atas US$81 per barel setelah muncul kekhawatiran bahwa proses perdamaian AS-Iran dapat menghadapi hambatan baru.
Negosiasi Berlanjut, Ketidakpastian Masih Tinggi
Fokus utama pasar saat ini tertuju pada perundingan tingkat tinggi yang berlangsung di Swiss antara Amerika Serikat dan Iran.
Pertemuan yang melibatkan pejabat dari AS, Iran, Qatar, dan Pakistan tersebut menjadi langkah awal dalam negosiasi selama 60 hari yang bertujuan membahas berbagai isu, mulai dari program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz secara permanen.
Namun prosesnya tidak berjalan mulus. Media Iran sempat melaporkan bahwa pembicaraan dihentikan setelah Presiden Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman terhadap Teheran terkait aktivitas kelompok Hizbullah di Lebanon.
Di sisi lain, perundingan tetap berlanjut hingga Senin dini hari dengan fokus pada mekanisme menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan upaya mempertahankan gencatan senjata di Lebanon.
Ketidakjelasan ini membuat investor kembali mempertimbangkan kemungkinan bahwa kesepakatan damai yang diumumkan pekan lalu masih menghadapi risiko implementasi yang tidak kecil.
Selat Hormuz Kembali Jadi Perhatian Pasar
Salah satu isu paling sensitif dalam negosiasi adalah status Selat Hormuz, jalur yang menjadi titik transit sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Iran kembali mengklaim bahwa jalur tersebut ditutup menyusul tuduhan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon. Namun di lapangan, lalu lintas kapal tanker dan pengiriman minyak masih terus berlangsung.
Data pelayaran menunjukkan jutaan barel minyak tetap mengalir melalui kawasan tersebut selama akhir pekan, sementara Komando Pusat AS melaporkan peningkatan aktivitas kapal dagang yang melintasi selat.
Meski pasokan energi belum terganggu secara signifikan, pasar tetap merespons setiap perkembangan di Hormuz dengan sangat sensitif. Hal ini terlihat dari kenaikan harga minyak dan gas alam yang terjadi segera setelah muncul laporan mengenai ketegangan terbaru.
Bagi investor, kondisi ini mengingatkan bahwa premi risiko geopolitik yang sempat menghilang belum sepenuhnya keluar dari pasar.
Kini Giliran Inflasi dan The Fed Jadi Sorotan
Selain perkembangan di Timur Tengah, investor juga bersiap menghadapi agenda ekonomi penting minggu ini, yaitu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi favorit Federal Reserve.
Data tersebut menjadi perhatian karena dirilis hanya beberapa hari setelah The Fed mempertahankan nada kebijakan yang relatif ketat. Sejumlah pelaku pasar kini mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa suku bunga AS dapat bertahan lebih tinggi lebih lama apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Kombinasi antara ketidakpastian geopolitik dan potensi inflasi yang masih tinggi membuat pasar memasuki pekan ini dengan sikap yang jauh lebih hati-hati dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Bagi investor, perkembangan negosiasi AS-Iran dan data inflasi PCE dapat menjadi dua katalis utama yang menentukan arah pasar global dalam jangka pendek.
Pantau terus perkembangan pasar saham, kripto, dan ekonomi global melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga insight investasi terbaru setiap hari melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk membantu Anda mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: S&P 500, Nasdaq, Dow futures slide with US-Iran peace and inflation in focus
- CNBC: Markets feeling that deja vu as Iran deal under strain, once again
- Yahoo Finance: US, Iran Meet in Switzerland as Trump Threat Angers Tehran






