AbbVie (ABBV) dikabarkan semakin dekat untuk mengakuisisi perusahaan bioteknologi Apogee Therapeutics dalam transaksi senilai sekitar US$10,9 miliar. Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menjadi akuisisi terbesar AbbVie sejak pembelian Allergan senilai US$80 miliar pada 2019.
Menurut sejumlah laporan media internasional, investor Apogee diperkirakan akan menerima pembayaran tunai dengan premi sekitar 60% dibanding harga penutupan saham perusahaan sebelum kabar akuisisi muncul. Pengumuman resmi disebut dapat dilakukan dalam waktu dekat apabila negosiasi berjalan sesuai rencana.
Langkah ini menunjukkan upaya AbbVie untuk terus memperkuat portofolio obat imunologi, salah satu sumber pertumbuhan terpenting perusahaan setelah era dominasi Humira mulai berakhir.
Fokus pada Pasar Penyakit Inflamasi yang Besar
Apogee merupakan perusahaan bioteknologi tahap klinis yang saat ini belum memiliki produk komersial. Namun, perusahaan tersebut memiliki sejumlah kandidat terapi untuk penyakit inflamasi dan imunologi yang dinilai menjanjikan.
Aset utama Apogee adalah zumilokibart, kandidat terapi untuk dermatitis atopik atau eksim yang menunjukkan hasil positif dalam uji klinis tahap menengah awal tahun ini. Kabar keberhasilan uji coba tersebut sempat mendorong saham Apogee melonjak hampir 20% pada Maret lalu.
Yang menarik perhatian investor adalah potensi diferensiasi produk tersebut. Data awal menunjukkan terapi ini berpotensi diberikan hanya beberapa kali dalam setahun, jauh lebih jarang dibanding beberapa terapi yang sudah tersedia di pasar saat ini.
Selain dermatitis atopik, Apogee juga mengembangkan kandidat terapi untuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dua pasar dengan kebutuhan pengobatan jangka panjang yang besar.
Perkuat Mesin Pertumbuhan AbbVie
Bagi AbbVie, akuisisi ini dinilai sejalan dengan strategi memperkuat lini bisnis imunologi yang selama ini menjadi salah satu pilar utama perusahaan.
Portofolio imunologi AbbVie yang mencakup Humira, Skyrizi, dan Rinvoq menghasilkan pendapatan sekitar US$30,4 miliar sepanjang tahun lalu, tumbuh sekitar 14% dibanding tahun sebelumnya. Di tengah meningkatnya persaingan dan berakhirnya masa eksklusivitas sejumlah produk lama, perusahaan membutuhkan sumber pertumbuhan baru untuk menjaga momentum bisnis jangka panjang.
Akuisisi Apogee juga memberi AbbVie akses terhadap kandidat terapi yang masih berada pada tahap pengembangan, sehingga berpotensi memperpanjang pipeline produk perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.
Langkah tersebut mencerminkan tren yang lebih luas di industri farmasi, di mana perusahaan besar semakin aktif mengakuisisi perusahaan bioteknologi untuk memperoleh inovasi dan kandidat obat baru daripada mengembangkan semuanya secara internal.
Investor Menilai Potensi Jangka Panjang
Meski Apogee belum memiliki produk yang disetujui regulator, minat AbbVie menunjukkan besarnya nilai yang diberikan pasar terhadap aset bioteknologi dengan data klinis yang menjanjikan.
Belum lama ini, Apogee juga berhasil memperoleh komitmen pendanaan hingga US$1,3 miliar dari Blackstone Life Sciences untuk mendukung pengembangan uji klinis tahap lanjut. Dukungan tersebut semakin memperkuat keyakinan pasar terhadap potensi jangka panjang perusahaan.
Bagi investor, potensi akuisisi ini menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan farmasi besar terus mencari peluang pertumbuhan baru melalui inovasi di bidang imunologi dan penyakit inflamasi. Jika transaksi terealisasi, AbbVie akan semakin memperkuat posisinya di salah satu segmen terapi dengan pertumbuhan tercepat dalam industri kesehatan global.
Pantau terus perkembangan saham sektor kesehatan, farmasi, dan pasar global melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga berbagai insight investasi terbaru setiap hari melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk membantu Anda mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Referensi +
- Seeking Alpha: AbbVie said to be nearing a $10.9B deal to buy Apogee Therapeutics
- TheStreet: AbbVie’s biggest deal since 2019 could land soon






