Harga Solana (SOL) kembali menguat dalam 24 jam terakhir dan berhasil bertahan di atas level US$71 setelah sempat mengalami koreksi tajam beberapa pekan terakhir. Namun di tengah pemulihan tersebut, aktivitas investor besar atau whale justru menjadi perhatian pasar.
Data terbaru menunjukkan sekitar 600.000 SOL dipindahkan ke berbagai bursa kripto. Pergerakan dalam jumlah besar ini memunculkan pertanyaan baru bagi investor: apakah pemulihan Solana masih memiliki tenaga untuk berlanjut, atau justru berisiko berubah menjadi bull trap?
Rebound Harga Berjalan, Tapi Volume Masih Lemah
Saat artikel ini ditulis, SOL diperdagangkan di sekitar US$71 dengan kenaikan lebih dari 3% dalam sehari. Kapitalisasi pasar juga ikut meningkat menjadi sekitar US$41,5 miliar.
Pemulihan ini terjadi setelah Solana berhasil bangkit dari area support US$60–64 yang sebelumnya menjadi titik terendah koreksi terbaru. Secara teknikal, harga juga telah kembali bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di sekitar US$69.
Meski demikian, volume perdagangan justru turun lebih dari 4% dalam periode yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga belum sepenuhnya didukung oleh peningkatan aktivitas pasar yang kuat.
Bagi sebagian trader, kombinasi antara kenaikan harga dan volume yang melemah sering menjadi sinyal bahwa reli masih membutuhkan konfirmasi tambahan sebelum dianggap sebagai perubahan tren yang lebih berkelanjutan.
Transfer 600 Ribu SOL Picu Kewaspadaan
Fokus pasar kini tertuju pada data on-chain yang menunjukkan sekitar 600.000 SOL dipindahkan ke platform perdagangan kripto.
Arus masuk ke bursa tidak selalu berarti investor akan langsung menjual aset mereka. Namun, perpindahan token dari dompet pribadi ke bursa biasanya meningkatkan potensi tekanan jual karena aset menjadi lebih mudah diperdagangkan.
Ketika transfer besar terjadi di tengah pemulihan harga, pelaku pasar cenderung mengamati apakah permintaan yang ada cukup kuat untuk menyerap tambahan pasokan tersebut.
Selama SOL mampu bertahan di atas area US$69, momentum rebound masih dianggap terjaga. Namun jika level tersebut ditembus, perhatian pasar kemungkinan kembali beralih ke support berikutnya di kisaran US$64 hingga US$60.
Aktivitas whale ini menjadi salah satu faktor yang membuat investor tetap berhati-hati meskipun harga berhasil mencatatkan pemulihan dalam beberapa hari terakhir.
Zona US$50-60 Mulai Dilirik Investor
Sejumlah analis juga mulai memperhatikan area US$50-60 sebagai potensi zona akumulasi apabila koreksi kembali terjadi.
Pandangan tersebut muncul karena Solana sebelumnya telah mengalami penurunan tajam dari area puncak siklusnya yang mendekati US$295. Dengan menggunakan pola koreksi historis yang pernah terjadi pada Bitcoin dan Ethereum, beberapa analis memperkirakan area US$45-60 dapat menjadi wilayah support jangka panjang yang menarik.
Di sisi lain, indikator momentum mulai menunjukkan perbaikan. Relative Strength Index (RSI) Solana telah bergerak naik dari area oversold dan kini mendekati level netral. Namun indikator tersebut masih belum memberikan sinyal bullish yang benar-benar kuat.
Untuk jangka pendek, area resistensi US$74-76 menjadi level penting yang perlu ditembus agar peluang menuju kembali ke zona US$80 terbuka. Sebaliknya, kegagalan menembus area tersebut dapat meningkatkan risiko pengujian ulang support yang lebih rendah.
Bagi investor, kondisi saat ini menunjukkan bahwa Solana sedang berada di persimpangan penting. Rebound memang mulai terlihat, tetapi aktivitas whale dan volume perdagangan yang belum pulih sepenuhnya membuat arah pergerakan berikutnya masih terbuka ke dua kemungkinan.
Pantau pergerakan Solana dan aset kripto lainnya langsung di aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update pasar, analisis, dan insight investasi terbaru setiap hari melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk membantu Anda mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Referensi +
- CryptoNews: Is Solana Price Going to $50 as Whales Deposit 600,000 SOL in Exchanges?






