Persaingan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) semakin memanas. Microsoft (MSFT) dikabarkan menghentikan pembicaraan terkait kesepakatan penyewaan infrastruktur cloud dari Oracle (ORCL) yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$3 miliar.
Laporan tersebut langsung menjadi perhatian pasar karena menggambarkan bagaimana raksasa teknologi kini tidak hanya bersaing memperebutkan pelanggan AI, tetapi juga kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan model dan layanan AI mereka sendiri.
Kabar ini turut menekan sentimen pasar. Saham Microsoft ditutup turun sekitar 2% pada perdagangan Selasa, sementara saham Oracle melemah lebih dari 2%.
Masalah Kepatuhan Jadi Titik Hambatan
Menurut laporan Business Insider, pembicaraan antara Microsoft dan Oracle terhenti akibat perbedaan terkait standar keamanan dan kepatuhan yang dibutuhkan Microsoft.
Microsoft disebut menginginkan kapasitas cloud yang memenuhi standar Federal Risk and Authorization Management Program (FedRAMP), kerangka keamanan yang digunakan untuk menangani data pemerintah Amerika Serikat. Infrastruktur cloud publik Oracle saat ini dilaporkan belum memenuhi persyaratan spesifik yang dibutuhkan dalam kesepakatan tersebut.
Laporan tersebut menyebut Oracle menilai peningkatan sistem yang diperlukan akan membutuhkan biaya rekayasa yang besar dan waktu implementasi yang tidak singkat. Situasi tersebut pada akhirnya membuat Microsoft memilih menghentikan negosiasi.
Meski demikian, Oracle membantah sejumlah rincian dalam laporan tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa hubungan kerja sama dengan Microsoft masih berjalan baik dan kedua perusahaan tetap menjalin kemitraan yang saling menguntungkan melalui layanan Oracle Cloud Infrastructure (OCI).
Microsoft sendiri tidak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Ledakan AI Picu Perebutan Infrastruktur Cloud
Terlepas dari hasil negosiasi tersebut, perkembangan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di era AI saat ini.
Permintaan terhadap kapasitas komputasi terus melonjak seiring ekspansi model AI generatif, agen AI, dan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan. Akibatnya, pusat data dan infrastruktur cloud kini menjadi aset strategis yang sama pentingnya dengan teknologi AI itu sendiri.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar semakin sering menjalin kerja sama untuk saling berbagi kapasitas komputasi. Namun, meningkatnya kebutuhan internal membuat banyak perusahaan mulai memprioritaskan sumber daya mereka sendiri.
Microsoft termasuk salah satu perusahaan yang paling agresif dalam membangun kapasitas baru. Untuk tahun fiskal 2026, perusahaan diperkirakan mengalokasikan belanja modal hingga US$190 miliar, salah satu yang terbesar dalam sejarah industri teknologi.
Fokus Bangun Kapasitas Sendiri
Keputusan Microsoft untuk tidak melanjutkan pembicaraan dengan Oracle juga dinilai mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ekosistem Azure.
Di tengah ledakan permintaan AI, Microsoft perlu memastikan kapasitas cloud yang cukup untuk melayani pelanggan sekaligus mendukung berbagai produk AI miliknya sendiri. Dengan investasi data center yang terus meningkat, perusahaan tampaknya semakin fokus membangun infrastruktur secara mandiri dibanding bergantung pada kapasitas pihak lain.
Bagi investor, perkembangan ini menunjukkan bahwa perlombaan AI kini tidak hanya soal model bahasa atau chatbot paling canggih. Di balik layar, persaingan justru semakin banyak ditentukan oleh siapa yang memiliki infrastruktur komputasi terbesar, paling aman, dan paling siap menghadapi lonjakan permintaan di masa depan.
Ingin mengikuti perkembangan saham Microsoft, Oracle, dan perusahaan teknologi global lainnya? Pantau pergerakan pasar langsung melalui aplikasi Nanovest dan temukan berbagai insight terbaru di News & Artikel Tips Nanovest untuk membantu kamu memahami tren investasi yang sedang membentuk masa depan industri teknologi.
Referensi +
- Reuters: Microsoft's cloud infrastructure talks with Oracle collapse, Business Insider reports
- Stocktwits: MSFT Falls 2% On Tuesday — Microsoft Reportedly Walks Away From $3B Oracle Cloud Deal






