Anthropic tengah berupaya menyelesaikan perselisihan dengan pemerintah Amerika Serikat setelah akses ke dua model AI terbarunya, Fable 5 dan Mythos 5, dibatasi karena alasan keamanan nasional.
Perusahaan AI yang didukung Amazon tersebut dikabarkan mengirim tim teknis senior ke Washington untuk bertemu langsung dengan pejabat Gedung Putih. Langkah ini dilakukan setelah pemerintah AS mengeluarkan arahan yang mewajibkan Anthropic menghentikan akses terhadap model-model tersebut bagi warga negara asing.
Situasi ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Anthropic di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat dan menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) yang banyak dinantikan pasar.
Pemerintah Khawatir terhadap Risiko Keamanan Model AI
Perselisihan bermula ketika pemerintah AS mengeluarkan arahan pengendalian ekspor yang membatasi akses terhadap Fable 5 dan Mythos 5, dua model AI terbaru Anthropic.
Menurut sejumlah laporan, pemerintah menilai terdapat potensi celah keamanan yang memungkinkan pengamanan model tersebut dilewati dan berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas siber berisiko tinggi. Karena aturan tersebut berlaku bagi seluruh warga negara asing, termasuk karyawan Anthropic yang bukan warga AS, perusahaan akhirnya memilih menonaktifkan akses kedua model tersebut untuk seluruh pengguna secara global demi memastikan kepatuhan.
Anthropic membantah bahwa masalah yang ditemukan bersifat kritis. Perusahaan menyatakan kerentanan tersebut telah diketahui sebelumnya dan tidak menunjukkan adanya metode universal yang dapat digunakan untuk menembus sistem keamanan model secara luas.
Meski demikian, pemerintah AS tetap memandang risiko tersebut cukup serius untuk membatasi distribusi model AI generasi terbaru tersebut.
Amazon Disebut Berperan dalam Munculnya Kekhawatiran
Kontroversi ini semakin menarik perhatian setelah muncul laporan bahwa diskusi antara CEO Amazon Andy Jassy dan sejumlah pejabat pemerintah turut memengaruhi keputusan tersebut.
Amazon disebut menyampaikan hasil pengujian internal yang menunjukkan bahwa Fable 5 dapat menghasilkan informasi yang berpotensi membantu aktivitas serangan siber setelah diberikan serangkaian perintah tertentu. Temuan tersebut kemudian ditinjau lebih lanjut oleh otoritas keamanan sebelum pemerintah memutuskan mengambil langkah pembatasan akses.
Sebagai salah satu investor terbesar Anthropic, keterlibatan Amazon dalam proses ini menjadi sorotan tersendiri. Namun, Amazon menyatakan bahwa memberikan masukan terkait potensi risiko keamanan merupakan hal yang wajar mengingat posisinya sebagai penyedia layanan cloud untuk berbagai institusi pemerintah dan sektor swasta.
Perdebatan ini juga mencerminkan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kemampuan model AI generasi terbaru yang dinilai semakin mendekati tingkat risiko strategis bagi keamanan nasional.
Regulasi AI Jadi Faktor Penting bagi Investor
Kasus Anthropic menunjukkan bahwa regulasi kini menjadi salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi perkembangan industri AI.
Selama ini, perhatian investor banyak tertuju pada kemampuan teknologi, pertumbuhan pengguna, dan potensi monetisasi model AI. Namun, intervensi pemerintah dalam kasus Anthropic memperlihatkan bahwa peluncuran produk AI canggih juga dapat menghadapi hambatan regulasi yang signifikan.
Situasi ini muncul di saat para pemimpin industri AI, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google DeepMind, dijadwalkan menghadiri KTT G7 untuk membahas peluang dan risiko kecerdasan buatan bersama para pemimpin dunia.
Bagi Anthropic, fokus saat ini adalah memulihkan akses terhadap Fable 5 dan Mythos 5 sambil meyakinkan regulator bahwa model tersebut dapat digunakan secara aman. Hasil dari negosiasi ini berpotensi menjadi salah satu indikator penting bagi arah regulasi AI di Amerika Serikat dalam beberapa tahun ke depan.
Ingin mengikuti perkembangan terbaru industri AI, saham teknologi, dan berbagai berita yang memengaruhi pasar global? Pantau terus News & Artikel Tips Nanovest untuk mendapatkan insight pasar terkini. Kamu juga bisa mulai berinvestasi saham AS, kripto, dan emas digital langsung melalui aplikasi Nanovest.






