Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan level US$82.000 dan sempat turun di bawah US$79.000 di tengah meningkatnya kekhawatiran makroekonomi global. Namun di saat pasar mulai berhati-hati, Michael Saylor justru kembali memberi sinyal bahwa Strategy kemungkinan akan menambah kepemilikan Bitcoin dalam waktu dekat.
Sinyal tersebut muncul lewat unggahan khas Saylor di media sosial pada Minggu pagi. Ia membagikan grafik gelembung pembelian Bitcoin milik Strategy dengan caption singkat “Big Dot Energy”, sebuah pola unggahan yang selama ini sering muncul beberapa hari sebelum perusahaan mengumumkan pembelian BTC baru.
Jika pembelian kembali dilakukan, maka kepemilikan Bitcoin Strategy yang saat ini mencapai sekitar 818.869 BTC akan kembali bertambah. Dengan harga Bitcoin saat ini, total kepemilikan tersebut bernilai lebih dari US$67 miliar dan tetap menjadikan Strategy sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Bitcoin Turun di Tengah Tekanan Makro dan Ketidakpastian Global
Tekanan terbaru terhadap Bitcoin datang dari kombinasi beberapa faktor global sekaligus. Salah satunya adalah kembali meningkatnya ketegangan geopolitik terkait perang Iran yang membuat harga minyak melonjak tajam dan memicu kekhawatiran inflasi berkepanjangan.
Harga minyak Brent yang sempat naik dari sekitar US$99 menjadi lebih dari US$106 per barel memperbesar kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini biasanya memberi tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto.
Pergerakan Bitcoin belakangan juga semakin terlihat berkorelasi dengan saham small-cap AS, khususnya indeks Russell 2000. Hal tersebut membuat sebagian analis menilai bahwa Bitcoin saat ini masih diperlakukan pasar sebagai aset berisiko, bukan safe haven.
Di sisi lain, pasar derivatif juga menunjukkan belum kembalinya optimisme penuh investor. Data funding rate futures Bitcoin masih cenderung lemah dan belum menunjukkan permintaan leverage bullish yang kuat, meskipun BTC sempat mencoba menembus area US$82.000 beberapa kali.
Saylor Mulai Bicara Soal Potensi Jual Bitcoin?
Menariknya, di tengah sinyal pembelian baru, Michael Saylor juga mulai membuka kemungkinan bahwa Strategy suatu saat dapat menjual sebagian Bitcoin mereka jika diperlukan.
Pernyataan tersebut sempat memicu diskusi besar di komunitas kripto karena selama bertahun-tahun Saylor dikenal sebagai salah satu figur paling vokal dengan slogan “never sell your Bitcoin.”
Namun menurut Saylor, kemampuan untuk menjual sebagian aset justru penting agar Bitcoin tetap dianggap sebagai aset likuid dan bernilai oleh pasar serta lembaga pemeringkat kredit.
Ia menjelaskan bahwa jika pasar menganggap Bitcoin tidak akan pernah dijual dalam kondisi apa pun, maka aset tersebut bisa dianggap tidak memiliki fungsi likuiditas nyata bagi perusahaan.
Pendekatan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga fleksibilitas finansial perusahaan, terutama karena sebagian besar struktur bisnis Strategy saat ini sangat bergantung pada Bitcoin sebagai aset utama.
Meski begitu, Saylor tetap menegaskan bahwa filosofi utama perusahaan masih berorientasi pada akumulasi jangka panjang. Bahkan beberapa hari sebelumnya, Strategy baru saja membeli tambahan 535 BTC senilai sekitar US$43 juta.
Investor Ritel Jadi Fokus Baru Strategy
Selain memberi sinyal pembelian BTC, Saylor juga sedang aktif mendorong investor ritel untuk memberikan suara terkait proposal pembayaran dividen saham preferen STRC milik Strategy.
Proposal tersebut bertujuan mengubah pembayaran dividen dari bulanan menjadi dua kali dalam sebulan. Strategy menilai langkah ini dapat meningkatkan likuiditas, efisiensi reinvestasi, dan stabilitas harga saham preferen mereka.
Menariknya, sekitar 80% pemegang saham STRC disebut berasal dari investor ritel. Karena itu, baik akun resmi Strategy maupun Saylor terus mengajak investor untuk ikut memberikan suara menjelang tenggat voting pada awal Juni nanti.
Langkah ini menunjukkan bahwa Strategy kini tidak hanya fokus membangun eksposur Bitcoin korporasi, tetapi juga mulai memperluas pendekatan ke investor ritel dan instrumen pendapatan berbasis aset digital.
Di tengah volatilitas pasar dan tekanan makro global, langkah agresif Saylor kembali menjadi sorotan. Ketika sebagian investor mulai khawatir terhadap arah Bitcoin jangka pendek, Strategy justru tampaknya masih melihat pelemahan harga sebagai peluang akumulasi berikutnya.
Buat kamu yang ingin mengikuti pergerakan Bitcoin dan pasar kripto global secara real-time, kamu bisa mulai investasi aset kripto langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika market setiap harinya.






