Berkshire Hathaway milik Warren Buffett kembali membuat kejutan di pasar setelah mengakumulasi saham Delta Air Lines (DAL) senilai sekitar US$2,6 miliar. Langkah ini menandai kembalinya konglomerat investasi tersebut ke industri penerbangan setelah sebelumnya keluar total dari sektor airline saat pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
Investasi baru tersebut langsung menarik perhatian Wall Street karena datang di tengah situasi yang justru penuh tekanan bagi industri maskapai global. Harga bahan bakar melonjak akibat konflik AS-Iran dan gangguan di Selat Hormuz, sementara sejumlah maskapai masih menghadapi tekanan pendanaan dan perlambatan permintaan perjalanan.
Dengan posisi baru tersebut, Delta kini masuk menjadi salah satu kepemilikan terbesar Berkshire Hathaway dan menjadi sinyal bahwa Warren Buffett mulai kembali melihat peluang di sektor yang sebelumnya sempat ia tinggalkan.
Buffett Pernah Keluar Total dari Saham Airline
Kembalinya Berkshire ke industri penerbangan terasa menarik karena Buffett sebelumnya dikenal sangat pesimistis terhadap sektor ini setelah pandemi.
Pada tahun 2020, Berkshire Hathaway menjual seluruh kepemilikan saham maskapainya, termasuk Delta, United Airlines, American Airlines, dan Southwest Airlines. Saat itu, Buffett menilai pandemi telah mengubah perilaku konsumen dan pola perjalanan secara permanen.
Keputusan tersebut sempat dianggap sebagai salah satu langkah defensif terbesar Buffett selama krisis Covid-19. Ia juga beberapa kali menyebut bahwa industri penerbangan menghadapi tantangan struktural besar, mulai dari biaya operasional tinggi hingga sensitivitas terhadap kondisi ekonomi global.
Namun kini situasinya mulai berubah. Meski tekanan energi meningkat, pasar tampaknya melihat maskapai besar seperti Delta memiliki posisi yang lebih kuat dibanding beberapa tahun lalu.
Delta dinilai memiliki jaringan premium yang lebih stabil, pelanggan bisnis yang mulai kembali, serta kemampuan pengelolaan biaya yang lebih baik dibanding banyak pesaingnya.
Industri Penerbangan Sedang Hadapi Tekanan Baru
Investasi Berkshire datang di tengah kondisi yang cukup sulit bagi sektor penerbangan global.
Harga minyak kembali naik tajam setelah konflik AS-Iran meningkatkan risiko terhadap jalur energi utama dunia di Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap biaya bahan bakar maskapai yang berpotensi kembali melonjak.
Tekanan di industri bahkan terlihat dari keputusan Spirit Airlines yang baru-baru ini menghentikan operasinya setelah gagal mendapatkan pendanaan darurat.
Di sisi lain, pasar juga mulai khawatir bahwa inflasi tinggi dan suku bunga yang bertahan lama dapat menekan daya beli konsumen serta permintaan perjalanan dalam beberapa kuartal mendatang.
Namun justru di tengah ketidakpastian tersebut, Berkshire tampaknya melihat valuasi sektor penerbangan kembali menarik, khususnya untuk maskapai besar dengan fundamental yang relatif lebih kuat.
Langkah Buffett selama ini memang sering dipandang sebagai taruhan jangka panjang dibanding sekadar reaksi jangka pendek terhadap kondisi pasar.
Berkshire Mulai Atur Ulang Portofolio
Selain membeli Delta, Berkshire Hathaway juga melakukan sejumlah perubahan besar lain di portofolionya selama kuartal pertama tahun ini.
Perusahaan mengurangi kepemilikannya di Chevron (CVX), sekaligus meningkatkan posisi di Alphabet (GOOGL), yang kini menjadi salah satu investasi teknologi terbesar Berkshire.
Di sisi lain, Berkshire juga melepas sejumlah saham seperti Amazon (AMZN), Visa (V), Mastercard (MA), UnitedHealth (UNH), hingga Domino’s Pizza (DPZ).
Sebagian analis melihat perubahan ini sebagai bagian dari transisi strategi investasi di bawah Greg Abel, yang kini mulai mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan perusahaan setelah Warren Buffett mundur dari posisi CEO.
Meski Buffett tidak lagi memimpin operasional harian, ia masih aktif terlibat dalam keputusan investasi dan alokasi modal Berkshire Hathaway.
Menariknya, Buffett sendiri belum lama ini mengakui bahwa kondisi pasar saat ini bukan lingkungan yang ideal untuk menempatkan cadangan kas Berkshire yang kini mendekati US$400 miliar.
Karena itu, keputusan membeli Delta di tengah tekanan industri justru semakin menarik perhatian investor. Di saat banyak pelaku pasar masih berhati-hati terhadap sektor penerbangan, Berkshire Hathaway tampaknya mulai melihat peluang jangka panjang yang belum sepenuhnya dihargai pasar.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan saham Amerika seperti Delta Air Lines, Alphabet, hingga Berkshire Hathaway, kamu bisa mulai investasi saham AS langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar global setiap harinya.






