Saat memiliki dana yang belum akan digunakan, membuka deposito sering dianggap sebagai salah satu cara praktis untuk membuat uang tetap berkembang. Tinggal memilih bank, menentukan tenor, lalu menyimpan dana hingga jatuh tempo.
Namun, proses membandingkan deposito tidak sesederhana mencari angka bunga terbesar. Penawaran yang terlihat paling tinggi bisa saja hanya berlaku untuk nasabah baru, dana segar, nominal tertentu, tenor khusus, atau pembukaan melalui aplikasi. Ada pula bunga promosi yang hanya tersedia dalam periode terbatas sehingga belum tentu dapat digunakan oleh semua nasabah.
Angka yang tercantum biasanya juga merupakan bunga tahunan sebelum pajak, bukan jumlah bersih yang langsung diterima selama tenor deposito. Artinya, deposito dengan bunga 6% per tahun dan tenor tiga bulan tidak memberikan keuntungan sebesar 6% dalam tiga bulan.
Konteks suku bunga pada 2026 juga bergerak cukup dinamis. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% pada Juli 2026 setelah melakukan kenaikan pada bulan sebelumnya. Perubahan suku bunga acuan seperti ini dapat memengaruhi arah bunga simpanan, meskipun setiap bank tetap menentukan tingkat deposito berdasarkan strategi pendanaan dan kebijakannya masing-masing.
Jadi, berapa bunga deposito tertinggi pada 2026 dan institusi apa yang menawarkannya? Sebelum melihat perbandingan angkanya, penting untuk memahami terlebih dahulu cara membaca bunga deposito agar keputusan tidak hanya didasarkan pada promosi.
Apa yang Dimaksud dengan Bunga Deposito Tertinggi?
Bunga deposito tertinggi adalah tingkat bunga paling besar yang ditawarkan oleh bank untuk produk deposito dalam periode tertentu. Bunga tersebut biasanya ditampilkan dalam bentuk persentase per tahun atau p.a.
Sebagai contoh, sebuah bank menawarkan deposito dengan bunga 5% p.a. Angka tersebut menunjukkan estimasi bunga selama satu tahun penuh, bukan otomatis menjadi keuntungan untuk semua tenor.
Apabila tenor yang dipilih hanya tiga bulan, bunga kotor perlu dihitung secara proporsional:
Nominal deposito × bunga tahunan × lama tenor
Perhitungan riil dapat menggunakan jumlah bulan atau jumlah hari sesuai kebijakan bank. Setelah itu, bunga yang diperoleh masih dapat dikenai pajak.
Untuk wajib pajak dalam negeri, bunga deposito dan tabungan pada prinsipnya dikenai PPh final sebesar 20% dari jumlah bruto. Terdapat pengecualian untuk deposito dan tabungan dengan jumlah yang tidak melebihi Rp7,5 juta dan bukan merupakan dana yang sengaja dipecah-pecah.
Karena itu, ketika membandingkan bunga deposito, setidaknya perhatikan tiga angka berikut:
- Bunga tahunan yang ditawarkan.
- Estimasi bunga sesuai tenor.
- Hasil bersih setelah pajak.
Perbedaan antara bunga promosi dan hasil bersih inilah yang sering luput diperhatikan. Padahal, hasil bersih merupakan angka yang benar-benar menambah dana saat deposito jatuh tempo.
Mengapa Bunga Deposito Setiap Bank Berbeda?
Tidak ada satu tingkat bunga yang berlaku sama untuk seluruh deposito. Bank dapat memberikan penawaran berbeda berdasarkan kebutuhan pendanaan, tenor, jumlah simpanan, mata uang, hingga cara pembukaannya.
Berikut beberapa faktor yang biasanya memengaruhi besaran bunga deposito.
1. Kebijakan dan Kebutuhan Pendanaan Bank
Deposito merupakan salah satu sumber dana bagi perbankan. Ketika sebuah bank ingin menghimpun lebih banyak dana, bank tersebut dapat menawarkan bunga yang lebih kompetitif. Sebaliknya, ketika kebutuhan dananya sudah mencukupi, bank tidak selalu perlu memberikan bunga tinggi untuk menarik simpanan baru.
2. Kondisi Suku Bunga
Pergerakan suku bunga acuan dapat memengaruhi biaya dana serta arah bunga simpanan perbankan. Meski demikian, perubahan BI-Rate tidak selalu langsung diikuti perubahan bunga deposito dengan besaran yang sama. Setiap bank tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas, strategi bisnis, biaya pendanaan, dan persaingan di pasar.
3. Tenor yang Dipilih
Bunga deposito dapat berbeda untuk tenor 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Menariknya, tenor yang paling panjang belum tentu selalu menawarkan bunga paling tinggi. Dalam kondisi tertentu, bank justru dapat memberikan penawaran lebih kompetitif untuk tenor pendek karena sedang membutuhkan pendanaan pada jangka waktu tersebut.
4. Nominal Penempatan
Sejumlah bank menggunakan sistem bertingkat atau tiering. Artinya, tingkat bunga yang diterima dapat berbeda berdasarkan jumlah dana yang ditempatkan. Deposito Rp10 juta, Rp100 juta, dan Rp1 miliar belum tentu memperoleh bunga yang sama, meskipun tenor dan banknya serupa.
5. Kanal Pembukaan
Deposito yang dibuka melalui aplikasi atau internet banking terkadang menawarkan bunga dan minimal penempatan berbeda dibanding deposito yang dibuka melalui kantor cabang. Perbedaan ini dapat terjadi karena produk digital memiliki proses yang lebih sederhana dan biaya operasional yang berbeda.
6. Program Promosi
Bank dapat mengadakan promosi deposito dengan bunga lebih tinggi untuk periode tertentu. Namun, promo tersebut biasanya disertai persyaratan, seperti:
- Hanya berlaku bagi nasabah baru.
- Menggunakan dana segar atau fresh fund.
- Memenuhi minimal nominal penempatan.
- Memilih tenor tertentu.
- Membuka deposito melalui kanal digital.
- Mengikuti program selama periode promosi.
Karena itu, penting membedakan antara bunga reguler dan bunga promosi. Angka tertinggi yang terlihat di iklan belum tentu menjadi tingkat yang akan diperoleh semua nasabah.
Apakah Bank dengan Bunga Deposito Tertinggi Selalu Paling Menguntungkan?
Belum tentu. Bunga memang menjadi salah satu pertimbangan utama, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah sebuah deposito benar-benar memberikan hasil yang optimal.
Sebelum memilih deposito, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan.
1. Hasil Bersih Setelah Pajak
Bunga deposito yang ditampilkan bank umumnya merupakan bunga sebelum pajak. Artinya, hasil yang benar-benar diterima saat jatuh tempo bisa berbeda dari angka yang tertera pada brosur atau halaman promosi. Karena itu, membandingkan hasil bersih akan memberikan gambaran yang lebih realistis dibanding hanya melihat persentase bunga.
2. Nominal Penempatan
Tidak semua bunga deposito berlaku untuk seluruh nominal simpanan. Beberapa bank menawarkan bunga lebih tinggi untuk dana dalam jumlah tertentu atau menggunakan sistem tiering. Pastikan bunga yang dibandingkan memang sesuai dengan nominal dana yang ingin Anda tempatkan.
3. Tenor Deposito
Tenor juga memengaruhi hasil akhir yang diterima. Bunga tertinggi belum tentu tersedia pada seluruh pilihan tenor, sehingga penting memilih jangka waktu yang sesuai dengan rencana penggunaan dana. Jangan sampai mengejar bunga lebih tinggi tetapi justru membutuhkan dana sebelum deposito jatuh tempo.
4. Syarat Program
Sebagian bunga tinggi merupakan bagian dari program promosi yang memiliki ketentuan tertentu, misalnya hanya berlaku bagi nasabah baru, dana segar (fresh fund), atau pembukaan melalui aplikasi digital. Selalu baca syarat dan ketentuan sebelum membandingkan penawaran antarbank.
5. Kesesuaian dengan Tujuan Keuangan
Pada akhirnya, deposito terbaik bukan selalu yang menawarkan bunga paling tinggi, tetapi yang paling sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Misalnya, apabila dana akan digunakan dalam enam bulan, memilih tenor satu tahun hanya demi mengejar bunga sedikit lebih tinggi belum tentu menjadi keputusan yang tepat.
Cara Membaca Penawaran Bunga Deposito
Sebelum memutuskan membuka deposito, gunakan langkah sederhana berikut agar tidak hanya terpaku pada angka bunga yang terlihat paling besar.
1. Cek bunga per tahun (p.a.)
Pastikan Anda memahami bahwa bunga yang ditampilkan merupakan bunga tahunan.
2. Sesuaikan dengan tenor
Hitung kembali estimasi bunga berdasarkan jangka waktu deposito yang dipilih.
3. Perhitungkan pajak
Bandingkan hasil bersih yang benar-benar akan diterima saat jatuh tempo.
4. Periksa syarat program
Pastikan Anda memenuhi ketentuan seperti nominal minimum, tenor, atau promo tertentu.
5. Sesuaikan dengan kebutuhan dana
Pilih deposito yang mendukung tujuan keuangan Anda, bukan sekadar menawarkan bunga paling tinggi.

Bunga Reguler vs Bunga Promo, Apa Bedanya?
Salah satu alasan mengapa banyak orang bingung membandingkan deposito adalah adanya perbedaan antara bunga reguler dan bunga promo.
Padahal, kedua jenis bunga tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.
Bunga Reguler
Bunga reguler merupakan suku bunga yang berlaku secara umum untuk produk deposito suatu bank. Besaran bunga ini biasanya lebih stabil dan dapat dinikmati oleh sebagian besar nasabah yang memenuhi persyaratan dasar.
Karena tidak bergantung pada periode promosi tertentu, bunga reguler sering dijadikan acuan ketika membandingkan deposito antarbank.
Bunga Promo
Sebaliknya, bunga promo merupakan penawaran khusus yang hanya berlaku dalam kondisi tertentu.
Misalnya:
- nasabah baru,
- penempatan dana segar (fresh fund),
- nominal minimum tertentu,
- pembukaan melalui aplikasi,
- atau periode promosi yang terbatas.
Sebelum memutuskan, selalu baca syarat dan ketentuan yang menyertai program tersebut agar tidak salah memahami penawarannya.
Cara Menghitung Bunga Deposito
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap bunga deposito sebagai keuntungan yang langsung diterima sesuai angka yang tertera. Padahal, bunga deposito biasanya dinyatakan dalam persentase per tahun (p.a.), sehingga hasil yang diterima bergantung pada nominal simpanan dan tenor yang dipilih.
Namun, Anda tidak perlu menghitung semuanya secara manual. Cara paling praktis adalah menggunakan kalkulator deposito sehingga Anda dapat langsung membandingkan berbagai skenario berdasarkan nominal, tenor, dan tingkat bunga yang diinginkan.
Hitung Estimasi Bunga Deposito
Masukkan nominal deposito, tenor, dan suku bunga untuk mengetahui estimasi keuntungan tanpa perlu menghitung secara manual.
Alternatif Selain Deposito yang Bisa Dipertimbangkan
Jika tujuan Anda adalah membuat dana tetap produktif, deposito bukanlah satu-satunya pilihan. Beberapa alternatif yang umum dipertimbangkan antara lain:
| Instrumen | Cocok untuk |
|---|---|
| Reksa Dana Pasar Uang | Menyimpan dana jangka pendek dengan fleksibilitas yang lebih tinggi. |
| Reksa Dana Pendapatan Tetap | Investor yang mencari potensi imbal hasil dari portofolio obligasi dengan horizon investasi menengah. |
| Obligasi atau SBN | Investor yang ingin memperoleh pendapatan dari surat utang sesuai karakteristik produknya. |
| Program Earn | Pengguna yang ingin mengoptimalkan dana sesuai ketentuan program yang tersedia. |
Mengenal Program Earn di Nanovest
Jika Anda sedang membandingkan berbagai alternatif selain deposito, salah satu pilihan yang dapat dipelajari adalah Program Earn di aplikasi Nanovest. Program ini dirancang bagi pengguna yang ingin mengelola dana secara lebih optimal melalui pilihan aset digital dengan potensi fixed return sesuai program dan tenor yang tersedia.
Saat ini, Program Earn di Nanovest tersedia dalam dua pilihan aset.
IDDR Earn (Rupiah Digital) —Mulai IDDR Earn
IDDR Earn memungkinkan pengguna menempatkan dana dalam denominasi Rupiah Digital (IDDR) untuk memperoleh potensi fixed return sesuai program yang dipilih. Program ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang memiliki dana idle dan ingin tetap menjaga produktivitas dana sambil menunggu peluang investasi berikutnya.
ASDD Earn (US Dollar Digital) —Mulai ASDD Earn
Selain IDDR Earn, tersedia pula ASDD Earn yang menggunakan denominasi US Dollar Digital (ASDD). Melalui program ini, pengguna dapat memilih tenor yang tersedia dan memperoleh potensi fixed return sesuai ketentuan program yang berlaku.
Baik IDDR Earn maupun ASDD Earn memberikan informasi mengenai estimasi yield, tenor, dan periode program sebelum pengguna melakukan placement sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih transparan.

Mengapa Program Earn Dapat Menjadi Alternatif Selain Deposito?
Program Earn memiliki karakteristik yang berbeda dengan deposito sehingga dapat menjadi alternatif bagi pengguna dengan kebutuhan tertentu. Beberapa keunggulannya antara lain:
Potensi Fixed Return
Program Earn menawarkan potensi fixed return sesuai program yang dipilih sehingga pengguna dapat mengetahui estimasi imbal hasil sebelum melakukan placement.
Pilihan Tenor
Pengguna dapat memilih tenor sesuai dengan program yang tersedia sehingga lebih mudah menyesuaikan dengan rencana keuangan.
Seluruh Proses Dilakukan Secara Digital
Mulai dari placement hingga pemantauan transaksi dapat dilakukan langsung melalui aplikasi Nanovest tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Informasi Program yang Transparan
Sebelum mengikuti Program Earn, pengguna dapat melihat informasi mengenai:
- Yield Rate
- Lock Period
- Start Date
- End Date
- Maturity Instruction
- Principal Invested
- Source of Funds
Hal ini membantu pengguna memahami mekanisme program sebelum mengambil keputusan.
Terintegrasi dalam Satu Aplikasi
Selain Program Earn, pengguna juga dapat mengakses berbagai produk investasi lain di aplikasi Nanovest, seperti saham AS, aset kripto, dan emas digital.
Disclaimer: Program Earn merupakan produk yang berbeda dengan deposito. Masing-masing memiliki mekanisme, karakteristik, manfaat, serta risiko yang berbeda sehingga penting memahami cara kerjanya sebelum berpartisipasi.
Sebelum Memilih, Bandingkan Dulu Estimasi Hasilnya
Setiap instrumen memiliki cara kerja yang berbeda. Karena itu, sebelum mengambil keputusan, sebaiknya lakukan simulasi terlebih dahulu agar Anda memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai potensi hasil yang bisa diperoleh.
Jika Anda masih mempertimbangkan deposito, gunakan Kalkulator Deposito untuk menghitung estimasi bunga berdasarkan nominal, tenor, dan suku bunga yang diinginkan.
Setelah itu, Anda dapat membandingkannya dengan karakteristik Program Earn di Nanovest untuk melihat instrumen mana yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan Anda.
Bandingkan Sebelum Memutuskan
Hitung estimasi bunga deposito terlebih dahulu, lalu pelajari Program Earn Nanovest untuk mengetahui pilihan yang paling sesuai dengan tujuan keuangan Anda.
FAQ
Berapa bunga deposito tertinggi saat ini?
Besaran bunga deposito berbeda pada setiap bank dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain membandingkan persentase bunga, perhatikan juga tenor, nominal penempatan, serta syarat program yang berlaku.
Apakah bunga deposito dihitung per bulan?
Umumnya bunga deposito ditampilkan dalam persentase per tahun (per annum atau p.a.), kemudian disesuaikan dengan tenor yang dipilih.
Deposito Rp100 juta dapat bunga berapa?
Nilainya bergantung pada suku bunga, tenor, serta ketentuan pajak yang berlaku. Anda dapat menggunakan Kalkulator Deposito untuk memperoleh estimasi hasil sesuai skenario yang diinginkan.
Apa alternatif selain deposito?
Beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan antara lain reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, obligasi, maupun Program Earn sesuai karakteristik masing-masing.
Apa itu Program Earn Nanovest?
Program Earn adalah fitur di aplikasi Nanovest yang memungkinkan pengguna memperoleh potensi fixed return melalui pilihan aset digital sesuai program dan tenor yang tersedia.
Apa perbedaan deposito dan Program Earn?
Deposito merupakan produk simpanan berjangka yang ditawarkan oleh bank, sedangkan Program Earn di Nanovest memiliki mekanisme dan karakteristik yang berbeda. Sebelum memilih, pastikan Anda memahami cara kerja masing-masing produk agar sesuai dengan tujuan keuangan Anda.






