Ketika The Fed mengubah suku bunga acuannya, pasar saham hampir selalu bereaksi. Tidak sedikit investor yang langsung berasumsi bahwa kenaikan suku bunga pasti buruk bagi seluruh saham. Kenyataannya tidak selalu.
Memang, saham-saham growth seperti teknologi sering mendapat tekanan ketika suku bunga meningkat karena valuasinya menjadi lebih sensitif terhadap perubahan tingkat diskonto. Namun di sisi lain, ada sejumlah sektor yang justru berpotensi memperoleh manfaat dari kondisi tersebut.
Inilah alasan mengapa setiap kali muncul ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama (higher for longer), perhatian investor mulai beralih ke sektor-sektor tertentu, terutama perbankan, jasa keuangan, hingga perusahaan asuransi. Bahkan, dalam beberapa periode, saham-saham tersebut mampu mencatat kinerja yang lebih baik dibanding indeks secara keseluruhan.
Kondisi ini kembali menjadi perhatian pada pertengahan 2026. Meski pasar masih memperdebatkan arah kebijakan The Fed selanjutnya, inflasi yang bertahan di atas target membuat bank sentral AS tetap berhati-hati dalam menentukan langkah berikutnya. Akibatnya, skenario suku bunga yang bertahan relatif tinggi masih menjadi salah satu tema utama di pasar.
Lantas, sektor apa saja yang biasanya diuntungkan ketika suku bunga naik? Dan saham Amerika mana yang layak diperhatikan dalam kondisi tersebut?
Mengapa Suku Bunga Memengaruhi Harga Saham?
Suku bunga merupakan salah satu faktor makroekonomi yang paling berpengaruh terhadap valuasi saham. Hal ini dapat memengaruhi konsumsi, investasi bisnis, hingga laba perusahaan.
Kenaikan suku bunga juga membuat instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi menjadi lebih menarik. Sebagian investor kemudian mengalihkan sebagian dananya dari saham ke obligasi sehingga dapat menekan harga saham tertentu.
Namun dampaknya tidak sama pada setiap perusahaan. Perusahaan dengan valuasi tinggi dan laba yang masih banyak diharapkan pada masa depan, misalnya sebagian saham teknologi, cenderung lebih sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Sebaliknya, perusahaan yang memperoleh pendapatan dari aktivitas pinjam-meminjam atau investasi berbunga justru berpotensi menikmati peningkatan pendapatan.
Memahami hubungan antara suku bunga dan model bisnis perusahaan menjadi salah satu langkah penting sebelum memilih saham.
Sektor Apa Saja yang Biasanya Diuntungkan?
Beberapa sektor berikut secara historis sering menjadi perhatian investor ketika suku bunga berada pada level yang relatif tinggi.
1. Perbankan
Bank merupakan sektor yang paling sering dikaitkan dengan kenaikan suku bunga. Selama biaya dana (cost of funding) masih dapat dikelola, kenaikan suku bunga dapat membantu meningkatkan Net Interest Income (NII) dan Net Interest Margin (NIM), yaitu dua indikator penting dalam profitabilitas bank.
2. Perusahaan Asuransi
Perusahaan asuransi mengelola dana premi dalam jumlah besar yang sebagian diinvestasikan ke obligasi maupun instrumen pendapatan tetap lainnya. Ketika obligasi baru menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, potensi pendapatan investasi perusahaan juga dapat meningkat.
3. Broker dan Investment Bank
Perusahaan seperti Goldman Sachs maupun Morgan Stanley memiliki sumber pendapatan yang cukup beragam, mulai dari trading, investment banking, hingga wealth management. Dalam periode suku bunga tinggi, volatilitas pasar sering meningkat sehingga aktivitas perdagangan maupun kebutuhan layanan keuangan institusi dapat ikut bertambah. Kondisi ini berpotensi memberikan dukungan terhadap pendapatan perusahaan.
4. Konglomerasi dengan Kas Besar
Beberapa perusahaan memiliki cadangan kas yang sangat besar dan menempatkannya pada instrumen berbunga jangka pendek. Ketika tingkat suku bunga meningkat, pendapatan bunga dari kas tersebut juga ikut bertambah.
Baca juga: 7 Saham Keuangan Amerika Terbaik untuk Jangka Panjang

7 Saham Amerika yang Diuntungkan Jika Suku Bunga Naik
1. JPMorgan Chase & Co. (JPM) —Cek JPM
Sebagai bank terbesar di Amerika Serikat berdasarkan total aset, JPMorgan Chase (JPM) menjadi salah satu saham yang paling sering dikaitkan dengan lingkungan suku bunga tinggi. Salah satu alasannya adalah kemampuan perusahaan menghasilkan Net Interest Income (NII) yang besar, yaitu selisih antara pendapatan bunga dari pinjaman dan biaya bunga yang dibayarkan kepada deposan. Ketika suku bunga meningkat dan biaya dana tetap terkendali, margin bunga bank berpotensi ikut membaik.
Selain bisnis kredit, JPMorgan juga memiliki sumber pendapatan yang terdiversifikasi melalui investment banking, wealth management, serta trading. Diversifikasi ini membantu perusahaan tetap mencetak laba meskipun kondisi pasar berubah.
Menjelang laporan keuangan kuartal II 2026, analis memperkirakan JPMorgan masih membukukan kinerja yang solid. Pertumbuhan aktivitas trading, fee investment banking, dan kredit komersial diperkirakan menjadi penopang utama pendapatan perusahaan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Kenaikan suku bunga tidak selalu berdampak positif. Jika biaya dana meningkat lebih cepat dibanding bunga pinjaman atau ekonomi melambat sehingga kualitas kredit memburuk, profitabilitas bank dapat tertekan. Namun berkat skala bisnis dan diversifikasinya, JPMorgan dinilai lebih siap menghadapi berbagai kondisi pasar dibanding banyak bank lainnya.
2. Bank of America Corp. (BAC) —Cek BAC
Bank of America (BAC) dikenal sebagai salah satu bank AS yang cukup sensitif terhadap perubahan suku bunga karena memiliki basis deposito yang sangat besar. Ketika imbal hasil aset berbunga meningkat, Net Interest Income (NII) perusahaan juga berpotensi ikut tumbuh sehingga mendukung laba.
Selain perbankan ritel, Bank of America memiliki divisi Global Markets yang berkontribusi melalui aktivitas trading dan pasar modal. Menjelang laporan keuangan kuartal II 2026, manajemen memperkirakan pendapatan dari bisnis pasar modal dapat tumbuh lebih dari 15% dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah analis juga merevisi naik estimasi laba perusahaan berkat ekspektasi NII yang tetap kuat di tengah suku bunga tinggi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Investor tetap perlu mencermati kualitas kredit dan pertumbuhan pinjaman. Jika suku bunga tinggi mulai menekan aktivitas ekonomi, permintaan kredit maupun kemampuan bayar nasabah dapat ikut melambat.
3. Wells Fargo & Co. (WFC) —Cek WFC
Wells Fargo (WFC) memiliki fokus yang kuat pada bisnis perbankan tradisional, sehingga kinerjanya cukup dipengaruhi oleh perubahan margin bunga. Setelah pembatasan aset (asset cap) resmi dicabut pada 2026, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk kembali memperluas bisnis pinjaman dan menghimpun simpanan.
Di saat yang sama, Wells Fargo terus menjalankan program efisiensi operasional untuk meningkatkan profitabilitas. Menjelang laporan keuangan kuartal II 2026, manajemen memperkirakan Net Interest Income akan meningkat dibanding kuartal sebelumnya, sementara bisnis investment banking dan trading juga diproyeksikan tumbuh seiring meningkatnya aktivitas pasar modal.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Prospek Wells Fargo tetap bergantung pada kondisi ekonomi dan kualitas kredit. Meski outlook laba kuartal II lebih konservatif dibanding JPMorgan atau Bank of America, kombinasi antara pemulihan operasional dan potensi peningkatan margin bunga membuat saham ini tetap menarik untuk dipantau saat suku bunga berada pada level tinggi.
4. Goldman Sachs Group Inc. (GS) —Cek GS
Berbeda dengan JPMorgan atau Bank of America, Goldman Sachs (GS) bukanlah bank yang berfokus pada penghimpunan deposito dan penyaluran kredit. Sebagian besar pendapatannya berasal dari investment banking, trading, serta layanan bagi investor institusi.
Ketika kebijakan suku bunga The Fed memicu volatilitas pasar, aktivitas perdagangan saham, obligasi, maupun derivatif biasanya ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi bisnis Global Banking & Markets milik Goldman Sachs.
Menjelang laporan keuangan kuartal II 2026, analis memperkirakan pendapatan Goldman Sachs tetap didukung oleh aktivitas trading yang kuat, meningkatnya penerbitan saham dan obligasi, serta pulihnya pasar merger dan akuisisi (M&A). Kombinasi tersebut membuat Goldman Sachs menjadi salah satu saham sektor keuangan yang menarik ketika pasar memasuki periode suku bunga tinggi dan volatilitas meningkat.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Kinerja Goldman Sachs sangat bergantung pada aktivitas pasar modal. Jika kondisi pasar melemah atau transaksi korporasi menurun, pendapatan dari investment banking dan trading juga dapat ikut tertekan.
5. Morgan Stanley (MS) —Cek MS
Morgan Stanley (MS) memiliki model bisnis yang lebih seimbang dibanding banyak bank investasi lainnya. Selain bisnis Institutional Securities, perusahaan juga memperoleh porsi pendapatan yang besar dari Wealth Management dan Investment Management yang menghasilkan pendapatan berbasis biaya (fee-based income).
Model bisnis tersebut membuat Morgan Stanley relatif lebih stabil ketika kondisi pasar berubah. Sementara aktivitas trading dapat meningkat saat volatilitas naik, bisnis wealth management tetap memberikan arus pendapatan yang berulang dari aset nasabah yang dikelola.
Menjelang musim laporan keuangan kuartal II 2026, analis memperkirakan Morgan Stanley masih mencatat pertumbuhan laba berkat peningkatan aktivitas pasar modal dan kontribusi bisnis wealth management yang tetap kuat. Hal ini membuat saham Morgan Stanley menarik bagi investor yang ingin memperoleh eksposur ke sektor jasa keuangan di luar bank konvensional.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Pendapatan Morgan Stanley tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar modal. Penurunan nilai aset kelolaan (Assets Under Management/AUM) atau aktivitas transaksi yang melambat dapat memengaruhi pertumbuhan fee perusahaan.
6. Berkshire Hathaway Inc. (BRK.B) —Cek BRK.B
Berkshire Hathaway (BRK.B) sering kali tidak masuk dalam daftar saham yang diuntungkan saat suku bunga naik, padahal perusahaan memiliki salah satu keunggulan yang unik.
Melalui bisnis asuransi seperti GEICO dan berbagai anak usaha lainnya, Berkshire mengelola insurance float dalam jumlah sangat besar. Dana tersebut sebagian ditempatkan pada kas, surat utang pemerintah AS, dan instrumen pendapatan tetap jangka pendek.
Ketika suku bunga meningkat, investasi tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan bunga yang lebih tinggi tanpa harus menambah risiko secara signifikan. Selain itu, Berkshire juga memiliki neraca yang sangat kuat dengan cadangan kas besar sehingga memiliki fleksibilitas untuk melakukan investasi ketika peluang menarik muncul di tengah volatilitas pasar.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski memperoleh manfaat dari pendapatan bunga yang lebih tinggi, kinerja Berkshire tetap dipengaruhi oleh performa berbagai bisnis yang dimilikinya, mulai dari asuransi, energi, manufaktur, hingga portofolio investasi saham.
7. Chubb Ltd. (CB) —Cek CB
Selain sektor perbankan, perusahaan asuransi juga sering menjadi salah satu penerima manfaat dari lingkungan suku bunga tinggi. Salah satu contohnya adalah Chubb (CB), perusahaan asuransi global yang memiliki bisnis di lebih dari 50 negara.
Sebagian besar dana premi yang diterima Chubb diinvestasikan ke dalam portofolio obligasi dan instrumen pendapatan tetap. Ketika obligasi baru menawarkan yield yang lebih tinggi, hasil investasi perusahaan juga berpotensi meningkat sehingga memberikan kontribusi tambahan terhadap laba.
Di sisi operasional, Chubb juga dikenal memiliki disiplin underwriting yang kuat dan rasio klaim yang relatif sehat. Kombinasi antara bisnis asuransi yang stabil dan peningkatan pendapatan investasi membuat saham ini menarik sebagai alternatif di luar sektor perbankan ketika suku bunga berada pada level tinggi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Kinerja Chubb tidak hanya dipengaruhi oleh suku bunga, tetapi juga oleh frekuensi klaim asuransi akibat bencana alam maupun kondisi ekonomi global. Investor sebaiknya tetap memantau perkembangan underwriting dan hasil investasi perusahaan pada setiap laporan keuangan.
Cara Memilih Saham Saat The Fed Menaikkan Suku Bunga
Agar keputusan investasi lebih objektif, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan ketika suku bunga berada dalam tren naik.
1. Perhatikan Model Bisnis Perusahaan
Pilih perusahaan yang berpotensi memperoleh manfaat langsung dari kenaikan suku bunga, misalnya bank dengan margin bunga yang sehat atau perusahaan asuransi dengan portofolio investasi pendapatan tetap yang besar.
2. Cermati Laporan Keuangan
Perhatikan indikator seperti pertumbuhan laba, Net Interest Income (NII), Net Interest Margin (NIM), kualitas kredit, serta arus kas perusahaan. Fundamental yang kuat tetap menjadi faktor utama dalam investasi jangka panjang.
3. Jangan Abaikan Valuasi
Saham yang diuntungkan oleh kondisi makro belum tentu menarik apabila sudah diperdagangkan pada valuasi yang terlalu mahal. Bandingkan valuasi perusahaan dengan prospek pertumbuhan labanya.
4. Diversifikasikan Portofolio
Mengandalkan satu sektor saja dapat meningkatkan risiko. Mengombinasikan saham bank, perusahaan asuransi, maupun sektor lain dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio.
Baca juga: 5 Saham Amerika yang Cocok Dibeli Saat Inflasi Tinggi (Update 2026)
Mulai Investasi Saham Amerika Bersama Nanovest
Perubahan suku bunga merupakan bagian dari siklus ekonomi yang akan terus terjadi. Daripada mencoba menebak arah pasar dalam jangka pendek, banyak investor memilih fokus pada perusahaan dengan fundamental yang kuat dan prospek bisnis yang tetap menarik di berbagai kondisi ekonomi.
Melalui Nanovest, kamu dapat berinvestasi di berbagai saham Amerika dari sektor perbankan, teknologi, kesehatan, energi, hingga keuangan langsung dari satu aplikasi. Dengan modal mulai dari Rp5.000, kamu dapat membangun portofolio global secara bertahap sesuai tujuan keuangan dan profil risiko.
FAQ
Apakah semua saham turun ketika suku bunga naik?
Tidak. Beberapa sektor, seperti perbankan, asuransi, dan jasa keuangan, justru berpotensi memperoleh manfaat dari kenaikan suku bunga.
Mengapa bank sering diuntungkan saat suku bunga naik?
Karena bank memperoleh pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan bunga simpanan. Jika margin bunga meningkat, laba perusahaan juga berpotensi ikut bertambah.
Apakah saham teknologi selalu buruk saat suku bunga tinggi?
Tidak selalu. Namun, saham growth umumnya lebih sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena valuasinya lebih bergantung pada proyeksi laba di masa depan.
Apa itu Net Interest Income (NII)?
Net Interest Income (NII) adalah selisih antara pendapatan bunga yang diterima bank dari pinjaman dengan bunga yang dibayarkan kepada nasabah penyimpan dana.
Selain bank, sektor apa yang diuntungkan saat suku bunga naik?
Perusahaan asuransi, investment bank, asset manager, dan perusahaan dengan kas besar yang ditempatkan pada instrumen berbunga juga dapat memperoleh manfaat.
Apakah kenaikan suku bunga selalu berdampak positif bagi bank?
Tidak. Jika kenaikan suku bunga menyebabkan permintaan kredit melemah atau kredit bermasalah meningkat, profitabilitas bank juga dapat tertekan.
Apakah investor perlu menjual seluruh saham ketika The Fed menaikkan suku bunga?
Tidak selalu. Keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan fundamental perusahaan, valuasi, dan tujuan investasi jangka panjang, bukan hanya perubahan suku bunga.
Referensi +
- Federal Reserve. Monetary Policy & FOMC Statements.
- JPMorgan Chase Investor Relations.
- Bank of America Investor Relations.
- Wells Fargo Investor Relations.
- Goldman Sachs Investor Relations.
- Morgan Stanley Investor Relations.
- Berkshire Hathaway Annual Report.
- Chubb Investor Relations.
- Reuters. Wall Street Banks Earnings Preview (Q2 2026).
- Morningstar. Financial Sector Research.






