Industri layanan pesan antar makanan global kembali memanas setelah Delivery Hero mengonfirmasi adanya pendekatan akuisisi dari Uber (UBER).
Kabar tersebut langsung mendorong saham Delivery Hero melonjak tajam pada perdagangan Senin, di tengah spekulasi bahwa sektor food delivery global mungkin akan memasuki fase konsolidasi baru setelah beberapa tahun penuh persaingan agresif dan tekanan profitabilitas.
Perusahaan pengiriman makanan asal Jerman itu mengungkap bahwa Uber telah mengajukan proposal pengambilalihan penuh senilai €33 per saham atau sekitar US$38 per saham.
Meski angka tersebut sebenarnya berada di bawah harga penutupan saham Delivery Hero sebelumnya, pasar tampaknya melihat kemungkinan adanya tawaran lanjutan atau bahkan potensi perang penawaran dari pihak lain.
Saham Delivery Hero sempat melonjak lebih dari 10% dan membawa valuasi perusahaan menebus €11 miliar.
Spekulasi semakin kuat setelah laporan Financial Times menyebut Uber tengah mempertimbangkan proposal baru dengan valuasi yang lebih tinggi, setelah tawaran sebelumnya tersebut ditolak oleh salah satu pemegang saham utama Delivery Hero.
Uber dan DoorDash Mulai Bergerak Agresif
Yang menarik, Uber disebut bukan satu-satunya pihak yang tertarik terhadap Delivery Hero. Laporan lain menyebut rival Uber, DoorDash (DASH), juga telah melakukan pendekatan kepada sejumlah pemegang saham perusahaan.
DoorDash dikabarkan terutama tertarik pada aset-aset Delivery Hero di Timur Tengah seperti Talabat dan HungerStation, serta bisnis Turki mereka, Yemeksepeti.
Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa Delivery Hero bisa menjadi pusat perebutan aset strategis di industri pengiriman makanan global. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan food delivery memang mulai bergeser dari strategi ekspansi agresif menuju fokus pada profitabilitas, efisiensi operasional, dan dominasi regional.
Karena itu, aset dengan posisi pasar kuat di kawasan tertentu kini menjadi sangat menarik bagi pemain besar.
Bagi Uber sendiri, akuisisi Delivery Hero dinilai masuk akal secara strategis karena dapat memperluas jangkauan geografis Uber Eats sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar internasional.
Saat ini Delivery hero memiliki eksposur besar di Asia, Timur Tengah, Eropa Selatan, hingga Afrika – wilayah yang sebagian masih fragmented dan belum sepenuhnya dikuasai Uber.
Uber Sudah Jadi Pemegang Saham Terbesar
Ketertarikan Uber terhadap Delivery Hero sebenarnya bukan hal baru.
Pekan lalu, Delivery Hero mengungkap bahwa Uber telah meningkatkan kepemilikannya menjadi sekitar 19,5% dari total saham perusahaan, naik signifikan dari sebelumnya sekitar 7%.
Langkah tersebut langsung memicu spekulasi pasar bahwa Uber sedang mempersiapkan langkah yang lebih besar.
Kenaikan kepemilikan saham itu juga menjadikan Uber sebagai salah satu pemegang saham terbesar Delivery Hero saat ini. Meski begitu, analis menilai jalan menuju kesepakatan final masih cukup kompleks.
Selain faktor valuasi, potensi hambatan regulasi juga mulai menjadi perhatian, terutama karena Uber dan Uber Eats sudah memiliki operasi besar di berbagai negara yang juga menjadi pasar utama Delivery Hero.
Analis JPMorgan menyebut potensi sinergi bisnis memang cukup besar, tetapi pengawasan regulator antimonopoli bisa menjadi tantangan utama jika akuisisi benar-benar dilanjutkan.
Sementara itu, analis Jefferies menilai tawaran €33 per saham masih dianggap terlalu rendah oleh sebagian besar investor besar, dengan beberapa pihak disebut menginginkan valuasi di atas €40 per saham.
Industri Food Delivery Mulai Masuk Fase Baru
Jika kesepakatan ini benar-benar terjadi, industri food delivery global akan semakin terkonsolidasi di tangan beberapa pemain besar.
Tren tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. DoorDash sebelumnya mengakuisisi Deliveroo, sementara Prosus mengambil alih Just Eat Takeaway.
Konsolidasi ini muncul setelah industri pengiriman makanan menghadapi tekanan besar pasca pandemi, ketika pertumbuhan mulai melambat dan investor semakin fokus pada profitabilitas dibanding ekspansi pengguna semata.
Perusahaan-perusahaan besar kini berlomba membangun skala yang lebih efisien, memperkuat jaringan logistik, serta mengurangi persaingan harga yang selama ini menggerus margin bisnis.
Meski berkantor pusat di Berlin, Delivery Hero sendiri sudah tidak lagi beroperasi di Jerman setelah menjual bisnis domestiknya kepada Just Eat Takeaway beberapa tahun lalu.
Namun secara global, perusahaan tetap menjadi salah satu pemain terbesar dunia berkat kekuatan operasionalnya di berbagai pasar berkembang.
Bagi investor, situasi ini menunjukkan bagaimana industri teknologi dan platform digital mulai memasuki fase matang, di mana skala, efisiensi, dan dominasi regional menjadi faktor utama pertumbuhan berikutnya.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan saham global seperti Uber, DoorDash, hingga saham teknologi Amerika lainnya, kamu bisa mulai investasi saham AS langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar global setiap harinya.






