Jumlah validator yang lebih sedikit tidak selalu berarti jaringan menjadi kurang aman.
Lido, protokol liquid staking Ethereum (ETH) terbesar berdasarkan total nilai terkunci, meluncurkan Curated Module v2 atau CMv2. Peningkatan ini dirancang untuk mengonsolidasikan ratusan ribu validator Ethereum menjadi validator yang lebih sedikit, tetapi memiliki saldo jauh lebih besar.
Melalui perubahan tersebut, Lido berencana memigrasikan lebih dari 265.000 validator yang menyimpan lebih dari 8 juta ETH, senilai sekitar US$16,5 miliar. Jika berjalan sesuai proyeksi, jumlah validator Ethereum dapat turun dari sekitar 880.000 menjadi 628.000 atau berkurang hampir sepertiga.
Tujuannya bukan untuk mengurangi partisipasi staking, melainkan menyederhanakan cara jaringan memproses aktivitas validator. Dengan jumlah validator yang lebih ramping, Ethereum diharapkan dapat mengurangi beban komunikasi pada lapisan konsensus tanpa memengaruhi aktivitas transaksi dan biaya gas.
Validator Lebih Besar untuk Jaringan yang Lebih Ringan
Sebelumnya, setiap validator Ethereum hanya dapat memiliki saldo efektif maksimum sebesar 32 ETH.
Peningkatan Pectra pada Mei 2025 memperkenalkan kredensial penarikan 0x02, yang memungkinkan satu validator memiliki saldo efektif hingga 2.048 ETH. Teknologi inilah yang digunakan Lido dalam Curated Module v2.
Validator 32 ETH yang saat ini digunakan akan digabungkan ke dalam validator dengan saldo lebih besar melalui jalur konsolidasi khusus. Proses tersebut berjalan terpisah dari antrean deposit dan aktivasi Ethereum, sehingga tidak diharapkan mengganggu pengguna baru yang ingin mulai melakukan staking.
Menurut perkiraan Lido, konsolidasi dapat mengurangi pesan pengesahan di seluruh jaringan sekitar 29% per epoch. Pesan pengesahan merupakan komunikasi yang dikirim validator untuk mengonfirmasi kondisi blockchain.
Semakin banyak validator, semakin banyak pula pesan yang harus diproses jaringan. Dengan menggabungkan saldo ke validator yang lebih besar, Ethereum dapat mempertahankan jumlah ETH yang diamankan sambil mengurangi beban teknis pada lapisan konsensus.
Lido juga memperkirakan porsi ETH yang diamankan oleh validator gabungan di seluruh jaringan akan meningkat dari sekitar 32% menjadi lebih dari 52% setelah migrasi selesai.
Operator Lido Kini Harus Menaruh Modal Sendiri
Perubahan besar lainnya terletak pada cara Lido mengawasi operator node. Sebelumnya, operator profesional dalam Curated Module terutama dimintai pertanggungjawaban melalui reputasi, rekam jejak, dan proses seleksi oleh organisasi otonom terdesentralisasi atau DAO Lido.
Melalui CMv2, seluruh operator diwajibkan menyediakan obligasi dalam bentuk ETH, stETH, atau wstETH. Jaminan tersebut disimpan sebagai stETH dan dapat digunakan untuk menutup kerugian jika operator melakukan kesalahan.
Obligasi dapat dipotong apabila terjadi slashing validator, pengalihan reward secara tidak sah, atau downtime berkepanjangan. Dengan demikian, operator tidak hanya mempertaruhkan reputasi, tetapi juga modal mereka sendiri.
Mekanisme tersebut menjadi penting karena Curated Module mengamankan sekitar 90% dari seluruh ETH yang dipertaruhkan melalui Lido Core. Seluruh 34 operator yang berada dalam modul tersebut diperkirakan akan beralih ke sistem baru.
Lido juga membagi operator ke dalam beberapa kategori, termasuk operator yang berkontribusi pada pengembangan klien Ethereum dan operator yang menjalankan node di wilayah yang masih kurang terwakili.
Dalam tahap berikutnya, alokasi staking akan mempertimbangkan faktor seperti biaya, performa, dan kontribusi operator terhadap desentralisasi jaringan. Pendekatan ini membuat distribusi stake tidak lagi hanya berdasarkan keputusan tata kelola, tetapi juga kualitas layanan yang diberikan.
Migrasi Membawa Biaya Jangka Pendek
Meski dirancang meningkatkan efisiensi, perpindahan ke validator bersaldo tinggi tidak terjadi secara instan.
Migrasi diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan karena Ethereum memiliki antrean aktivasi yang saat ini mencapai lebih dari 40 hari. Selama proses konsolidasi, sebagian saldo harus menunggu sebelum aktif kembali di validator baru.
Lido memperkirakan kondisi ini dapat mengurangi imbalan staking tahunan sekitar 0,28% selama masa transisi. Penurunan tersebut terjadi karena validator kehilangan sebagian peluang memperoleh reward saat saldo sedang dipindahkan.
Pengguna stETH tidak perlu melakukan tindakan apa pun karena prosesnya ditangani langsung pada tingkat protokol. Namun, perubahan hasil staking sementara tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Modul lama dijadwalkan berhenti menerima staking baru pada Desember 2026 dan dihentikan sepenuhnya sekitar kuartal pertama 2027.
Pada saat yang sama, Lido juga memperbarui Community Staking Module ke versi ketiga. Modul ini memungkinkan staker independen menjalankan validator terdistribusi menggunakan teknologi Obol atau SSV dengan jaminan mulai dari 0,5 ETH per kunci.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Lido mencoba menyeimbangkan dua kebutuhan sekaligus: meningkatkan efisiensi melalui operator profesional dan memperluas partisipasi melalui modul staking komunitas.
Efisiensi Jadi Fokus Baru Staking Ethereum
Curated Module v2 merupakan perubahan terbesar pada sistem staking inti Lido sejak peluncuran Lido V2 pada 2023.
Pembaruan ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan staking Ethereum kini tidak lagi hanya diukur dari jumlah validator. Efisiensi jaringan, performa operator, dan kemampuan memberikan perlindungan ekonomi kepada staker mulai mendapat perhatian lebih besar.
Namun, pengurangan jumlah validator juga dapat memicu pertanyaan mengenai konsentrasi. Validator bersaldo lebih besar memang lebih efisien, tetapi membuat lebih banyak ETH bergantung pada jumlah mesin dan operator yang lebih sedikit.
Lido mencoba mengatasi risiko tersebut melalui jaminan operator, distribusi kategori node, serta rencana pasar validator yang akan mengarahkan deposit berdasarkan performa dan kontribusi terhadap desentralisasi.
Keberhasilan peningkatan ini akan bergantung pada kelancaran migrasi lebih dari 8 juta ETH dan kemampuan Lido menjaga keamanan tanpa mengurangi kepercayaan staker.
Bagi Ethereum, langkah tersebut dapat menjadi contoh bagaimana staking dalam skala besar berkembang dari model yang berfokus pada jumlah validator menjadi sistem yang menekankan efisiensi dan akuntabilitas.
Baca berita lainnya terkait aset Ethereum (ETH) di halaman ini.
Pantau perkembangan Ethereum (ETH) dan ekosistem staking kripto melalui aplikasi investasi Nanovest. Ikuti juga kabar terbaru blockchain, DeFi, dan pasar aset digital lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- CoinTelegraph: Lido upgrade aims to slash Ethereum’s validator count by one-third
- The Defiant: Lido Unveils Curated Module v2 in Ethereum Staking Overhaul






