Rocket Lab (RKLB) mengambil langkah besar untuk memperluas bisnisnya di industri antariksa dengan mengakuisisi penyedia komunikasi satelit Iridium Communications dalam transaksi senilai sekitar US$8 miliar. Akuisisi ini menandai transformasi Rocket Lab dari perusahaan peluncuran roket menjadi penyedia layanan satelit terintegrasi yang siap bersaing lebih jauh dengan Starlink milik SpaceX (SPCX).
Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham, dengan target penyelesaian pada pertengahan 2027.
Rocket Lab Dapat Jaringan Satelit dan Jutaan Pelanggan
Melalui akuisisi ini, Rocket Lab langsung memperoleh jaringan 66 satelit orbit rendah Bumi, spektrum L-band yang telah memiliki lisensi global, serta lebih dari 2,5 juta pelanggan yang berasal dari sektor pemerintah, pertahanan, penerbangan, maritim, hingga industri komersial.
Bagi Rocket Lab, langkah ini jauh lebih cepat dibandingkan membangun jaringan satelit sendiri yang dapat memakan waktu bertahun-tahun dan investasi miliaran dolar.
Pemegang saham Iridium akan menerima kompensasi senilai US$54 per saham, terdiri dari pembayaran tunai dan saham Rocket Lab. Setelah pengumuman tersebut, saham Iridium melonjak lebih dari 20%, sementara saham Rocket Lab juga menguat sekitar 10%.
Strategi Mirip SpaceX, Tapi Fokus Pasarnya Berbeda
Selama ini Rocket Lab dikenal melalui roket Electron dan pengembangan roket Neutron yang dijadwalkan melakukan penerbangan perdana pada akhir 2026. Dengan memiliki Iridium, perusahaan kini dapat menggabungkan kemampuan membangun satelit, meluncurkannya sendiri, sekaligus mengoperasikan layanan komunikasi satelit.
Strategi ini dinilai menyerupai model bisnis SpaceX yang mengintegrasikan peluncuran roket dengan layanan internet satelit Starlink.
Meski demikian, fokus Iridium berbeda dengan Starlink. Alih-alih mengejar pasar internet broadband massal, Iridium lebih kuat di layanan komunikasi berkeandalan tinggi untuk sektor pertahanan, penerbangan, maritim, Internet of Things (IoT), hingga layanan penentuan posisi dan navigasi.
Persaingan Industri Antariksa Semakin Memanas
Akuisisi ini terjadi ketika industri antariksa memasuki fase pertumbuhan baru, didorong meningkatnya kebutuhan konektivitas satelit dan investasi besar di sektor ruang angkasa.
Selain memperoleh spektrum yang bernilai strategis, Rocket Lab juga mendapatkan bisnis yang telah menghasilkan pendapatan stabil. Pada 2025, Iridium membukukan pendapatan sekitar US$872 juta. Sebaliknya, Starlink masih memimpin pasar dengan sekitar 10,3 juta pelanggan dan pendapatan lebih dari US$11 miliar.
Meski skala keduanya masih berbeda jauh, analis menilai akuisisi Iridium memberi Rocket Lab fondasi yang lebih kuat untuk memperluas bisnis komunikasi satelit dan mengurangi ketergantungan hanya pada layanan peluncuran roket.
Ikuti terus perkembangan perusahaan antariksa dan saham teknologi global melalui News & Artikel Tips Nanovest, serta mulai investasi saham Amerika dengan mudah di aplikasi Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: Rocket Lab taking on SpaceX with Iridium satellite internet buy
- Reuters: Rocket Lab buys Iridium in $8 billion deal to take on SpaceX






