Musim laporan keuangan mulai menunjukkan karakter pasar yang berbeda dari beberapa kuartal terakhir. Bukan lagi sekadar pertanyaan apakah perusahaan mampu melampaui ekspektasi analis, tetapi apakah pertumbuhan tersebut cukup kuat untuk membenarkan valuasi yang sudah tinggi. Hal itu terlihat dari respons investor terhadap laporan keuangan terbaru: perusahaan dengan hasil yang baik tetap dapat mengalami koreksi apabila prospek ke depan dinilai kurang meyakinkan, sementara emiten yang memberikan panduan optimistis justru memperoleh apresiasi lebih besar.
Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat masih memberikan sinyal bahwa aktivitas domestik tetap cukup sehat. Penjualan ritel Juni naik tipis dan klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah dalam dua bulan, memperkuat pandangan bahwa konsumsi rumah tangga dan pasar tenaga kerja masih mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, perhatian investor mulai bergeser ke perusahaan yang memiliki katalis spesifik di luar tema AI, seperti inovasi produk di sektor kesehatan, kekuatan model bisnis berbasis langganan, hingga kemampuan mempertahankan arus kas dan profitabilitas secara konsisten.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 17 Juli 2026
1. Merck & Company (MRK) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp2.299.935
- Target Price 1: Rp2.365.225
- Target Price 2: Rp2.440.972
- Stop Loss: Rp2.180.322
Mengapa Menarik?
Merck memperoleh sentimen positif setelah FDA menyetujui Lipfendra, terapi oral PCSK9 pertama yang ditujukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Kehadiran terapi berbentuk pil dinilai berpotensi memperluas pasar karena menawarkan alternatif yang lebih praktis dibanding terapi injeksi.
Respons pasar terhadap perkembangan tersebut cukup positif, tercermin dari kenaikan harga saham setelah pengumuman persetujuan. Selain memperkuat portofolio kardiovaskular, inovasi ini juga membantu Merck mengurangi ketergantungan terhadap beberapa produk utama dan memperluas sumber pertumbuhan jangka panjang.
Di sisi riset, kolaborasi berkelanjutan dengan Personalis turut memperkuat pipeline perusahaan, terutama dalam pengembangan terapi berbasis biomarker dan onkologi presisi. Meskipun terdapat normalisasi pada beberapa indikator profitabilitas, pertumbuhan pendapatan tetap menunjukkan bahwa bisnis inti Merck masih berada dalam jalur yang sehat.
Dengan pipeline produk yang terus berkembang dan fokus pada inovasi terapi, Merck tetap menawarkan prospek pertumbuhan yang menarik untuk jangka panjang.
2. Netflix Inc. (NFLX) —BUY
- Range Buy: Rp1.340.273
- Target Price 1: Rp1.372.756
- Target Price 2: Rp1.399.550
- Stop Loss: Rp1.277.637
Mengapa Menarik?
Netflix kembali membuktikan kekuatan model bisnisnya melalui laporan kuartal kedua yang mencatat EPS di atas ekspektasi, margin operasi sekitar 33,4%, serta laba bersih mencapai sekitar US$3,4 miliar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas meskipun terus meningkatkan investasi konten.
Pendapatan memang sedikit berada di bawah konsensus analis dan arus kas mengalami normalisasi, tetapi kondisi tersebut lebih mencerminkan strategi investasi untuk memperluas katalog konten, siaran langsung (live programming), serta pengembangan bisnis gaming.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan YouTube, TikTok, dan platform streaming lainnya, Netflix tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin global berkat skala pelanggan yang besar, jaringan distribusi yang luas, dan kemampuan menghasilkan konten orisinal dengan daya tarik tinggi.
Koreksi harga saham setelah laporan keuangan juga berpotensi menjadi peluang bagi investor yang melihat prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
3. AbbVie Inc. (ABBV) —BUY
- Range Buy: Rp4.535.725
- Target Price 1: Rp4.685.495
- Target Price 2: Rp4.840.135
- Stop Loss: Rp4.302.768
Mengapa Menarik?
AbbVie dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua pada 31 Juli 2026, dengan konsensus analis memperkirakan EPS sekitar US$3,68 dan pendapatan sekitar US$16,81 miliar. Pertumbuhan diperkirakan tetap didukung oleh kinerja kuat dari portofolio neurosains serta produk-produk unggulan seperti Botox Therapeutic dan Vraylar.
Dalam sebulan terakhir, saham AbbVie telah mengungguli kinerja S&P 500, mencerminkan optimisme investor terhadap pipeline produk dan prospek pendapatan perusahaan setelah berakhirnya eksklusivitas Humira.
Selain prospek pertumbuhan, AbbVie juga tetap menarik bagi investor income. Perusahaan mempertahankan dividen kuartalan sebesar US$1,73 per saham, didukung kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat dan konsisten.
Dengan diversifikasi portofolio yang semakin baik, pipeline inovasi yang solid, serta fundamental yang tetap kuat, AbbVie masih memiliki peluang untuk melanjutkan pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| MRK | Spec. Buy | Rp2.299.935 | Rp2.365.225 | Rp2.440.972 | Rp2.180.322 |
| NFLX | Buy | Rp1.340.273 | Rp1.372.756 | Rp1.399.550 | Rp1.277.637 |
| ABBV | Buy | Rp4.535.725 | Rp4.685.495 | Rp4.840.135 | Rp4.302.768 |
Kesimpulan
Respons pasar terhadap musim laporan keuangan menunjukkan bahwa kualitas pertumbuhan kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan besarnya laba. Merck memperoleh katalis baru dari inovasi produk, Netflix tetap mempertahankan profitabilitas tinggi di tengah investasi konten, sementara AbbVie memasuki musim earnings dengan fundamental yang solid dan pipeline produk yang terus berkembang.
Ingin memantau pergerakan MRK, NFLX, dan ABBV secara real-time? Kamu bisa menemukan saham-saham AS tersebut langsung di aplikasi Nanovest dan mengikuti update pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






