Rencana Paramount Skydance (PSKY) untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) senilai US$110 miliar kembali menghadapi hambatan besar. Sebanyak 12 negara bagian Amerika Serikat mengajukan gugatan antimonopoli untuk memblokir transaksi tersebut karena dinilai dapat mempersempit persaingan di industri film, televisi kabel, dan layanan streaming.
Gugatan itu dipimpin oleh Jaksa Agung California Rob Bonta bersama Arizona, Colorado, Connecticut, Massachusetts, Minnesota, Nevada, New Jersey, New Mexico, New York, Oregon, dan Washington. Koalisi tersebut meminta kedua perusahaan tidak menyelesaikan transaksi hingga proses pengadilan berakhir.
Langkah ini datang setelah Departemen Kehakiman AS memberikan lampu hijau terhadap kesepakatan tersebut pada Juni. Artinya, Paramount dan WBD kini menghadapi perbedaan sikap antara regulator federal dan pemerintah negara bagian mengenai dampak merger terhadap konsumen dan industri hiburan.
Merger Akan Membentuk Raksasa Media Baru
Apabila transaksi selesai, Paramount dan WBD akan menyatukan dua studio film besar, yakni Paramount Pictures dan Warner Bros., sekaligus menggabungkan Paramount+ dengan HBO Max.
Portofolio perusahaan gabungan juga akan mencakup CBS, MTV, BET, CNN, TNT, Discovery, serta berbagai jaringan televisi dan aset hiburan lainnya. Paramount sebelumnya menyatakan layanan streaming kedua perusahaan akan digabungkan setelah transaksi selesai.
Menurut gugatan, entitas baru tersebut berpotensi menguasai hampir sepertiga produksi film dan sebagian besar program televisi kabel dasar di AS. Untuk film-film dengan distribusi luas, koalisi negara bagian memperkirakan hanya tiga distributor yang akan mengendalikan sekitar 75% pasar.
Konsentrasi tersebut menjadi dasar kekhawatiran bahwa perusahaan gabungan akan memiliki daya tawar lebih besar terhadap bioskop, distributor TV berbayar, pekerja kreatif, dan konsumen.
Negara Bagian Soroti Harga, Konten, dan Lapangan Kerja
Koalisi penggugat berpendapat bahwa berkurangnya persaingan dapat mendorong kenaikan harga layanan streaming dan televisi, menurunkan kualitas konten, serta mengurangi jumlah film dan acara yang diproduksi.
Dampaknya juga dikhawatirkan merambah pasar tenaga kerja. Ketika jumlah studio besar berkurang, penulis, aktor, jurnalis, dan pekerja produksi berpotensi menghadapi pilihan tempat kerja yang lebih sempit serta posisi tawar yang lebih lemah dalam negosiasi upah.
Writers Guild of America dan Cinema United turut mendukung gugatan tersebut. Kedua organisasi menilai konsolidasi studio lebih lanjut dapat menyebabkan berkurangnya pekerjaan, variasi program, dan jumlah film yang tersedia bagi jaringan bioskop.
Kekhawatiran serupa sebelumnya telah muncul di Hollywood, terutama karena industri media sedang menghadapi penurunan bisnis televisi linear, tekanan biaya streaming, dan gelombang efisiensi yang telah menyebabkan pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan.
Paramount Bersiap Membela Kesepakatan
Paramount menolak tuduhan bahwa merger akan merugikan persaingan. Perusahaan berpendapat bahwa penggabungan dengan WBD justru akan menciptakan perusahaan media yang lebih kuat untuk menghadapi Netflix (NFLX) serta platform teknologi lain yang telah menguasai perhatian penonton dan belanja konten.
Paramount juga menilai penundaan transaksi dapat memperbesar ketidakpastian bagi pekerja industri hiburan. Perusahaan berencana membela kesepakatan tersebut di pengadilan dan tetap menargetkan penyelesaian transaksi pada September 2026.
Namun, penundaan berpotensi menambah biaya. Paramount telah menyetujui pembayaran tambahan sebesar US$0,25 per saham kepada pemegang saham WBD untuk setiap kuartal apabila transaksi belum selesai setelah 30 September. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$650 juta per kuartal.
Selain proses hukum di AS, kesepakatan tersebut masih ditinjau regulator Inggris dan Uni Eropa. Paramount dilaporkan telah menawarkan sejumlah konsesi kepada regulator Eropa, termasuk kemungkinan melepas sebagian aset jaringan televisi anak, untuk meningkatkan peluang memperoleh persetujuan.
Bagi investor, gugatan ini menambah risiko waktu, biaya, dan ketidakpastian terhadap merger Paramount-WBD. Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada kemungkinan perintah pengadilan sementara, respons regulator internasional, serta kemampuan Paramount mempertahankan jadwal penyelesaian transaksi.
Pantau terus perkembangan saham media global dan aksi korporasi besar melalui News & Artikel Tips Nanovest. Kamu juga dapat mulai berinvestasi saham Amerika dan mengelola peluang dari berbagai sektor langsung melalui aplikasi Nanovest.
Referensi +
- NBC News: 12 states file lawsuit to block $110 billion Paramount-Warner Bros. merger
- CNBC: Paramount, WBD hit with lawsuit from 12 states, including California, to block merger
- The Guardian: US state attorneys general file lawsuit in effort to block Paramount merger






