Apple (AAPL) akhirnya memperoleh lampu hijau untuk menghadirkan Apple Intelligence di China setelah regulator setempat menyetujui integrasi model kecerdasan buatan Qwen milik Alibaba (BABA) ke dalam ekosistem perangkat perusahaan.
Persetujuan dari Cyberspace Administration of China tersebut mengakhiri penantian panjang Apple sejak pertama kali memperkenalkan Apple Intelligence pada 2024. Karena aturan China mewajibkan layanan AI generatif bekerja sama dengan penyedia lokal, Apple tidak dapat membawa teknologi AI globalnya secara langsung ke pasar tersebut.
Melalui Qwen, pengguna di China nantinya dapat mengakses kemampuan pemahaman serta pembuatan teks dan gambar secara terintegrasi di iOS, iPadOS, macOS, dan visionOS. Meski jadwal peluncuran resminya belum diumumkan, kabar tersebut langsung disambut positif oleh pasar. Saham Apple naik sekitar 4%, sementara saham Alibaba juga menguat hampir 5%.
Qwen Bukan Jalan Apple Intelligence di China
Apple sebelumnya telah menjajaki sejumlah calon mitra lokal sebelum akhirnya memilih Alibaba. Perusahaan sempat berdiskusi dengan Baidu, tetapi menghadapi kendala dalam menyesuaikan model AI tersebut dengan kebutuhan perangkat dan pengguna Apple.
Nama lain seperti DeepSeek dan ByteDance juga sempat dipertimbangkan. Namun, Qwen dinilai lebih sesuai untuk mendukung fitur generatif Apple sekaligus memenuhi persyaratan regulasi China.
Integrasi ini akan memungkinkan pengguna menjalankan fitur AI tanpa harus berpindah ke aplikasi atau layanan eksternal. Qwen akan bekerja sebagai bagian dari pengalaman Apple Intelligence untuk membantu pengguna menulis, memahami, merangkum, dan menghasilkan konten berbasis teks maupun gambar.
Apple juga dilaporkan sedang mengeksplorasi teknologi yang memungkinkan model Qwen berjalan langsung pada perangkat. Salah satu opsi datang dari PrismML, perusahaan rintisan yang berhasil mengompresi model Qwen berparameter 27 miliar dari sekitar 54 GB menjadi kurang dari 4 GB.
Ukuran yang lebih kecil memungkinkan model tersebut beroperasi secara native pada iPhone 15 atau versi yang lebih baru. Jika diterapkan, pemrosesan langsung di perangkat dapat mengurangi ketergantungan pada cloud, mempercepat respons, serta mendukung pendekatan Apple yang berfokus pada privasi.
Peluncuran AI Bisa Mendorong Penjualan iPhone
Bagi Apple, persetujuan tersebut penting karena China merupakan salah satu pasar perangkat terbesarnya. Penjualan perusahaan di kawasan Greater China meningkat 28% menjadi US$20,5 miliar pada kuartal kedua, menunjukkan bahwa permintaan mulai pulih setelah periode persaingan yang ketat.
Apple juga berhasil kembali menempati posisi kedua di pasar smartphone China setelah program diskon pada festival belanja mendorong permintaan terhadap iPhone. Namun, perusahaan masih menghadapi tekanan dari produsen lokal, terutama Huawei, yang lebih agresif menghadirkan fitur AI pada perangkatnya.
Tanpa Apple Intelligence, iPhone berisiko kehilangan salah satu alasan utama bagi pengguna untuk melakukan upgrade. Di tengah semakin populernya fitur generatif, konsumen tidak lagi hanya membandingkan kualitas kamera, desain, atau performa chip, tetapi juga kemampuan AI yang tersedia di dalam perangkat.
Kehadiran Qwen dapat mempersempit kesenjangan tersebut dan membantu Apple mendorong siklus penggantian perangkat. Hal ini menjadi semakin penting ketika perusahaan menyiapkan sedikitnya lima model iPhone baru hingga awal 2027, termasuk perangkat lipat pertamanya yang disebut-sebut akan memiliki produksi awal sekitar 10 juta unit.
Morgan Stanley sebelumnya memperkirakan pengiriman iPhone dapat menembus 250 juta unit pada tahun fiskal 2027 apabila perangkat lipat dan fitur AI mampu meningkatkan permintaan.
Alibaba Perkuat Posisi dalam Persaingan AI
Kesepakatan ini juga menjadi kemenangan strategis bagi Alibaba. Integrasi Qwen ke dalam ratusan juta perangkat Apple berpotensi memperluas penggunaan model tersebut secara signifikan dan memperkuat posisinya di antara pengembang AI terbesar China.
Qwen tidak hanya akan memperoleh eksposur konsumen yang lebih luas, tetapi juga validasi sebagai teknologi yang mampu mendukung ekosistem perangkat global. Hal tersebut dapat membantu Alibaba bersaing dengan model dari Baidu, DeepSeek, ByteDance, hingga perusahaan AI Amerika.
Bagi investor, kerja sama dengan Apple juga memperlihatkan bahwa nilai bisnis Alibaba tidak lagi hanya bergantung pada e-commerce dan cloud. Qwen mulai berkembang menjadi aset strategis yang dapat digunakan melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi global.
Meski demikian, integrasi tersebut tetap membawa risiko. Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China terus meningkat, sementara sejumlah pembuat kebijakan AS mulai mengawasi penggunaan model AI China oleh perusahaan domestik.
Apple harus menjaga keseimbangan antara memenuhi aturan operasional Beijing dan menghadapi potensi pembatasan teknologi dari Washington. Perubahan kebijakan dari salah satu negara dapat memengaruhi ruang lingkup, jadwal, atau pengembangan jangka panjang kerja sama tersebut.
Sentimen Positif bagi AAPL dan BABA
Reaksi pasar menunjukkan investor melihat persetujuan Apple Intelligence sebagai katalis penting. Saham Apple ditutup di sekitar US$327,48 setelah naik hampir 4%, sekaligus mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu. Sejak awal tahun, saham AAPL telah meningkat lebih dari 20%.
Sementara itu, saham Alibaba turut menguat karena integrasi Qwen memberikan jalur distribusi baru bagi teknologi AI perusahaan. Namun, dampak jangka panjang terhadap kedua saham tetap akan bergantung pada waktu peluncuran, tingkat adopsi pengguna, dan kemampuan fitur AI tersebut mendorong penjualan perangkat maupun pendapatan layanan.
Persetujuan ini menghilangkan salah satu hambatan terbesar Apple di China. Kini, perhatian investor akan beralih pada seberapa cepat Apple Intelligence dapat diluncurkan dan apakah fitur tersebut benar-benar mampu memperkuat posisi iPhone di tengah persaingan smartphone berbasis AI.
Ikuti berita lainnya terkait saham Apple di halaman ini.
Ikuti terus perkembangan saham Apple, Alibaba, dan perusahaan teknologi global lainnya melalui News & Artikel Tips Nanovest. Temukan peluang dari perubahan besar di industri AI, lalu mulai investasi saham Amerika, kripto, dan emas digital dengan mudah melalui aplikasi Nanovest.
Referensi +
- TechCrunch: Apple Intelligence approved for launch in China with Alibaba’s Qwen AI
- CNBC: Alibaba’s U.S.-listed shares rise 4% after Qwen AI set to be integrated in Apple Intelligence






