Optimisme terhadap pergerakan Bitcoin kembali meningkat menjelang akhir tahun 2026. Hal ini terlihat dari besarnya nilai kontrak opsi Bitcoin yang jatuh tempo pada 25 Desember mendatang, dengan total nilai mencapai sekitar US$6 miliar. Kenaikan harga Bitcoin sebesar sekitar 33% sejak menyentuh level terendah tahunan di US$60.130 pada Februari lalu menjadi salah satu faktor utama yang mendorong sentimen bullish di pasar.
Di pasar derivatif, banyak trader mulai memasang target harga Bitcoin di level yang cukup tinggi. Sejumlah besar kontrak opsi beli (call option) bahkan memproyeksikan Bitcoin dapat mencapai harga US$115.000 hingga lebih dari US$120.000 pada akhir tahun. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar: apakah investor terlalu optimistis terhadap potensi kenaikan Bitcoin?
Mayoritas aktivitas opsi Bitcoin saat ini masih didominasi oleh call option, sementara opsi jual (put option) memiliki jumlah yang lebih sedikit. Namun, kondisi tersebut sebenarnya cukup umum di pasar kripto karena mayoritas trader cenderung memiliki pandangan bullish terhadap aset digital dalam jangka panjang.
Meski begitu, bukan berarti seluruh trader yakin Bitcoin akan langsung melesat ke level tertinggi baru. Data juga menunjukkan adanya minat besar pada put option yang menargetkan harga Bitcoin turun ke area US$55.000 atau bahkan lebih rendah. Nilai kontrak untuk skenario bearish tersebut juga mencapai sekitar US$1 miliar.
Hal ini menunjukkan bahwa baik pihak bullish maupun bearish sama-sama memasang skenario ekstrem untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di pasar. Banyak kontrak opsi tersebut digunakan sebagai strategi lindung nilai (hedging) atau strategi perdagangan tertentu, sehingga tidak selalu mencerminkan prediksi harga yang benar-benar diyakini akan terjadi.
Selain itu, beberapa trader memilih membeli call option di level harga tinggi seperti US$120.000 karena biayanya relatif lebih murah dibanding membeli Bitcoin secara langsung. Dengan modal yang lebih kecil, investor tetap bisa mendapatkan eksposur terhadap potensi kenaikan harga yang besar apabila Bitcoin benar-benar mengalami reli signifikan di akhir tahun.
Sementara itu, indikator derivatif lainnya menunjukkan bahwa sentimen pasar masih berada dalam kategori moderat. Data premium antara put dan call option memperlihatkan bahwa trader profesional masih cukup berhati-hati terhadap risiko penurunan harga Bitcoin.
Secara keseluruhan, tingginya jumlah call option Bitcoin dengan target US$115.000 tidak serta-merta menjadi tanda bahwa pasar terlalu euforia. Sebaliknya, kondisi ini lebih mencerminkan bagaimana investor mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan pergerakan harga Bitcoin hingga akhir tahun.






