American Bitcoin (ABTC), perusahaan penambangan kripto yang telah melantai di bursa dan didirikan bersama oleh putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, baru saja menyelesaikan proses aktivasi 11.298 mesin ASIC (application-specific integrated circuits) di fasilitasnya yang berlokasi di Drumheller, Alberta, Kanada.
Dengan penambahan perangkat tersebut, total kepemilikan mesin ASIC ABTC kini mencapai sekitar 89.242 unit. Mesin-mesin ini merupakan perangkat khusus yang digunakan untuk menambang Bitcoin (BTC) serta aset kripto lain berbasis proof-of-work (PoW). Setelah ekspansi ini, kapasitas komputasi perusahaan meningkat signifikan hingga sekitar 28,1 exahash per detik (EH/s), dengan efisiensi rata-rata mencapai 16 joule per terahash.
Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar. Saham ABTC tercatat melonjak sekitar 11,7% dalam satu hari perdagangan, dengan harga mencapai kisaran $1,38 per saham. Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap peningkatan kapasitas produksi dan potensi pendapatan perusahaan ke depan.
Meski demikian, langkah ekspansi ini terjadi di tengah kondisi bisnis yang tidak mudah bagi industri penambangan kripto. Pada kuartal keempat 2025, ABTC melaporkan kerugian sebesar $59,5 juta. Tekanan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penurunan reward blok pasca halving Bitcoin pada April 2024, kenaikan biaya energi, serta melemahnya harga aset kripto di pasar.
Harga Bitcoin sendiri sempat mengalami penurunan lebih dari 50%, menyentuh level sekitar $60.000 pada Februari, bertepatan dengan pelaporan kinerja keuangan ABTC. Penurunan ini berdampak langsung pada nilai cadangan BTC yang dimiliki perusahaan, yang tercatat mengalami penurunan nilai wajar hingga $227,1 juta. Meski begitu, ABTC menyatakan bahwa mereka masih mampu menambang Bitcoin dengan biaya sekitar 53% lebih rendah dibandingkan harga pasar saat itu.
Tekanan juga terlihat secara lebih luas di industri. Dalam tiga bulan pertama 2026, perusahaan-perusahaan penambangan Bitcoin publik dilaporkan menjual sekitar 32.000 BTC, melampaui total penjualan sepanjang 2025. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya pada kuartal kedua 2022.
Kondisi ini menunjukkan bahwa para pelaku industri tengah beradaptasi dengan lingkungan pasar yang semakin menantang. Bagi investor, dinamika ini menjadi pengingat bahwa sektor kripto, termasuk aktivitas mining, sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknologi, biaya operasional, dan pergerakan harga pasar.






