Harga Bitcoin (BTC) sempat mengalami kenaikan signifikan hingga menembus level $76.000, namun momentum tersebut mulai tertahan pada Selasa setelah aksi ambil untung dari trader jangka pendek mencapai level tertinggi sepanjang 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan setelah reli harga yang cukup cepat dalam beberapa waktu terakhir.
Data on-chain memperlihatkan bahwa sekitar 63.000 BTC dikirim ke bursa dalam kondisi profit pada 14 April, menjadi angka tertinggi tahun ini. Lonjakan ini bahkan melampaui aktivitas serupa yang terjadi pada Januari lalu. Selain itu, kelompok investor yang baru memegang Bitcoin selama satu hari hingga satu minggu juga memindahkan hampir 2.000 BTC ke platform exchange. Hal ini mengindikasikan bahwa koin yang baru dibeli mulai dialihkan menjadi likuiditas jual, terutama saat harga berada di area resistensi penting.
Fenomena ini mencerminkan pola distribusi yang umum terjadi, di mana investor baru cenderung merealisasikan keuntungan ketika harga mendekati level psikologis tertentu. Menurut analis kripto, kondisi ini merupakan fase normal dalam siklus pasar, yang menandakan adanya “pendinginan” setelah kenaikan yang cukup tajam.
Di sisi lain, pergerakan investor besar atau whale justru menunjukkan arah yang berbeda. Tercatat adanya aliran masuk lebih dari 71.000 BTC ke alamat akumulasi dalam satu hari, menjadi yang terbesar sejak awal 2022. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar dengan modal besar justru memanfaatkan tekanan jual dari investor jangka pendek untuk mengakumulasi aset.
Interaksi antara dua kelompok ini—penjual jangka pendek dan pembeli jangka panjang—menunjukkan adanya perpindahan kepemilikan dari “weak hands” ke “strong hands”. Kondisi ini cenderung membantu menjaga stabilitas harga, meskipun dalam jangka pendek dapat menahan laju kenaikan.
Secara teknikal, Bitcoin sempat membentuk pola equal high di sekitar $76.000 sebelum akhirnya tertolak di area 100-day EMA. Penolakan ini menyebabkan harga terkoreksi hingga mendekati $73.500. Meski demikian, tren bullish secara umum masih terlihat, terutama jika dilihat dari timeframe yang lebih rendah.
Dalam jangka pendek, area likuiditas berada di kisaran $73.000 hingga $72.000, yang berpotensi menjadi titik masuk bagi pembeli sebelum tren naik berlanjut. Namun, terdapat juga risiko tekanan lebih lanjut, mengingat adanya potensi likuidasi posisi long dalam jumlah besar di area tersebut.
Dengan kondisi ini, Bitcoin masih berpeluang mengalami penurunan sementara ke kisaran $72.000 hingga $70.000 sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan. Jika tekanan beli kembali menguat, target berikutnya tetap berada di area $80.000 sebagai level psikologis yang penting bagi pasar.






