Okt 30, 2023

Bitcoin Mining (Penambangan Bitcoin)

Apa Itu Penambangan Bitcoin (Bitcoin Mining)?

Penambangan Bitcoin atau Bitcoin Mining adalah proses di mana komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan Bitcoin bekerja untuk memverifikasi transaksi dan menambahkannya ke dalam rantai blok (blockchain) yang merupakan dasar dari kripto Bitcoin.

Selama proses ini, para penambang (miners) menggunakan kekuatan komputasi mereka untuk menyelesaikan kompleksnya masalah matematika yang dikenal sebagai “proof of work” (bukti kerja). Setiap kali masalah ini diselesaikan, blok baru dari transaksi ditambahkan ke blockchain, dan penambang yang berhasil akan diberi imbalan dalam bentuk Bitcoin.

Ketika penambang memecahkan masalah matematika ini, mereka secara efektif membuktikan bahwa mereka telah melakukan pekerjaan untuk memverifikasi transaksi. Proses ini membantu menjaga keamanan dan integritas jaringan Bitcoin, karena setiap blok baru bergantung pada blok sebelumnya dan akan memerlukan usaha yang signifikan untuk diubah.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penambangan Bitcoin juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan karena memerlukan konsumsi energi yang tinggi, seperti yang disebutkan dalam profil pengguna. Karena itu, sementara Bitcoin menawarkan potensi dalam hal mata uang digital dan teknologi blockchain, dampak lingkungan dari penambangan telah menjadi topik perdebatan dan tantangan yang perlu diatasi.

Pergeseran operasi Bitcoin mining ke tempat-tempat dengan sumber energi terbarukan adalah salah satu solusi yang banyak dicari untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas penambangan. Pindah ke sumber energi terbarukan, seperti energi matahari, angin, atau hidro, dapat membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh penambangan Bitcoin.

Banyak penambang dan perusahaan penambangan telah mempertimbangkan pindah ke daerah-daerah yang memiliki akses lebih baik ke sumber energi terbarukan. Langkah ini dapat membantu mengurangi kontribusi mereka terhadap emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan negatif lainnya yang terkait dengan penggunaan bahan bakar fosil.

Namun, walaupun perpindahan ke sumber energi terbarukan adalah langkah positif, masih ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah dampak lingkungan lokal di tempat-tempat baru di mana operasi penambangan dipindahkan, terutama terkait dengan penggunaan lahan dan infrastruktur yang mungkin diperlukan. Selain itu, efisiensi energi peralatan penambangan juga dapat menjadi fokus untuk mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan.

Penting untuk diingat bahwa sifat dinamis dan berkembangnya teknologi dan praktik penambangan Bitcoin (Bitcoin mining) dapat memengaruhi dampak lingkungan dalam jangka panjang. Upaya untuk mencapai keseimbangan antara potensi manfaat teknologi blockchain dengan dampak lingkungan yang berkelanjutan terus menjadi perhatian utama dalam komunitas kripto dan industri teknologi.

Penambangan Bitcoin atau Bitcoin mining melibatkan penggunaan komputer-komputer dengan kemampuan komputasi tinggi yang bekerja bersama untuk memecahkan masalah matematika yang kompleks. Masalah ini dihasilkan oleh algoritme Bitcoin dan bertujuan untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang terjadi di jaringan tersebut sah dan terverifikasi.

Ketika para penambang berhasil memecahkan masalah matematika ini, mereka menciptakan blok baru dari transaksi yang kemudian ditambahkan ke dalam blockchain Bitcoin.

Blockchain ini merupakan catatan terdesentralisasi dari semua transaksi yang pernah dilakukan dalam jaringan. Dengan memverifikasi transaksi dan menambahkannya ke blockchain, penambang membantu menjaga integritas jaringan dan memastikan bahwa transaksi tidak dapat dimanipulasi atau dibalik.

Ukuran blok Bitcoin adalah 1 megabyte (MB). Namun, perlu diperhatikan bahwa ukuran blok ini telah menjadi topik perdebatan dalam komunitas Bitcoin.

Beberapa usulan telah diajukan untuk meningkatkan ukuran blok guna mengatasi masalah skalabilitas, yaitu kemampuan jaringan untuk menangani volume transaksi yang semakin besar. Pada tahun 2017, terjadi “hard fork” dalam jaringan yang menghasilkan Bitcoin Cash, salah satu hasil perubahan ukuran blok yang kontroversial.

Semakin besar jaringan Bitcoin dan semakin banyak penambang yang terlibat, semakin kuat pula jaringan tersebut dari segi keamanan dan validasi transaksi. Namun, seperti yang telah dibahas sebelumnya, dampak lingkungan dari konsumsi energi yang tinggi dalam penambangan Bitcoin tetap menjadi perhatian yang perlu diatasi.

Dalam jaringan Bitcoin, transaksi dapat berisi berbagai jumlah data, tergantung pada seberapa banyak informasi yang terkait dengan transaksi tersebut. Ini dapat berkisar dari satu transaksi hingga beberapa ribu dalam satu blok. Setiap transaksi termasuk alamat pengirim, alamat penerima, jumlah Bitcoin yang ditransfer, dan tanda tangan digital yang memverifikasi keaslian transaksi tersebut.

Salah satu tujuan utama dari verifikasi informasi transaksi adalah mencegah pembelanjaan ganda (double spending). Dalam dunia mata uang digital, masalah pembelanjaan ganda menjadi lebih kompleks karena sifat digital yang membuatnya lebih mudah untuk mencoba melakukan penipuan atau manipulasi.

Pembelanjaan ganda terjadi ketika seseorang mencoba mengirimkan Bitcoin yang sama kepada dua penerima yang berbeda secara bersamaan, menciptakan ketidakpastian tentang keaslian transaksi tersebut.

Dengan menggunakan teknologi blockchain dan konsep proof of work, jaringan Bitcoin menciptakan konsensus dan mekanisme verifikasi yang membuatnya sangat sulit untuk melakukan pembelanjaan ganda. Setiap transaksi harus diverifikasi oleh para penambang dan ditambahkan ke dalam blok yang terkait dengan blok sebelumnya dalam rantai, sehingga memastikan urutan dan validitas transaksi.

Meskipun mata uang digital membawa tantangan baru, seperti risiko pembelanjaan ganda, teknologi blockchain dan mekanisme verifikasi yang ada dalam jaringan Bitcoin membantu mengatasi masalah tersebut dan memungkinkan transaksi yang aman dan terpercaya dalam dunia digital.

Risiko pembelanjaan ganda adalah salah satu tantangan kunci yang dihadapi dalam lingkungan mata uang digital seperti Bitcoin. Karena informasi digital dapat dengan mudah direplikasi, masalah ini mengemuka dalam konteks transaksi mata uang digital.

Namun, Bitcoin dan teknologi blockchain yang mendasarinya telah dirancang untuk mengatasi risiko pembelanjaan ganda ini dengan menggunakan mekanisme konsensus yang ketat dan terdesentralisasi. Cara kerja Bitcoin untuk mencegah pembelanjaan ganda adalah sebagai berikut:

  1. Proof of Work (Bukti Kerja): Setiap transaksi harus diverifikasi oleh para penambang melalui proses yang memerlukan perhitungan matematika yang rumit. Proses ini disebut proof of work. Para penambang bersaing untuk menyelesaikan masalah matematika ini, dan yang pertama kali berhasil akan dapat memasukkan transaksi ke dalam blok dan menambahkannya ke dalam blockchain. Hal ini memastikan bahwa seorang penambang tidak dapat secara sembarangan mengirim transaksi ganda karena mereka harus menghabiskan waktu dan energi untuk menyelesaikan proof of work.
  2. Konsensus Desentralisasi: Blockchain Bitcoin adalah catatan publik terdesentralisasi yang dimiliki dan dikelola oleh banyak komputer di seluruh dunia. Setiap perubahan dalam blok blockchain harus diterima oleh mayoritas jaringan, yang menciptakan konsensus tentang status transaksi yang sah. Dengan demikian, jika seseorang mencoba melakukan pembelanjaan ganda, perubahan tersebut akan ditolak oleh mayoritas jaringan yang mengikuti aturan konsensus.
  3. Konfirmasi Transaksi: Transaksi Bitcoin tidak dianggap sah begitu saja. Sebaliknya, setiap transaksi harus menunggu untuk mendapatkan beberapa konfirmasi oleh penambang dan dimasukkan ke dalam beberapa blok berikutnya dalam blockchain. Semakin banyak konfirmasi yang diterima, semakin sulit untuk melakukan pembelanjaan ganda.

Dalam kombinasi, teknologi blockchain dan mekanisme konsensus Bitcoin menciptakan sistem yang sangat sulit untuk melakukan pembelanjaan ganda tanpa menghabiskan usaha dan sumber daya yang sangat besar.

Meskipun risiko ini selalu ada dalam lingkungan digital, mekanisme yang ada dalam jaringan Bitcoin memberikan kepercayaan bahwa transaksi yang sah dan terverifikasi akan menjadi bagian dari catatan blockchain.

Transaksi Bitcoin diorganisir dalam blok dan ditambahkan ke dalam blockchain, serta peran node penuh dan penambang dalam jaringan Bitcoin. Berikut adalah beberapa poin tambahan untuk melengkapi gambaran tersebut:

  1. Transaksi dan Blok: Setiap kali transaksi Bitcoin terjadi, informasi tentang transaksi ini dikumpulkan bersama dengan transaksi-transaksi lain yang sedang menunggu verifikasi. Sekumpulan transaksi ini kemudian diorganisir menjadi blok.
  2. Blockchain: Blockchain adalah catatan terdesentralisasi dari semua transaksi yang pernah terjadi dalam jaringan Bitcoin. Setiap blok dalam blockchain berisi sejumlah transaksi dan tautan ke blok sebelumnya, membentuk rantai blok. Ini memastikan urutan transaksi dan mencegah perubahan yang tidak sah pada sejarah transaksi.
  3. Node Penuh: Node penuh adalah komputer-komputer dalam jaringan Bitcoin yang menyimpan seluruh salinan blockchain dan memverifikasi transaksi. Mereka berfungsi sebagai penjaga jaringan dengan memastikan bahwa transaksi yang masuk sesuai dengan aturan konsensus dan tidak melanggar protokol Bitcoin.
  4. Bitcoin Mining (Penambang Bitcoin): Penambang adalah entitas yang menggunakan daya komputasi tinggi untuk memecahkan masalah matematika yang rumit sebagai bagian dari proses proof of work. Mereka bersaing untuk menciptakan blok baru dan menambahkannya ke blockchain. Penambang yang berhasil mendapatkan hadiah dalam bentuk Bitcoin baru serta biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna untuk transaksi mereka.
  5. Sinkronisasi dan Unduhan Blockchain: Ketika seorang penambang atau node baru ingin bergabung dengan jaringan Bitcoin, mereka perlu mengunduh seluruh riwayat blockchain dari awal. Ini diperlukan agar mereka memiliki salinan yang akurat dari catatan transaksi yang pernah ada. Meskipun sinkronisasi awal ini memerlukan waktu dan sumber daya, setelah itu, mereka dapat berpartisipasi dalam memverifikasi dan meneruskan transaksi baru.

Secara keseluruhan, sistem yang kompleks ini menghasilkan jaringan Bitcoin yang terdesentralisasi, aman, dan terpercaya, di mana transaksi dapat diverifikasi dan dicatat dengan transparansi.

Penambang Bitcoin atau Bitcoin mining menerima hadiah blok sebagai imbalan atas pekerjaan mereka dalam memverifikasi dan memproses blok transaksi baru yang berhasil ditambang. Proses ini merupakan inti dari bagaimana Bitcoin beroperasi dan bagaimana mata uang kripto tersebut didistribusikan.

Ketika seorang penambang berhasil menambang blok baru dengan memecahkan masalah matematika yang rumit dan memverifikasi transaksi di dalamnya, blok tersebut harus diverifikasi oleh penambang lain dalam jaringan sebelum dianggap sah.

Setelah blok diterima dan diverifikasi oleh sebagian besar penambang dalam jaringan, blok tersebut ditambahkan secara permanen ke dalam blockchain. Sebagai imbalan atas pekerjaan mereka, penambang yang berhasil menambang blok baru diberikan dua jenis hadiah:

  1. Hadiah Blok (Block Reward): Ini adalah hadiah utama yang diberikan kepada penambang yang berhasil menambang blok baru. Pada awalnya, hadiah blok terdiri dari sejumlah Bitcoin baru yang diciptakan dan ditambahkan ke pasokan total Bitcoin. Namun, seiring waktu, jumlah Bitcoin baru yang diciptakan setiap blok berkurang secara berkala dalam proses yang disebut “halving.” Hadiah blok adalah cara utama di mana Bitcoin diperkenalkan ke dalam sirkulasi.
  2. Biaya Transaksi: Di samping hadiah blok, penambang juga memperoleh biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna untuk memproses transaksi mereka dalam blok. Biaya ini merupakan insentif bagi penambang untuk memprioritaskan transaksi dengan biaya yang lebih tinggi, karena transaksi dengan biaya yang lebih tinggi cenderung diproses lebih cepat.

Kombinasi antara hadiah blok dan biaya transaksi membentuk insentif ekonomi bagi penambang untuk berpartisipasi dalam jaringan, memverifikasi transaksi, dan memelihara keamanan serta integritas blockchain Bitcoin.

Dalam jaringan Bitcoin, hadiah blok awalnya ditetapkan pada jumlah tertentu (biasanya dalam bentuk Bitcoin) yang diberikan kepada penambang yang berhasil menambang blok baru. Namun, setiap 210.000 blok yang ditambang, hadiah blok ini mengalami pengurangan secara signifikan, sekitar setengah dari hadiah sebelumnya. Proses ini dikenal sebagai “halving” atau “reward halving.”

Siklus ini terjadi kira-kira setiap empat tahun, dengan tujuan utama untuk mengendalikan laju penciptaan Bitcoin baru dan membatasi pasokan total Bitcoin. Dengan mengurangi jumlah Bitcoin baru yang diperkenalkan ke dalam sirkulasi secara teratur, para pencipta Bitcoin (atau Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin, dalam hal ini) bermaksud untuk menciptakan mekanisme yang membatasi inflasi dan membantu menjaga nilai relatif Bitcoin seiring waktu.

Ini juga memiliki dampak pada insentif ekonomi bagi penambang. Dengan hadiah blok yang berkurang, penambang harus mengandalkan lebih banyak pada biaya transaksi sebagai sumber penghasilan mereka. Proses halving ini juga menjadi topik perbincangan dan perhatian di kalangan komunitas kripto, karena potensi pengaruhnya terhadap harga Bitcoin dan dinamika pasar.

Poin ini menunjukkan kompleksitas ekonomi dan teknis yang ada di belakang mata uang kripto seperti Bitcoin dan bagaimana sistem ini terus berkembang seiring berjalannya waktu. Pada 2009 menjadi 50. Pada 2013, jumlah hadiah menurun menjadi 25, dan pada 2016 menjadi 12,5. Dalam acara halving terbaru Bitcoin, hadiah diubah menjadi 6,25.

Insentif lain bagi penambang Bitcoin (Bitcoin mining) untuk berpartisipasi dalam proses tersebut adalah biaya transaksi. Selain reward, penambang juga menerima fee dari setiap transaksi yang terdapat dalam blok transaksi tersebut.

Dalam protokol Bitcoin, pasokan total Bitcoin dibatasi pada 21 juta koin. Proses Bitcoin mining melibatkan validasi transaksi dan pembentukan blok baru dalam rantai blok. Saat ini, sebagai imbalan atas usaha ini, penambang diberi Bitcoin baru sebagai hadiah blok. Namun, ada mekanisme yang dikenal sebagai “pengurangan separuh” (halving) yang terjadi secara periodik.

Kira-kira setiap 210.000 blok yang ditambahkan ke rantai, hadiah blok yang diberikan kepada penambang berkurang setengahnya. Ini dilakukan untuk mengendalikan laju penciptaan baru Bitcoin dan secara bertahap mengarahkan jumlah Bitcoin baru yang dihasilkan ke arah batas pasokan 21 juta.

Pada awalnya, ketika Bitcoin diluncurkan, penambang mendapatkan hadiah blok sebesar 50 Bitcoin. Setelah 210.000 blok pertama ditambang, hadiah tersebut berkurang menjadi 25 Bitcoin. Kemudian, setelah 420.000 blok, hadiah berkurang lagi menjadi 12.5 Bitcoin. Proses ini akan berlanjut dengan separuh hadiah blok setiap 210.000 blok berikutnya.

Saat pasokan baru semakin berkurang dan semakin mendekati batas 21 juta, penambang akan mengandalkan biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna jaringan sebagai sumber utama pendapatan mereka. Biaya transaksi ini akan mendorong insentif bagi penambang untuk terus menjalankan jaringan dan memvalidasi transaksi.

Sekitar tahun 2140, diperkirakan Bitcoin akan mencapai batas pasokan 21 juta, dan pada saat itu, penambang akan bergantung pada biaya transaksi sebagai imbalan utama mereka. Biaya transaksi memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa penambang tetap memiliki insentif untuk berpartisipasi dalam jaringan Bitcoin dan menjaga operasional serta keamanan jaringan.

Dengan berkurangnya hadiah blok setiap kali terjadi halving, penambang akan menghadapi penurunan pendapatan dari sumber utama hadiah. Oleh karena itu, biaya transaksi menjadi semakin penting sebagai sumber pendapatan bagi penambang. Biaya ini memberikan insentif tambahan bagi penambang untuk memilih transaksi-transaksi yang membayar biaya lebih tinggi, karena ini akan meningkatkan pendapatan mereka.

Selain itu, biaya transaksi juga berfungsi sebagai filter untuk memprioritaskan transaksi yang ingin diproses. Semakin tinggi biaya yang dibayarkan oleh pengguna, semakin besar kemungkinan transaksi mereka akan dimasukkan dalam blok lebih cepat. Ini memastikan bahwa pengguna yang ingin transaksi mereka diproses dengan prioritas lebih tinggi bersedia membayar biaya yang lebih tinggi.

Dengan adanya kombinasi hadiah blok yang berkurang seiring waktu dan peningkatan pentingnya biaya transaksi, jaringan Bitcoin membangun ekosistem ekonomi yang kompleks di mana insentif bagi

penambang dan integritas jaringan saling terkait. Semua faktor ini membantu menjaga jaringan tetap berjalan, aman, dan berdaya tahan. Idenya adalah bahwa persaingan untuk biaya ini akan menyebabkan mereka tetap rendah setelah acara separuh selesai.

 

Apa Kesulitan Menambang?

Salah satu istilah yang sering kamu jumpai dalam literatur penambangan Bitcoin adalah kesulitan penambangan. Kesulitan penambangan mengacu pada kesulitan memecahkan teka-teki matematika dan menghasilkan Bitcoin. Kesulitan penambangan memengaruhi tingkat di mana Bitcoin dihasilkan.

Kesulitan penambangan berubah setiap 2.016 blok atau kira-kira setiap dua minggu. Tingkat kesulitan selanjutnya bergantung pada seberapa efisien penambang pada siklus sebelumnya.

Masuknya penambang baru ke dalam jaringan Bitcoin dan perubahan dalam tingkat hash (jumlah daya komputasi yang digunakan untuk menambang) dapat memengaruhi dinamika hadiah blok, biaya transaksi, dan secara keseluruhan ekosistem jaringan.

Berikut adalah beberapa cara bagaimana hal ini dapat mempengaruhi jaringan Bitcoin:

  1. Tingkat Hash dan Kesulitan Penambangan: Jumlah penambang dan daya komputasi yang mereka kontribusikan ke jaringan dikenal sebagai tingkat hash. Semakin tinggi tingkat hash, semakin tinggi kemungkinan penambang berhasil menambang blok baru dan memverifikasi transaksi. Jaringan Bitcoin secara otomatis mengatur tingkat kesulitan penambangan berdasarkan tingkat hash saat ini. Jika tingkat hash meningkat, kesulitan penambangan juga akan naik, sehingga waktu rata-rata antara penambangan blok tetap stabil, yaitu sekitar 10 menit.
  2. Persaingan dalam Penambangan: Ketika penambang baru bergabung, persaingan untuk menambang blok baru meningkat. Ini dapat memengaruhi peluang setiap penambang untuk berhasil menambang blok dan mendapatkan hadiah. Dalam lingkungan yang lebih kompetitif, penambang mungkin merasa perlu untuk mengoptimalkan peralatan mereka atau memilih transaksi dengan biaya yang lebih tinggi untuk meningkatkan peluang mereka dalam mendapatkan hadiah blok dan biaya transaksi.
  3. Pengaruh pada Biaya Transaksi: Jika ada peningkatan dalam jumlah transaksi yang harus diproses dan persaingan lebih besar di antara penambang, biaya transaksi mungkin cenderung meningkat. Pengguna yang ingin transaksi mereka diproses lebih cepat mungkin bersedia membayar biaya yang lebih tinggi untuk memastikan prioritas transaksi mereka.

Semua faktor ini berinteraksi dalam ekosistem yang kompleks dan dinamis, mempengaruhi distribusi hadiah blok, biaya transaksi, dan keseimbangan insentif dalam jaringan Bitcoin. Perubahan dalam hal ini juga dapat mempengaruhi cara penambang dan pengguna berinteraksi dengan jaringan, serta bagaimana ekosistem Bitcoin beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

Pada tahun 2013 dan 2014, ketika harga Bitcoin naik, lebih banyak penambang bergabung dengan jaringannya, dan waktu rata-rata untuk menemukan blok transaksi turun menjadi sembilan menit dari 10 menit.

Tetapi sebaliknya juga bisa benar. Artinya, semakin banyak penambang bersaing untuk mendapatkan solusi, semakin sulit masalahnya. Jika daya komputasi diambil dari jaringan, kesulitannya menyesuaikan ke bawah untuk mempermudah penambangan.

Tingkat kesulitan penambangan pada Maret 2022 sebesar 27,55 triliun. Artinya, peluang komputer menghasilkan hash di bawah target adalah 1 banding 27,55 triliun. Sebagai perbandingan, kamu memiliki kemungkinan 91.655 kali lebih besar untuk memenangkan jackpot Powerball dengan satu tiket lotre daripada memilih hash yang tepat dalam sekali percobaan.

 

Sejarah Bitcoin Mining (Penambangan Bitcoin)

Dua perkembangan telah berkontribusi pada evolusi dan komposisi Bitcoin mining seperti saat ini. Yang pertama adalah pembuatan mesin penambangan khusus untuk Bitcoin. Penambangan Bitcoin atau Bitcoin mining melibatkan mencoba dan menebak solusi untuk masalah matematika yang rumit dalam proses proof of work.

Penambang mencoba berbagai nilai sampai mereka menemukan hash yang memenuhi kriteria tertentu. Hash adalah output dari fungsi matematika yang mengambil masukan berbagai panjang dan mengubahnya menjadi string angka dan huruf acak dengan panjang tetap.

Kecepatan penambangan terkait langsung dengan seberapa cepat komputer atau perangkat penambangan dapat menghasilkan hash yang memenuhi syarat yang ditentukan. Semakin tinggi daya komputasi (tingkat hash) yang diberikan oleh perangkat penambangan, semakin besar kemungkinan mereka untuk menemukan solusi yang benar lebih cepat.

Persaingan yang ketat di jaringan Bitcoin, penambang sering mencari cara untuk meningkatkan kecepatan komputasi mereka, seperti menggunakan perangkat keras khusus yang disebut ASICs (Application-Specific Integrated Circuits).

Namun, perlu diingat bahwa meskipun kecepatan hash sangat penting, itu tidak menjamin bahwa satu penambang akan selalu berhasil lebih cepat daripada yang lain. Keberhasilan dalam menemukan solusi untuk masalah proof of work masih memiliki elemen unsur acak. Ini berarti bahwa sementara kecepatan hash mempengaruhi peluang, ada faktor keberuntungan yang terlibat dalam menemukan blok baru.

Selain itu, sifat acak dari proses proof of work dan sistem mekanisme konsensus dalam jaringan Bitcoin adalah apa yang membuat jaringan ini sangat aman dan terdesentralisasi, karena tidak ada entitas tunggal yang dapat dengan mudah mengendalikan proses penambangan.

Di masa-masa awal Bitcoin, komputer desktop dengan CPU biasa mendominasi penambangan Bitcoin. Tetapi mereka mulai membutuhkan waktu lama untuk menemukan transaksi di jaringan crypto karena tingkat kesulitan algoritme meningkat seiring waktu.

Menurut beberapa perkiraan, dibutuhkan “rata-rata beberapa ratus ribu tahun” menggunakan CPU untuk menemukan blok yang valid pada tingkat kesulitan awal 2015. Seiring waktu, para penambang menyadari bahwa kartu grafis, juga dikenal sebagai graphics processing unit (GPU), lebih efektif dan lebih cepat dalam menambang.

Tetapi mereka menghabiskan banyak daya untuk sistem perangkat keras individual yang tidak diperlukan untuk menambang mata uang kripto. Field-Programmable Gate Arrays (FPGAs), sejenis GPU, merupakan peningkatan, tetapi mengalami kelemahan yang sama seperti yang dialami GPU.

Saat ini, penambang menggunakan mesin penambangan khusus, yang disebut penambang ASIC, yang dilengkapi dengan chip khusus untuk penambangan Bitcoin (Bitcoin mining) yang lebih cepat dan efisien. Industri ini telah mengalami evolusi signifikan sejak awalnya, dengan perangkat penambangan yang semakin canggih dan kompetitif. Berikut adalah beberapa poin tambahan untuk melengkapi gambaran ini:

  1. Biaya dan Kompetisi: Penambangan Bitcoin telah menjadi industri yang sangat kompetitif, dengan banyak individu dan perusahaan yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hadiah blok dan biaya transaksi. Karena itu, perangkat penambangan yang canggih dan efisien, seperti ASIC terbaru, telah menjadi standar dalam upaya untuk meningkatkan peluang sukses dan menghasilkan keuntungan.
  2. ASIC (Application-Specific Integrated Circuits): ASIC adalah jenis perangkat keras yang dirancang secara khusus untuk melakukan tugas tertentu, dalam hal ini, untuk menambang Bitcoin. ASIC memiliki keunggulan dalam hal kecepatan hash dan efisiensi energi dibandingkan dengan perangkat lain seperti CPU atau GPU. Ini memungkinkan penambang untuk meningkatkan peluang mereka untuk menemukan solusi proof of work yang benar.
  3. Biaya Energi: Biaya konsumsi energi dapat menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Bitcoin mining akan menguntungkan atau tidak. Operasi penambangan membutuhkan daya komputasi yang tinggi, yang pada gilirannya memerlukan konsumsi energi yang signifikan. Di daerah-daerah dengan biaya listrik tinggi atau bahan bakar fosil, biaya ini dapat menjadi faktor penentu keuntungan.
  4. Efisiensi dan Keuntungan: Dengan biaya energi dan perangkat penambangan yang mahal, para penambang harus memperhitungkan dengan cermat apakah pendapatan yang dihasilkan dari hadiah blok dan biaya transaksi dapat menutupi biaya operasional mereka. Penambang harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti harga Bitcoin, biaya listrik, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi keuntungan.
  5. Diversifikasi dan Pemilihan Lokasi: Beberapa penambang dapat memilih untuk berdiversifikasi dengan menambang beberapa mata uang kripto, tergantung pada kondisi pasar dan keuntungan yang mungkin lebih baik. Selain itu, beberapa penambang juga mencari lokasi dengan biaya energi rendah atau sumber energi terbarukan untuk mengurangi biaya operasional mereka.

Dalam keseluruhan, industri penambangan Bitcoin atau Bitcoin mining terus berkembang dan beradaptasi seiring perubahan dalam teknologi, harga Bitcoin, dan dinamika pasar. Bagi individu yang tertarik untuk terlibat dalam penambangan, penting untuk melakukan riset dan perhitungan yang cermat untuk memahami apakah itu merupakan pilihan yang menguntungkan dalam situasi tertentu.

Bahkan dengan unit terbaru yang diinginkan, satu komputer jarang cukup untuk bersaing dengan kumpulan penambangan—kelompok penambang yang menggabungkan daya komputasi mereka dan membagi Bitcoin yang ditambang di antara mereka.

Garpu Bitcoin juga memengaruhi susunan jaringan penambang Bitcoin (Bitcoin mining). Antara peluang 1 banding 16 triliun, tingkat kesulitan penskalaan, dan jaringan besar pengguna yang memverifikasi transaksi, satu blok transaksi diverifikasi kira-kira setiap 10 menit.

Namun penting untuk diingat bahwa 10 menit adalah tujuan, bukan aturan. Jaringan Bitcoin saat ini dapat memproses kurang dari empat transaksi per detik, dengan transaksi dicatat di blockchain setiap 10 menit.

Visa memiliki kemampuan untuk memproses sekitar 65.000 transaksi per detik, yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan jaringan Bitcoin.

Di dunia nyata, daya yang dikonsumsi oleh jutaan komputer dalam jaringan Bitcoin memang mendekati apa yang dikonsumsi oleh negara seperti Norwegia dan Ukraina setiap tahun. Proses proof-of-work dalam jaringan Bitcoin memungkinkan transaksi-divisi aman dan terdesentralisasi, namun juga menyebabkan konsumsi energi yang signifikan.

Karena jaringan pengguna Bitcoin terus berkembang, jumlah transaksi yang dilakukan dalam 10 menit pada akhirnya akan melebihi jumlah transaksi yang dapat diproses dalam 10 menit. Pada saat itu, waktu tunggu transaksi akan dimulai dan terus bertambah lama, kecuali ada perubahan pada protokol Bitcoin.

Masalah di jantung protokol Bitcoin ini dikenal sebagai penskalaan. Meskipun Bitcoin mining (penambang Bitcoin) umumnya setuju bahwa sesuatu harus dilakukan untuk mengatasi penskalaan, ada sedikit konsensus tentang bagaimana melakukannya.

Ada dua solusi utama yang diusulkan untuk mengatasi masalah penskalaan. Pengembang telah menyarankan untuk membuat lapisan Bitcoin “off-chain” sekunder yang akan memungkinkan transaksi lebih cepat yang dapat diverifikasi oleh blockchain nanti atau meningkatkan jumlah transaksi yang dapat disimpan oleh setiap blok. Dua solusi yang telah diajukan untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas dalam jaringan Bitcoin.

Solusi pertama, “lebih sedikit data untuk diverifikasi per blok,” mungkin merujuk pada implementasi Segregated Witness (SegWit) dalam jaringan Bitcoin. SegWit menghapus tanda tangan transaksi dari bagian utama blok, yang mengurangi ukuran transaksi dan memungkinkan lebih banyak transaksi untuk dimasukkan ke dalam setiap blok. Ini mengurangi beban pada jaringan dan dapat mengurangi biaya transaksi serta mempercepat konfirmasi.

Solusi kedua, yang berfokus pada “meningkatkan ukuran blok,” mungkin merujuk pada perdebatan tentang ukuran blok dalam jaringan Bitcoin. Sebelumnya, batas ukuran blok adalah 1 megabyte (MB), tetapi hal ini menyebabkan keterbatasan dalam jumlah transaksi yang bisa dimasukkan dalam satu blok. 

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk skalabilitas, ada proposal untuk meningkatkan ukuran blok, seperti yang terjadi dengan garpu keras (hard fork) yang menghasilkan Bitcoin Cash, yang memiliki ukuran blok yang lebih besar (8 MB).

Keduanya adalah upaya untuk mengatasi beberapa tantangan dalam jaringan Bitcoin, baik itu biaya transaksi tinggi atau keterbatasan skalabilitas. Namun, perubahan dalam protokol Bitcoin harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena dapat mempengaruhi konsensus jaringan dan komunitas secara keseluruhan.

Pada bulan Juli 2017, penambang Bitcoin dan perusahaan pertambangan yang mewakili sekitar 80% hingga 90% daya komputasi jaringan memilih untuk memasukkan program yang akan mengurangi jumlah data yang diperlukan untuk memverifikasi setiap blok.

“Saksi terpisah” atau “SegWit” adalah program yang diperkenalkan dalam jaringan Bitcoin untuk mengatasi beberapa masalah yang terkait dengan skalabilitas dan efisiensi. SegWit adalah singkatan dari “Segregated Witness,” secara harfiah yang berarti “saksi terpisah.”

SegWit memisahkan tanda tangan transaksi dari bagian utama data transaksi dalam blok. Sebelum SegWit, tanda tangan termasuk dalam data transaksi, sehingga mengambil ruang yang signifikan dalam blok.

Dengan memisahkan tanda tangan, ukuran transaksi yang sebenarnya dapat dikurangi, yang pada gilirannya mengizinkan lebih banyak transaksi untuk dimasukkan ke dalam setiap blok. Keuntungan utama dari SegWit adalah:

  1. Peningkatan Kapasitas: Karena tanda tangan dipisahkan, lebih banyak transaksi dapat dimasukkan ke dalam setiap blok tanpa meningkatkan ukuran blok secara keseluruhan. Ini mengurangi kemacetan jaringan dan memungkinkan lebih banyak transaksi untuk diproses dalam waktu yang lebih cepat.
  2. Biaya Transaksi yang Lebih Rendah: Dengan ukuran transaksi yang lebih kecil, biaya transaksi cenderung lebih rendah karena penambang akan memprioritaskan transaksi yang membayar biaya yang lebih tinggi per byte.
  3. Solusi untuk Beberapa Masalah Keamanan: SegWit juga memperkenalkan solusi untuk beberapa masalah keamanan, seperti potensi serangan malleability pada transaksi.

SegWit diterapkan pada jaringan Bitcoin melalui soft update yang disebut sebagai soft fork. Ini adalah contoh bagaimana komunitas Bitcoin bekerja bersama untuk memperbaiki jaringan dan mengatasi tantangan yang muncul seiring waktu.

Istilah ini merupakan penggabungan dari segregated, yang berarti terpisah, dan saksi, yang mengacu pada tanda tangan pada transaksi Bitcoin. Saksi terpisah, kemudian, berarti memisahkan tanda tangan transaksi dari sebuah blok dan melampirkannya sebagai blok yang diperluas.

Meskipun menambahkan satu program ke protokol Bitcoin mungkin tidak tampak seperti solusi, data tanda tangan diperkirakan mencapai 65% dari data yang diproses di setiap blok transaksi.

Pada Agustus 2017, menghasilkan pembentukan mata uang kripto baru yang dikenal sebagai Bitcoin Cash. Ini adalah hasil dari garpu keras (hard fork) dalam jaringan Bitcoin. Pada saat itu, terjadi perdebatan di komunitas Bitcoin tentang bagaimana mengatasi masalah skalabilitas.

Salah satu saran adalah untuk meningkatkan ukuran blok yang akan memungkinkan lebih banyak transaksi diproses dalam satu blok. Namun, terdapat perbedaan pandangan dalam komunitas tentang bagaimana mengimplementasikannya.

Sebuah kelompok penambang dan pengembang yang tidak setuju dengan implementasi SegWit dan tidak puas dengan skala yang dianggap lambat di jaringan Bitcoin memutuskan untuk membuat hard fork. Mereka menciptakan versi alternatif dari protokol Bitcoin yang memiliki ukuran blok yang lebih besar (8 MB) dan diberi nama Bitcoin Cash.

Bitcoin Cash memulai sebagai mata uang kripto yang terpisah dari Bitcoin, tetapi menggunakan basis kode yang sama. Jadi, siapa pun yang memiliki Bitcoin pada saat hard fork juga mendapatkan jumlah yang setara dari Bitcoin Cash. Ini menunjukkan bagaimana teknologi blockchain memungkinkan terciptanya mata uang kripto baru melalui hard fork, yang memiliki pandangan dan tujuan yang berbeda dari mata uang aslinya.

Sejak saat itu, Bitcoin Cash telah berkembang menjadi entitas yang berdiri sendiri dengan karakteristik dan tujuan yang unik, tetapi tetap terkait dengan asalnya di dalam dunia kripto. Meskipun grup ini setuju dengan perlunya solusi penskalaan, mereka khawatir mengadopsi teknologi SegWit tidak akan sepenuhnya mengatasi masalah penskalaan.

Sebaliknya, mereka menggunakan solusi kedua untuk meningkatkan jumlah transaksi yang dapat disimpan oleh setiap blok. Mata uang yang dihasilkan, disebut Bitcoin Cash, meningkatkan ukuran blok menjadi 8MB untuk mempercepat proses verifikasi agar memungkinkan kinerja sekitar 2 juta transaksi per hari.

 

Apa Itu Penambangan Bitcoin (Bitcoin Mining)?

Penambangan Bitcoin atau Bitcoin mining adalah proses yang menghasilkan bitcoin. Ini terdiri dari sistem penambangan yang bersaing satu sama lain untuk memecahkan teka-teki matematika dan memenangkan Bitcoin sebagai hadiah.

 

Apa Tujuan Bitcoin Mining (Penambangan Bitcoin)?

Bitcoin mining melayani dua tujuan, yaitu:

  1. Menghasilkan bitcoin.
  2. Mengkonfirmasi transaksi di jaringan crypto dan membuatnya dapat dipercaya.

 

Apa Biaya Utama yang Terkait dengan Penambangan Bitcoin?

Tiga biaya terbesar untuk Bitcoin mining adalah:

  1. Listrik
  2. Infrastruktur jaringan
  3. Infrastruktur pertambangan

 

Haruskah Menambang Bitcoin?

Penambangan Bitcoin atau Bitcoin mining adalah hobi yang mahal tanpa jaminan hasil. Kamu perlu berinvestasi pada mesin mahal, menjalankannya 24/7, dan membayar tagihan listrik yang tinggi. Meski begitu, tidak ada jaminan bahwa akan mendapatkan Bitcoin.

 

Apakah Penambangan Bitcoin (Bitcoin Mining) Hijau?

Penggunaan energi penambangan Bitcoin telah dikritik oleh aktivis iklim sebagai bukti bahwa crypto tidak ramah lingkungan. Proses Bitcoin mining diperkirakan mengkonsumsi listrik sebanyak seluruh negara. Saat dunia berputar menuju sumber energi terbarukan, penambangan Bitcoin atau Bitcoin mining diharapkan menjadi lebih hijau.

Penambangan Bitcoin (Bitcoin mining) adalah proses yang memerlukan konsumsi energi yang intensif dan melibatkan komputer khusus yang bersaing untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks. Proses ini memiliki beberapa tahap yang melibatkan verifikasi transaksi dan pembentukan blok baru dalam rantai blok.

Penambang yang memecahkan teka-teki terlebih dahulu dihadiahi Bitcoin. Proses Bitcoin mining (penambangan Bitcoin) juga mengonfirmasi transaksi di jaringan crypto dan membuatnya dapat dipercaya.

Meskipun penambang individu yang menggunakan sistem desktop berperan selama hari-hari awal crypto, ekosistem Bitcoin mining atau penambangan Bitcoin didominasi oleh perusahaan penambangan besar yang menjalankan kumpulan penambangan yang tersebar di banyak geografi.

Penambangan Bitcoin juga kontroversial karena menggunakan energi dalam jumlah yang sangat besar. Dengan meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim, beberapa penambang telah memindahkan operasinya ke daerah yang menggunakan sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik.

 

Bitcoin Mining (Penambangan Bitcoin)
by Kiki A. Ramadhan

0 comments


Artikel lainnya