Wall Street memasuki pekan baru dengan satu pertanyaan yang mulai bergeser: setelah earnings membawa indeks ke rekor, apa yang bisa menjaga reli tetap berjalan?
Jawaban pertama akan datang dari inflasi. Data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat lalu membantu meredakan kekhawatiran bahwa Federal Reserve harus kembali menaikkan suku bunga. Wall Street kemudian ditutup pada level rekor. Namun, ruang untuk bernapas itu bisa kembali diuji ketika laporan CPI Juli dirilis pekan ini. Angka yang lebih panas dari perkiraan berpotensi kembali menghidupkan spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan September.
Ada ujian kedua yang tidak kalah penting: return dari investasi AI. Earnings S&P 500 sejauh ini masih kuat, dengan pertumbuhan laba sekitar 30% secara tahunan. Perusahaan terkait AI juga menjadi salah satu kelompok yang menonjol. Kini giliran sejumlah pemain infrastruktur dan hardware AI melaporkan kinerja, membuat investor bisa mendapat gambaran lebih luas mengenai apakah gelombang belanja data center masih berakselerasi setelah investasi besar dari hyperscaler menjadi sorotan sepanjang musim earnings.
Artinya, pekan ini bukan hanya soal apakah AI masih populer atau kapan The Fed mengubah suku bunga. Investor akan mendapat dua tolok ukur yang lebih konkret sekaligus: apakah inflasi cukup terkendali untuk mendukung valuasi saham dan apakah investasi teknologi yang sangat besar benar-benar menghasilkan pertumbuhan.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 10 Agustus 2026
1. Tesla Inc. (TSLA) —BUY
- Range Buy: Rp5.857.343
- Target Price 1: Rp6.117.213
- Target Price 2: Rp6.430.391
- Stop Loss: Rp5.284.425
Mengapa Menarik?
Tesla semakin memperluas cerita pertumbuhannya dari kendaraan listrik menuju AI, robotika, dan semikonduktor. Rencana usaha patungan dengan SpaceX untuk membangun fasilitas semikonduktor senilai US$16,8 miliar di Texas berpotensi memperkuat kemampuan Tesla mengembangkan teknologi secara lebih terintegrasi, sekaligus mendukung proyek AI dan robotika jangka panjang.
Namun, transformasi tersebut datang ketika bisnis otomotif masih menghadapi tekanan. Pendapatan kuartal II FY2026 tumbuh 11,75%, tetapi margin kotor turun menjadi 18,85% dan pertumbuhan EPS merosot 40,98%. Persaingan EV China juga semakin ketat. Karena itu, katalis jangka panjang Tesla tetap besar, tetapi kemampuan menjaga margin sambil mendanai ekspansi teknologi akan menjadi faktor penting untuk dicermati.
2. Oracle Corporation (ORCL) —BUY
- Range Buy: Rp2.635.337
- Target Price 1: Rp3.220.654
- Target Price 2: Rp3.834.614
- Stop Loss: Rp2.063.576
Mengapa Menarik?
Oracle semakin mendapatkan tempat dalam siklus investasi AI melalui bisnis cloud-nya. Pendapatan kuartal IV FY2026 mencapai US$19,2 miliar atau tumbuh 21% YoY, sementara pendapatan cloud infrastructure melonjak 93% dan backlog mencapai US$638 miliar. Integrasi Gemini melalui kemitraan dengan Google Cloud turut memperluas posisi Oracle sebagai penyedia infrastruktur sekaligus platform untuk berbagai model AI.
Besarnya peluang tersebut juga membawa tantangan. Utang sekitar US$167 miliar dan rencana belanja modal sekitar US$70 miliar membuat investor perlu melihat seberapa cepat backlog yang besar dapat diterjemahkan menjadi pendapatan, laba, dan arus kas. Dengan demikian, eksekusi menjadi kunci untuk mempertahankan narasi pertumbuhan dan valuasi ORCL.
3. Eli Lilly and Company (LLY) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp21.238.733
- Target Price 1: Rp22.931.073
- Target Price 2: Rp24.623.412
- Stop Loss: Rp17.450.822
Mengapa Menarik?
Eli Lilly masih memiliki salah satu profil pertumbuhan terkuat di sektor kesehatan setelah pendapatan kuartal II 2026 mencapai US$23 miliar, naik 48% YoY. Permintaan Mounjaro dan Zepbound tetap menjadi mesin utama, sementara manajemen menaikkan proyeksi pendapatan 2026 menjadi US$85-87 miliar.
Cerita pertumbuhannya juga mulai meluas. Mounjaro mencatat pertumbuhan 55% di Eropa dan 93% di China, sedangkan status Breakthrough Therapy FDA untuk Olomorasib memberikan katalis tambahan dari pipeline onkologi. Tantangannya terletak pada valuasi sekitar 40,13x P/E, kenaikan biaya, dan tekanan harga, sehingga ruang pertumbuhan yang besar tetap perlu diimbangi dengan kemampuan menjaga margin.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| TSLA | Buy | Rp5.857.343 | Rp6.117.213 | Rp6.430.391 | Rp5.284.425 |
| ORCL | Buy | Rp2.635.337 | Rp3.220.654 | Rp3.834.614 | Rp2.063.576 |
| LLY | Spec. Buy | Rp21.238.733 | Rp22.931.073 | Rp24.623.412 | Rp17.450.822 |
Kesimpulan
Pekan ini membawa dua ujian besar bagi reli Wall Street: inflasi dan pembuktian return dari investasi AI. Tesla menawarkan optionality dari ekspansi AI dan robotika, Oracle menangkap lonjakan kebutuhan cloud infrastructure, sementara Eli Lilly memberikan sumber pertumbuhan berbeda melalui GLP-1 dan pipeline obatnya.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau saham pilihan hari ini melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






