Earnings Big Tech pekan ini mengirimkan dua pesan yang terlihat bertolak belakang. Di satu sisi, investor mulai khawatir terhadap besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI. Alphabet menaikkan proyeksi belanja modal 2026 menjadi sekitar US$195-205 miliar, sedangkan hasil Tesla kembali memunculkan pertanyaan mengenai arus kas dan kebutuhan pendanaan proyek masa depannya. Kekhawatiran tersebut ikut menekan Nasdaq lebih dari 2% pada perdagangan Kamis.
Namun, besarnya pengeluaran itu juga menunjukkan bahwa pembangunan kapasitas AI belum berhenti. Ketika perusahaan cloud terus menambah pusat data, kebutuhan terhadap memori berkecepatan tinggi, server, sistem pendingin, dan pasokan listrik ikut meningkat. Saham Micron bahkan mampu menguat di tengah koreksi saham teknologi setelah peningkatan proyeksi belanja Alphabet memberikan sinyal bahwa permintaan komponen AI masih kuat.
Selektivitas investor semakin tinggi karena risiko eksternal juga membesar. Harga minyak Brent menembus US$100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, mendorong imbal hasil obligasi naik dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi. Dalam kondisi tersebut, perusahaan yang menjual komponen penting bagi ekspansi AI, memiliki inovasi produk spesifik, atau didukung backlog jangka panjang berpotensi lebih menarik dibanding bisnis yang hanya mengandalkan ekspektasi pertumbuhan.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 24 Juli 2026
1. Micron Technology (MU) —BUY
- Range Buy: Rp17.420.278
- Target Price 1: Rp19.282.120
- Target Price 2: Rp20.785.725
- Stop Loss: Rp14.950.425
Mengapa Menarik?
Micron berada pada posisi strategis dalam rantai pasok AI karena pusat data tidak hanya membutuhkan prosesor, tetapi juga memori berkapasitas dan berkecepatan tinggi. High-bandwidth memory atau HBM menjadi komponen penting untuk membantu akselerator AI memindahkan data dalam jumlah besar secara cepat.
Prospek permintaan tersebut kembali mendapat dukungan setelah Alphabet menaikkan rencana belanja modalnya. Kenaikan investasi data center memberikan sinyal bahwa kebutuhan memori AI masih berpotensi tumbuh, sehingga saham Micron mampu menguat sekitar 3% meskipun indeks teknologi secara keseluruhan mengalami koreksi tajam.
Posisi Micron juga diperkuat oleh terbatasnya pasokan memori global. Tesla secara khusus menyebut Micron sebagai salah satu perusahaan yang membantu memenuhi kebutuhan memorinya ketika permintaan dari AI, kendaraan otonom, dan robotika terus meningkat. Kondisi pasokan yang ketat dapat mendukung harga jual sekaligus memperkuat daya tawar produsen memori.
Dari sisi fundamental, lonjakan laba memperlihatkan kuatnya pemulihan siklus industri memori setelah periode kelebihan pasokan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut memang berpotensi menormalisasi seiring bertambahnya kapasitas produksi, tetapi permintaan HBM dapat memberikan siklus pertumbuhan yang lebih panjang dibanding memori tradisional.
Persaingan juga mulai meningkat, termasuk dari produsen memori Tiongkok yang semakin agresif meningkatkan kapasitas dan memperkuat hubungan dengan perusahaan teknologi lokal. Meski masih menghadapi keterbatasan teknologi produksi, ekspansi pemain baru tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan dalam jangka panjang.
Dengan posisi penting di pasar HBM, permintaan AI yang masih kuat, dan perbaikan profitabilitas yang signifikan, Micron tetap menarik bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap infrastruktur AI tanpa hanya bergantung pada produsen GPU.
2. Johnson & Johnson (JNJ) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp4.626.025
- Target Price 1: Rp4.705.968
- Target Price 2: Rp4.830.430
- Stop Loss: Rp4.445.170
Mengapa Menarik?
Johnson & Johnson memperoleh katalis baru setelah FDA memberikan izin pemasaran untuk sistem bedah robotik OTTAVA. Persetujuan ini membawa J&J secara resmi memasuki pasar bedah robotik jaringan lunak di Amerika Serikat, sebuah segmen yang selama ini didominasi oleh sistem da Vinci milik Intuitive Surgical.
OTTAVA memiliki desain berbeda karena lengan robotiknya terintegrasi langsung dengan meja operasi. Struktur tersebut membuat sistem membutuhkan ruang sekitar 30%-50% lebih sedikit dibandingkan sebagian perangkat robotik konvensional, sehingga berpotensi digunakan oleh rumah sakit dengan kapasitas ruang operasi yang lebih terbatas.
J&J berencana melakukan peluncuran secara bertahap kepada sejumlah pelanggan terpilih di Amerika Serikat. Sistem tersebut telah memperoleh izin untuk beberapa prosedur bedah perut bagian atas, termasuk gastric bypass, pengangkatan kantong empedu, gastrektomi, dan operasi usus kecil. Perusahaan juga sedang melakukan uji klinis untuk memperluas penggunaannya ke prosedur hernia.
Katalis tersebut melengkapi fundamental bisnis yang tetap solid. Pada kuartal kedua, laba per saham J&J melampaui ekspektasi, didukung pertumbuhan bisnis Innovative Medicine dan permintaan kuat terhadap sejumlah produk utama, termasuk Tremfya. Manajemen juga menaikkan prospek kinerja tahunannya setelah hasil tersebut.
Persaingan tetap menjadi tantangan karena Intuitive Surgical telah memiliki basis rumah sakit, dokter, dan ekosistem pelatihan yang sangat kuat. Peluncuran OTTAVA kemungkinan juga membutuhkan waktu sebelum memberikan kontribusi material terhadap pendapatan J&J.
Namun, keberhasilan memperoleh izin FDA menunjukkan bahwa investasi panjang J&J di bidang robotika mulai memasuki tahap komersial. Dikombinasikan dengan portofolio farmasi dan MedTech yang luas, langkah ini membuka sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan dalam jangka panjang
3. GE Vernova Inc. (GEV) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp18.260.435
- Target Price 1: Rp19.107.525
- Target Price 2: Rp20.065.157
- Stop Loss: Rp17.250.865
Mengapa Menarik?
GE Vernova mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal kedua sekitar 22% menjadi US$11,1 miliar, didukung permintaan yang kuat pada bisnis pembangkit listrik dan elektrifikasi. Namun, laba per saham sebesar sekitar US$2,47 masih berada di bawah ekspektasi, sehingga saham mengalami tekanan setelah laporan dirilis.
Reaksi negatif tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi investor terhadap GE Vernova sudah sangat tinggi. Pasar tidak hanya menginginkan pertumbuhan pesanan dan pendapatan, tetapi juga ingin melihat peningkatan margin yang lebih cepat dari ekspansi bisnis tersebut.
Di balik tekanan jangka pendek, visibilitas pendapatan perusahaan tetap kuat. Pesanan meningkat sekitar 88% secara tahunan, sementara backlog mencapai rekor sekitar US$176 miliar. Besarnya backlog menunjukkan bahwa kebutuhan turbin gas, jaringan listrik, dan perangkat elektrifikasi belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Permintaan tersebut didorong oleh beberapa tren sekaligus. Pusat data AI membutuhkan pasokan listrik yang besar dan stabil, sementara berbagai negara juga terus meningkatkan kapasitas jaringan untuk mendukung elektrifikasi industri dan integrasi energi terbarukan. Konsumsi listrik Amerika Serikat sendiri diperkirakan terus mencetak rekor baru pada 2026 dan 2027, antara lain karena pertumbuhan data center dan elektrifikasi.
Manajemen menaikkan panduan pendapatan tahun penuh menjadi sekitar US$45,5-46,5 miliar dan terus menyiapkan peningkatan kapasitas produksi turbin gas. Strategi tersebut dapat membantu GE Vernova menangkap siklus investasi energi yang diperkirakan berlangsung selama beberapa tahun.
Risiko utamanya berada pada kemampuan perusahaan mengubah backlog menjadi laba, tekanan biaya proyek, serta kinerja bisnis energi angin yang masih melalui fase pemulihan. Valuasi saham yang telah meningkat juga membuat hasil di bawah ekspektasi berpotensi memicu volatilitas besar.
Meski demikian, koreksi setelah earnings dapat membuka titik masuk yang lebih sehat bagi investor yang masih percaya pada pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi pusat data, dan modernisasi jaringan energi global.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| MU | Buy | Rp17.420.278 | Rp19.282.120 | Rp20.785.725 | Rp14.950.425 |
| JNJ | Spec. Buy | Rp4.626.025 | Rp4.705.968 | Rp4.830.430 | Rp4.445.170 |
| GEV | Spec. Buy | Rp18.260.435 | Rp19.107.525 | Rp20.065.157 | Rp17.250.865 |
Kesimpulan
Koreksi saham teknologi setelah laporan Big Tech tidak serta-merta menunjukkan bahwa investasi AI mulai berhenti. Sebaliknya, peningkatan belanja pusat data memperlihatkan bahwa permintaan masih mengalir menuju perusahaan yang menyediakan komponen dan infrastruktur di balik ekspansi tersebut.
Micron menawarkan eksposur langsung terhadap kebutuhan HBM dan terbatasnya pasokan memori AI. Johnson & Johnson memperoleh peluang pertumbuhan baru dari izin FDA untuk OTTAVA, meskipun masih harus membuktikan kemampuannya bersaing di pasar bedah robotik. Sementara itu, GE Vernova didukung oleh backlog besar dan meningkatnya kebutuhan listrik, tetapi investor tetap perlu mencermati eksekusi margin serta tingginya ekspektasi pasar.
Pantau pergerakan MU, JNJ, dan GEV serta temukan peluang investasi saham Amerika lainnya langsung melalui aplikasi Nanovest. Jangan lupa ikuti perkembangan earnings dan informasi pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest agar keputusan investasimu semakin terukur.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






