Ketika berbicara tentang investasi saham komoditas logam mulia, mayoritas orang akan langsung tertuju pada saham emas. Padahal, ada satu komoditas logam mulia yang juga punya potensi keuntungan yakni perak.
Sebagai aset yang memiliki fungsi ganda, sebagai perlindungan nilai (safe haven) sekaligus bahan baku industri modern, saham perak kini menjadi incaran para investor global.
Prospek industri perak masih menjadi perhatian investor pada 2026. Berdasarkan World Silver Survey 2026, pasar perak global diperkirakan mengalami defisit pasokan selama enam tahun berturut-turut.
Pada 2026, defisit diproyeksikan mencapai sekitar 46,3 juta troy ounce, menunjukkan bahwa permintaan global masih lebih tinggi dibandingkan pasokan yang tersedia. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang terus mendukung prospek jangka panjang industri perak.
Apa Itu Saham Perak?
Saham perak adalah kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan yang bisnis utamanya bergerak di sektor eksplorasi, penambangan, pemurnian, hingga perdagangan komoditas perak.
Di alam, perak hampir selalu ditemukan berdampingan dengan emas, tembaga, atau seng. Jadi, saat kita ingin membeli saham perak, kita sebenarnya membeli emiten multi-commodity.
Mengapa Saham Perak Menarik untuk Investasi?
Mengapa komoditas ini mendadak ramai diperbincangkan di tahun 2026? Jawabannya adalah Transisi Energi Hijau (Green Technology).
Berbeda dengan emas yang mayoritas hanya menjadi aset investasi dan perhiasan, perak adalah komponen industri yang krusial. Perak memiliki konduktivitas listrik tertinggi di antara semua logam. Faktor inilah yang membuat permintaannya melonjak tajam untuk komponen:
- Panel Surya (Photovoltaic): Setiap panel surya membutuhkan puluhan miligram perak di dalamnya.
- Kendaraan Listrik (EV): Mobil listrik membutuhkan perak jauh lebih banyak daripada mobil konvensional untuk sistem kelistrikan dan baterainya.
- Teknologi 5G & Elektronik: Mulai dari ponsel pintar hingga sirkuit komputer canggih.
Dengan pasokan tambang global yang terbatas dan permintaan sektor teknologi hijau yang terus meroket, harga komoditas perak (dan saham emitennya) berpotensi mengalami fase bullish jangka panjang.
Baca juga: Investasi Perak: Keuntungan, Risiko, dan Potensinya
Daftar Saham Perak di Indonesia

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak ada emiten yang murni hanya menjual perak. Perak di Indonesia diproduksi sebagai produk sampingan (byproduct) dari penambangan emas dan tembaga.
Namun, karena skala produksinya yang masif, emiten-emiten berikut ini tetap diuntungkan secara signifikan saat harga perak dunia naik:
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
BUMN tambang ini tidak hanya terkenal dengan emas Logam Mulia-nya. ANTM juga mengelola tambang emas dan perak bawah tanah (seperti di Pongkor), serta memiliki fasilitas pemurnian logam mulia yang memproses perak batangan.
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
MDKA memiliki aset tambang raksasa. Melalui Tambang Emas Tujuh Bukit dan proyek lainnya, emiten ini memproduksi volume perak yang cukup signifikan di samping komoditas utamanya, tembaga dan emas.
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
Anak usaha Grup Bumi ini terus menggenjot produksi dari fasilitas pemurnian emas dan perak mereka di Palu, Sulawesi Tengah. Kapasitas produksi yang meningkat membuat BRMS menarik dilirik.
4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Sebagai salah satu operator tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia (Blok Batu Hijau), proses konsentrat AMMN secara otomatis menghasilkan perak dalam volume yang sangat besar sebagai byproduct.
Baca juga: Sektor Saham Amerika Paling Diminati & Contoh Sahamnya
Daftar Saham Perak Amerika Serikat

Dibandingkan Indonesia, pasar saham Amerika menawarkan lebih banyak pilihan perusahaan yang memiliki fokus pada bisnis perak. Beberapa di antaranya bahkan dikenal sebagai produsen perak terbesar di dunia dan menjadi pilihan investor yang ingin mendapatkan eksposur langsung terhadap industri ini.
1. Wheaton Precious Metals (WPM)
Wheaton Precious Metals merupakan salah satu perusahaan paling terkenal di industri logam mulia. Berbeda dengan perusahaan tambang pada umumnya, Wheaton menggunakan model bisnis streaming, yaitu menyediakan pendanaan kepada perusahaan tambang lain sebagai imbalan atas hak membeli sebagian produksi logam dengan harga yang telah disepakati.
Model bisnis ini membuat Wheaton memiliki eksposur besar terhadap perak tanpa harus menanggung seluruh risiko operasional pertambangan. Selain perak, perusahaan juga memiliki eksposur terhadap emas dan logam mulia lainnya sehingga portofolionya lebih terdiversifikasi.
2. First Majestic Silver (AG)
First Majestic Silver dikenal sebagai salah satu perusahaan yang paling fokus pada produksi perak. Sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari tambang perak yang berlokasi di Meksiko, sehingga saham ini sering dianggap sebagai salah satu contoh pure silver stock oleh investor.
Karena ketergantungannya yang tinggi terhadap harga perak, pergerakan saham First Majestic umumnya lebih sensitif terhadap perubahan harga komoditas tersebut dibanding perusahaan yang memiliki diversifikasi logam.
3. Pan American Silver (PAAS)
Pan American Silver merupakan salah satu produsen perak terbesar di dunia dengan operasi yang tersebar di Amerika Utara dan Amerika Latin. Selain memproduksi perak, perusahaan juga menghasilkan emas sehingga memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam.
Skala operasional yang besar serta rekam jejak panjang di industri pertambangan menjadikan Pan American Silver sebagai salah satu saham yang cukup populer di kalangan investor global.
4. Hecla Mining (HL)
Hecla Mining adalah perusahaan tambang tertua di Amerika Serikat yang masih beroperasi hingga saat ini. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen perak terbesar di negara tersebut dengan aset pertambangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Bagi investor, Hecla Mining menarik karena memiliki sejarah operasional yang panjang, basis aset yang kuat, serta pengalaman menghadapi berbagai siklus harga komoditas.
5. Coeur Mining (CDE)
Coeur Mining merupakan perusahaan pertambangan logam mulia yang memproduksi perak dan emas melalui sejumlah tambang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meskipun tidak sepenuhnya bergantung pada perak, perusahaan ini tetap menjadi salah satu emiten yang sering dipilih investor untuk memperoleh eksposur terhadap sektor perak.
Selain kelima perusahaan tersebut, investor juga dapat mempertimbangkan emiten lain seperti Fresnillo plc, Fortuna Silver Mines, dan Vizsla Silver yang dikenal memiliki aktivitas bisnis di industri perak. Masing-masing perusahaan memiliki karakteristik, wilayah operasi, serta tingkat eksposur terhadap perak yang berbeda sehingga penting untuk melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca juga: Semua Investor Wajib Tahu! Inilah 11 Jenis Logam Mulia Termahal di Dunia
Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Perak
Berbeda dengan investasi perak fisik yang nilainya hampir sepenuhnya mengikuti harga logam perak, harga saham perusahaan perak dipengaruhi oleh lebih banyak faktor. Selain pergerakan harga komoditas, investor juga perlu memperhatikan kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, hingga dinamika pasar global.
Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi harga saham perak.
1. Harga Perak Dunia
Harga perak global menjadi faktor paling mendasar yang memengaruhi kinerja saham perusahaan perak. Ketika harga perak naik, pendapatan perusahaan tambang umumnya ikut meningkat karena mereka dapat menjual hasil produksinya dengan harga yang lebih tinggi.
Sebaliknya, penurunan harga perak berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan, terutama jika biaya produksi tetap tinggi. Tidak heran jika saham perusahaan yang berfokus pada produksi perak biasanya bergerak searah dengan tren harga logam tersebut.
2. Permintaan dari Sektor Industri
Tidak seperti emas yang sebagian besar digunakan sebagai aset investasi dan perhiasan, lebih dari separuh permintaan perak berasal dari sektor industri. Perak dimanfaatkan dalam berbagai produk, mulai dari panel surya, kendaraan listrik (EV), semikonduktor, perangkat elektronik, hingga peralatan medis karena memiliki konduktivitas listrik dan panas yang sangat baik.
Semakin tinggi aktivitas manufaktur dan perkembangan teknologi, semakin besar pula kebutuhan terhadap perak. Kondisi ini dapat memberikan sentimen positif bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri perak.
3. Kondisi Ekonomi Global
Prospek ekonomi dunia juga berpengaruh terhadap harga saham perak. Ketika ekonomi tumbuh, aktivitas industri biasanya meningkat sehingga permintaan terhadap perak ikut terdorong.
Sebaliknya, saat terjadi perlambatan ekonomi atau resesi, kebutuhan industri cenderung menurun sehingga dapat menekan harga perak dan kinerja perusahaan tambang. Namun, dalam kondisi tertentu, perak juga dapat memperoleh dukungan sebagai aset alternatif ketika pasar mengalami ketidakpastian.
4. Keseimbangan Supply dan Demand
Seperti komoditas lainnya, harga perak sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Apabila produksi tambang menurun sementara permintaan tetap tinggi, harga perak berpotensi meningkat. Sebaliknya, jika pasokan melimpah tetapi permintaan melemah, harga dapat mengalami tekanan.
Karena sebagian besar produksi perak merupakan hasil sampingan dari penambangan logam lain, pasokannya tidak selalu mudah ditingkatkan meskipun harga sedang naik. Karakteristik inilah yang membuat pasar perak memiliki dinamika tersendiri.
5. Kinerja Perusahaan
Harga saham tidak hanya mencerminkan kondisi komoditas, tetapi juga kualitas perusahaan.
Investor umumnya memperhatikan berbagai indikator fundamental, seperti pertumbuhan pendapatan, laba bersih, biaya produksi, cadangan tambang, tingkat utang, hingga kemampuan manajemen dalam mengembangkan bisnis.
Dua perusahaan yang sama-sama memproduksi perak dapat memiliki kinerja saham yang berbeda apabila kondisi keuangannya tidak sama. Oleh karena itu, riset fundamental tetap menjadi bagian penting sebelum membeli saham perak.
6. Nilai Tukar Dolar AS
Perak diperdagangkan menggunakan dolar Amerika Serikat (USD), sehingga pergerakan nilai tukar dolar turut memengaruhi harga komoditas ini.
Secara umum, ketika dolar AS menguat, harga perak cenderung mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi pembeli dari negara lain. Sebaliknya, pelemahan dolar sering kali memberikan ruang bagi kenaikan harga perak.
Bagi investor Indonesia yang berinvestasi di saham luar negeri, perubahan kurs rupiah terhadap dolar juga dapat memengaruhi nilai investasi secara keseluruhan.
Baca juga:6 Cara Beli Saham Amerika dari Indonesia untuk Pemula: Legal dan Mudah
Indikator Penting Sebelum Membeli Saham Tambang Perak
Jangan asal beli karena membaca berita seru. Sebagai investor cerdas, pastikan Anda mengecek 3 indikator fundamental komoditas ini:
- All-In Sustaining Costs (AISC): Ini adalah indikator total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan satu ons perak. Cari emiten dengan AISC yang rendah; semakin rendah nilainya, semakin tebal margin keuntungan mereka saat harga perak naik.
- Kapasitas Cadangan (Reserves & Resources): Pastikan emiten tersebut memiliki cadangan perak yang melimpah di dalam tanah agar operasional dan pendapatan mereka bisa berkelanjutan hingga belasan tahun ke depan.
- Risiko Geografis (Jurisdiction Risk): Perhatikan lokasi tambang mereka berada. Tambang di negara yang kondisi politiknya tidak stabil memiliki risiko regulasi atau penutupan tambang yang tinggi.
Saham Perak vs Saham Emas
Baik perak maupun emas memiliki keunggulan masing-masing. Tidak ada aset yang secara mutlak lebih baik karena semuanya bergantung pada tujuan investasi, profil risiko, dan jangka waktu yang diinginkan.
| Aspek | Perak | Emas |
| Tujuan investasi | Pertumbuhan dan diversifikasi | Menjaga nilai aset (safe haven) |
| Risiko | Lebih tinggi | Relatif lebih rendah |
| Volatilitas | Tinggi | Lebih stabil |
| Likuiditas | Tinggi, tetapi di bawah emas | Sangat tinggi |
| Potensi keuntungan | Lebih besar saat permintaan industri meningkat | Cenderung lebih stabil dalam jangka panjang |
| Cocok untuk | Investor dengan toleransi risiko menengah hingga tinggi | Investor konservatif yang mengutamakan stabilitas |
Baca juga: Investasi Perak vs Emas, Mana yang Lebih Untung?
Cara Investasi Saham Perak untuk Pemula
Bagi investor Indonesia, sebagian besar saham perak tersedia di bursa luar negeri seperti Amerika Serikat. Oleh karena itu, sebelum mulai berinvestasi, ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan.
1. Tentukan Tujuan Investasi
Mulailah dengan menentukan tujuan investasi, apakah untuk pertumbuhan modal jangka panjang, diversifikasi portofolio, atau memperoleh eksposur terhadap sektor logam mulia. Tujuan ini akan membantu menentukan jenis saham yang sesuai.
2. Pilih Broker atau Platform Saham Global
Gunakan broker atau platform investasi yang menyediakan akses ke saham luar negeri. Pastikan platform tersebut telah memiliki izin dari regulator yang berwenang serta menawarkan biaya transaksi yang kompetitif.
3. Lakukan Riset Perusahaan
Jangan hanya membeli saham karena harga perak sedang naik. Pelajari laporan keuangan perusahaan, prospek bisnis, cadangan tambang, biaya produksi, hingga wilayah operasionalnya agar keputusan investasi lebih terukur.
4. Diversifikasi Portofolio
Hindari menempatkan seluruh dana pada satu saham atau satu sektor saja. Diversifikasi ke berbagai aset dapat membantu mengurangi risiko ketika harga perak mengalami penurunan.
5. Investasi Secara Bertahap (Dollar Cost Averaging)
Bagi investor pemula, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dapat menjadi pilihan karena memungkinkan pembelian saham secara berkala dalam nominal yang sama. Cara ini membantu mengurangi risiko membeli pada harga yang terlalu tinggi sekaligus membangun portofolio secara konsisten.
Baca juga:6 Cara Beli Saham Amerika dari Indonesia untuk Pemula: Legal dan Mudah
Risiko Investasi Saham Perak
Meski menawarkan peluang pertumbuhan yang menarik, saham perak tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.
Volatilitas Harga
Harga saham perak cenderung lebih fluktuatif dibandingkan banyak sektor lainnya karena dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas dan sentimen pasar global.
Risiko Operasional Perusahaan
Perusahaan tambang menghadapi berbagai tantangan operasional, seperti kenaikan biaya produksi, penurunan kualitas cadangan, gangguan produksi, hingga masalah lingkungan dan keselamatan kerja. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
Risiko Harga Komoditas
Pendapatan perusahaan perak sangat bergantung pada harga logam di pasar global. Penurunan harga perak dalam jangka panjang dapat mengurangi profitabilitas perusahaan dan berdampak pada harga sahamnya.
Risiko Nilai Tukar
Karena sebagian besar saham perak diperdagangkan menggunakan dolar AS, investor Indonesia juga menghadapi risiko perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang dapat memengaruhi hasil investasi.
Risiko Regulasi
Industri pertambangan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, seperti aturan perizinan, pajak, royalti, hingga standar lingkungan. Perubahan regulasi di negara tempat perusahaan beroperasi dapat memengaruhi prospek bisnis dan harga sahamnya.
Memahami berbagai risiko tersebut akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional. Sebelum membeli saham perak, pastikan investasi tersebut sesuai dengan tujuan keuangan, profil risiko, serta strategi diversifikasi portofolio yang telah disusun.
Bagi Anda yang mengincar potensi keuntungan luar biasa dari emiten pure-play perak global seperti Wheaton Precious Metals (WPM) atau Pan American Silver (PAAS), Anda bisa membelinya secara legal di Indonesia. Yuk, download aplikasi Nanovest sekarang!
FAQ Seputar Saham Perak
Apakah ada saham perak di Indonesia?
Hingga saat ini belum ada perusahaan yang benar-benar berfokus pada produksi perak (pure silver stock) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, beberapa emiten tambang seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memiliki paparan terhadap perak sebagai hasil sampingan dari aktivitas pertambangan logam lainnya.
Apa bedanya saham perak dengan investasi perak fisik?
Investasi perak fisik dilakukan dengan membeli logam perak secara langsung, seperti perak batangan atau koin, sehingga nilainya mengikuti harga perak di pasar. Sementara itu, saham perak adalah kepemilikan atas perusahaan yang bergerak di industri perak. Selain dipengaruhi harga perak, nilai saham juga bergantung pada kinerja perusahaan, kondisi keuangan, dan sentimen pasar.
Bagaimana cara membeli saham perak Amerika dari Indonesia?
Investor Indonesia dapat membeli saham perak Amerika melalui broker atau platform investasi yang menyediakan akses ke pasar saham global. Sebelum berinvestasi, pastikan platform yang digunakan telah memiliki izin dari regulator terkait serta menawarkan akses ke bursa luar negeri, seperti NYSE atau Nasdaq.
Apakah saham perak cocok untuk investor pemula?
Saham perak dapat menjadi pilihan bagi investor pemula yang ingin melakukan diversifikasi portofolio. Namun, karena harganya relatif lebih volatil dibandingkan banyak sektor lainnya, pemula sebaiknya memahami terlebih dahulu risiko investasi, melakukan riset perusahaan, dan mulai berinvestasi secara bertahap.
Apakah harga saham perak selalu mengikuti harga perak dunia?
Tidak selalu. Harga saham perusahaan perak memang dipengaruhi oleh harga perak global, tetapi juga dipengaruhi faktor lain, seperti kinerja keuangan perusahaan, biaya produksi, prospek bisnis, kondisi ekonomi global, hingga sentimen investor di pasar saham.
Mana yang lebih menguntungkan, investasi emas atau saham perak?
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Emas umumnya lebih cocok untuk investor yang mencari stabilitas dan perlindungan nilai (safe haven), sedangkan saham perak menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi karena didukung oleh permintaan dari sektor industri. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor.
Apakah saham perak termasuk investasi jangka panjang?
Ya, saham perak dapat menjadi investasi jangka panjang, terutama bagi investor yang meyakini prospek pertumbuhan industri seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi yang membutuhkan perak sebagai bahan baku. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan volatilitas harga dan melakukan evaluasi portofolio secara berkala.
Apa saja risiko utama investasi saham perak?
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain fluktuasi harga perak, risiko operasional perusahaan tambang, perubahan regulasi pertambangan, perlambatan ekonomi global, hingga risiko nilai tukar bagi investor yang membeli saham perak di pasar luar negeri.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun nasihat investasi. Seluruh keputusan investasi berada di tangan masing-masing investor. Sebelum membeli saham perak atau instrumen investasi lainnya, pastikan kamu telah melakukan riset secara mandiri (do your own research), memahami profil risiko, serta menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan kondisi finansial pribadi.
Referensi +
- The Silver Institute & Metals Focus. World Silver Survey 2026






