Apple (AAPL) mengumumkan kesepakatan jangka panjang senilai lebih dari US$30 miliar dengan Broadcom (AVGO) untuk merancang dan memproduksi komponen silikon khusus serta teknologi konektivitas nirkabel bagi berbagai produk Apple hingga tahun 2031.
Kesepakatan ini menjadi salah satu investasi manufaktur terbesar Apple di Amerika Serikat sekaligus mempertegas strategi perusahaan dalam memperkuat rantai pasok chip domestik di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis AI.
Lebih dari 15 Miliar Chip Akan Diproduksi di AS
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Broadcom akan memproduksi lebih dari 15 miliar chip di Amerika Serikat melalui fasilitasnya di Fort Collins, Colorado.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, Broadcom juga akan menginvestasikan sekitar US$1,5 miliar guna memperluas dan memodernisasi pabrik tersebut. Fasilitas ini nantinya akan memproduksi komponen frekuensi radio canggih, termasuk filter FBAR, yang berperan penting dalam menghadirkan konektivitas nirkabel pada berbagai perangkat Apple.
Investasi ini merupakan bagian dari Apple American Manufacturing Program (AMP), inisiatif yang diluncurkan pada 2025 untuk memperkuat manufaktur teknologi di Amerika Serikat. Bersama Broadcom, program ini juga melibatkan mitra lain seperti Corning, GlobalFoundries, dan Texas Instruments.
Dukung Strategi AI dan Rantai Pasok Apple
Selain memperkuat manufaktur dalam negeri, kerja sama ini juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan perangkat Apple di era AI.
Broadcom selama ini menjadi salah satu pemasok utama komponen konektivitas Apple dan telah mengembangkan teknologi filter FBAR bersama Apple selama beberapa tahun terakhir. Komponen tersebut berperan dalam menjaga kualitas sinyal nirkabel pada iPhone, iPad, Mac, hingga perangkat Apple lainnya.
Kesepakatan ini juga memperlihatkan upaya Apple mengurangi risiko gangguan rantai pasok global dengan meningkatkan pengadaan komponen dari Amerika Serikat, sejalan dengan kebijakan pemerintah AS yang mendorong pengembangan industri semikonduktor domestik.
Di saat yang sama, Apple masih terus meningkatkan investasi pada fitur-fitur berbasis Apple Intelligence, sehingga kebutuhan terhadap komponen silikon berperforma tinggi diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Broadcom Kian Diuntungkan dari Tren AI
Bagi Broadcom, kontrak ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri semikonduktor AI.
Sebelumnya, Broadcom juga memperoleh berbagai kontrak pengembangan chip khusus dari perusahaan teknologi besar seperti Google. Permintaan terhadap chip AI dan komponen konektivitas berkecepatan tinggi telah menjadi salah satu pendorong utama kenaikan kinerja perusahaan dalam setahun terakhir.
Kesepakatan dengan Apple tidak hanya memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang hingga 2031, tetapi juga memperluas kapasitas manufaktur Broadcom untuk memenuhi permintaan komponen generasi berikutnya.
Baca berita lainnya terkait Apple di halaman ini.
Ikuti terus perkembangan saham-saham teknologi global melalui News dan Artikel Tips Nanovest, serta temukan peluang investasi saham AS langsung di aplikasi Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: Apple announces chip deal with Broadcom worth more than $30 billion
- Apple Official Press Release
- Reuters: Apple to spend $30 billion on Broadcom chips as it boosts US sourcing






