Memasuki pekan kedua Juli, perhatian investor mulai terbagi ke dua arah. Di satu sisi, pelaku pasar menunggu risalah rapat Federal Reserve (FOMC Minutes) yang diharapkan memberikan petunjuk baru mengenai arah suku bunga. Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal II tinggal menghitung hari, sehingga fokus mulai bergeser ke perusahaan-perusahaan yang diperkirakan mampu menunjukkan pertumbuhan laba di tengah dinamika ekonomi global. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan pasar menjadi semakin selektif, di mana sentimen sektoral mulai mengambil peran lebih besar dibanding pergerakan indeks secara keseluruhan.
Menariknya, rotasi sektor kembali terlihat pada awal pekan ini. Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong saham-saham energi menguat, sementara saham semikonduktor mengalami volatilitas setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir. Di saat yang sama, investor tetap mencari perusahaan yang memiliki katalis spesifik, mulai dari ekspansi AI, peningkatan permintaan infrastruktur digital, hingga bisnis dengan arus kas yang stabil. Pola ini menunjukkan bahwa pasar mulai semakin mengutamakan kualitas fundamental dan prospek masing-masing perusahaan dibanding sekadar mengikuti tren sektor tertentu.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 8 Juli 2026
1. ExxonMobil Corporation (XOM) —BUY
- Range Buy: Rp2.537.520
- Target Price 1: Rp2.627.856
- Target Price 2: Rp2.696.068
- Stop Loss: Rp2.428.750
Mengapa Menarik?
ExxonMobil kembali mendapat dukungan positif dari penguatan harga minyak dunia yang bergerak di atas US$72 per barel seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan harga komoditas tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja segmen hulu (upstream) perusahaan pada kuartal kedua.
Selain sentimen harga energi, ExxonMobil juga terus memperluas ekspansi globalnya melalui pengembangan proyek minyak lepas pantai di Nigeria. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar energi internasional.
Dari sisi fundamental, prospek pendapatan kuartal kedua tetap solid dengan kontribusi besar dari bisnis eksplorasi dan produksi. Meskipun terdapat tekanan biaya di beberapa lini usaha, peningkatan valuasi menunjukkan kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas di tengah siklus harga minyak yang masih menguntungkan.
Dengan kombinasi harga energi yang menguat, ekspansi aset produksi, dan arus kas yang tetap kuat, ExxonMobil masih menjadi salah satu pilihan menarik di sektor energi.
2. Dell Technologies Inc. (DELL) —BUY
- Range Buy: Rp7.280.182
- Target Price 1: Rp7.818.775
- Target Price 2: Rp8.356.260
- Stop Loss: Rp6.606.800
Mengapa Menarik?
Dell Technologies terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia infrastruktur utama bagi gelombang AI global. Permintaan terhadap server AI berperforma tinggi masih tumbuh pesat, mendorong peningkatan signifikan pada salah satu lini bisnis dengan pertumbuhan tercepat perusahaan.
Kinerja tersebut turut didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang tetap solid serta proyeksi laba per saham yang terus membaik. Meskipun perusahaan menghadapi tekanan margin akibat investasi untuk memenuhi lonjakan permintaan, langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang.
Menariknya, valuasi Dell masih berada di bawah rata-rata target harga analis, memberikan ruang apresiasi apabila momentum pertumbuhan AI tetap berlanjut.
Dengan posisi yang semakin penting dalam rantai pasok infrastruktur AI, Dell memiliki peluang untuk terus menikmati pertumbuhan seiring meningkatnya investasi pusat data dan komputasi AI di seluruh dunia.
3. AT&T Inc. (T) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp376.813
- Target Price 1: Rp395.037
- Target Price 2: Rp407.816
- Stop Loss: Rp360.015
Mengapa Menarik?
AT&T terus melanjutkan transformasi bisnisnya dengan berfokus pada peningkatan kualitas jaringan dan efisiensi operasional. Salah satu perkembangan terbaru adalah keberhasilan uji coba teknologi 5G yang mampu mengurangi gangguan transmisi data hingga sekitar 25%, menunjukkan peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan.
Selain inovasi teknologi, AT&T tetap menarik bagi investor yang berorientasi pada pendapatan berkat dividend yield yang berada di atas 5%. Kombinasi arus kas yang stabil dan komitmen pembagian dividen membuat saham ini tetap menjadi salah satu pilihan defensif di sektor telekomunikasi.
Meskipun perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan regulasi terkait modernisasi jaringan lama, proses tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun infrastruktur yang lebih efisien dan kompetitif.
Dengan fondasi bisnis yang stabil, pengembangan jaringan 5G, serta daya tarik dividen yang konsisten, AT&T menawarkan kombinasi menarik antara potensi pertumbuhan dan pendapatan pasif bagi investor.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| XOM | Buy | Rp2.537.520 | Rp2.627.856 | Rp2.696.068 | Rp2.428.750 |
| DELL | Buy | Rp7.280.182 | Rp7.818.775 | Rp8.356.260 | Rp6.606.800 |
| T | Spec. Buy | Rp376.813 | Rp395.037 | Rp407.816 | Rp360.015 |
Kesimpulan
Menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal II, investor semakin selektif memilih perusahaan yang memiliki katalis bisnis spesifik dan fundamental yang kuat. ExxonMobil diuntungkan oleh penguatan harga minyak dan ekspansi produksi global, Dell Technologies terus memanfaatkan lonjakan permintaan infrastruktur AI, sementara AT&T menawarkan kombinasi transformasi jaringan 5G dan dividend yield yang menarik sebagai saham defensif.
Ingin memantau pergerakan XOM, DELL, dan T secara real-time? Kamu bisa menemukan saham-saham AS tersebut langsung di aplikasi Nanovest dan mengikuti update pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






