SpaceX (SPCX) resmi bergabung ke dalam indeks Nasdaq-100, menandai babak baru bagi perusahaan antariksa milik Elon Musk setelah melantai di bursa beberapa pekan lalu. Masuknya SpaceX ke salah satu indeks teknologi paling bergengsi di Amerika Serikat diperkirakan akan memicu arus dana miliaran dolar dari berbagai ETF dan reksa dana indeks yang melacak Nasdaq-100.
Di saat yang sama, sejumlah bank investasi besar di Wall Street juga mulai menerbitkan riset perdana mereka terhadap saham SpaceX. Mayoritas analis memberikan rekomendasi positif dengan proyeksi pertumbuhan yang didorong oleh bisnis peluncuran roket, Starlink, hingga ekspansi infrastruktur AI.
Arus Dana Pasif Berpotensi Mengalir ke SpaceX
Bergabungnya SpaceX ke Nasdaq-100 berarti berbagai ETF dan reksa dana indeks yang mengikuti indeks tersebut harus mulai membeli saham perusahaan sebagai bagian dari portofolionya. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh investor aktif, tetapi juga jutaan investor pasif yang berinvestasi melalui dana indeks, termasuk dana pensiun seperti 401(k) di Amerika Serikat.
Masuknya SpaceX terjadi lebih cepat dari biasanya setelah Nasdaq menerapkan aturan fast entry untuk IPO berkapitalisasi besar. Berbeda dengan S&P 500 yang mensyaratkan perusahaan telah diperdagangkan selama minimal satu tahun dan membukukan laba empat kuartal berturut-turut, Nasdaq-100 kini memungkinkan perusahaan besar masuk hanya beberapa minggu setelah IPO.
JPMorgan memperkirakan perubahan komposisi indeks ini dapat memicu arus dana pasif hingga sekitar US$4,3 miliar ke saham SpaceX dalam waktu relatif singkat.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa bobot awal SpaceX di indeks masih relatif kecil sehingga dampaknya terhadap portofolio investor indeks diperkirakan belum signifikan dalam jangka pendek.
Wall Street Kompak Naikkan Prospek SpaceX
Seiring masuknya SpaceX ke Nasdaq-100, sejumlah institusi keuangan besar juga memulai cakupan riset terhadap perusahaan tersebut.
Morgan Stanley menjadi yang paling optimistis dengan memberikan rekomendasi Overweight dan target harga US$300 per saham, sekitar 87% di atas harga penutupan terbaru di kisaran US$160. Target tersebut menjadi yang tertinggi di antara bank investasi besar lainnya.
Sementara itu, Wells Fargo menetapkan target US$230, UBS US$210, Goldman Sachs US$205, Citi US$200, dan Bernstein US$239. Secara umum, analis melihat SpaceX memiliki posisi yang unik karena menggabungkan beberapa bisnis strategis sekaligus, mulai dari layanan peluncuran roket, jaringan internet satelit Starlink, pusat data AI, hingga layanan AI berbasis cloud.
Morgan Stanley bahkan memperkirakan pendapatan SpaceX dapat meningkat dari sekitar US$45 miliar tahun ini menjadi lebih dari US$300 miliar pada 2030 apabila berbagai lini bisnis tersebut berkembang sesuai ekspektasi.
Potensi Besar, tetapi Risiko Tetap Ada
Di balik optimisme tersebut, analis juga mengingatkan bahwa valuasi SpaceX masih bergantung pada keberhasilan berbagai proyek jangka panjang yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Keberhasilan Starship menjadi salah satu faktor paling krusial karena roket generasi terbaru itu diharapkan mampu memangkas biaya peluncuran secara signifikan dan membuka peluang bisnis baru di sektor luar angkasa. Selain itu, monetisasi Starlink, ekspansi pusat data AI, hingga pengembangan layanan AI perusahaan juga akan menjadi penentu pertumbuhan beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, SpaceX diperkirakan membutuhkan belanja modal yang sangat besar untuk mendukung ekspansinya. Morgan Stanley memperkirakan perusahaan dapat membutuhkan pendanaan eksternal puluhan miliar dolar per tahun pada dekade berikutnya. Risiko regulasi, persaingan teknologi, hingga ketergantungan terhadap kepemimpinan Elon Musk juga masih menjadi faktor yang terus dipantau investor.
Bagi investor, masuknya SpaceX ke Nasdaq-100 menjadi tonggak penting karena membuka akses yang lebih luas terhadap saham perusahaan, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis jangka panjangnya.
Pantau terus berbagai kabar terbaru seputar saham AS melalui News dan Artikel Tips Nanovest, serta temukan peluang investasi langsung di aplikasi Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: SpaceX snags Street-high $300 price target from Morgan Stanley as rocket company enters Nasdaq 100
- Yahoo Finance: As SpaceX joins the Nasdaq-100, its stock could show up in your 401(k). Here's what to know






