Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan momentum positif setelah menguat sekitar 15% dalam lima hari terakhir dan bergerak mendekati level psikologis US$2.000. Reli ini terjadi setelah ETH berhasil bangkit dari titik terendahnya di sekitar US$1.500 pada akhir Juni, didorong oleh kombinasi perkembangan teknologi jaringan serta meningkatnya minat dari pelaku institusi.
Di tengah sentimen yang mulai membaik di pasar kripto, perhatian investor kini tertuju pada sejumlah katalis yang dinilai dapat menjadi pendorong kenaikan Ethereum dalam beberapa bulan ke depan.
BitMine Terus Borong ETH, Level Support Semakin Kuat
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah aksi akumulasi agresif dari perusahaan publik BitMine Immersion Technologies. Dalam satu bulan terakhir, perusahaan tersebut menambah sekitar 325.000 ETH, sehingga total kepemilikannya kini mencapai sekitar 5,74 juta ETH.
Meski masih mencatat kerugian belum terealisasi sekitar US$8 miliar akibat pelemahan harga sebelumnya, BitMine tetap melanjutkan strateginya untuk menguasai hingga 5% dari total pasokan Ethereum yang beredar.
Langkah tersebut dipandang sejumlah analis sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang terhadap Ethereum sekaligus membantu memperkuat area support di sekitar US$1.500.
Di sisi lain, pasar derivatif juga mulai menunjukkan perbaikan sentimen. Indikator opsi Ethereum memperlihatkan tingkat kekhawatiran investor mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya, meski belum sepenuhnya memasuki fase bullish.
Upgrade Glamsterdam dan Robinhood Chain Jadi Katalis Baru
Selain faktor institusional, perkembangan teknologi Ethereum juga menjadi perhatian pasar. Ethereum saat ini sedang menguji upgrade Glamsterdam, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2026. Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas jaringan dengan memproses lebih banyak transaksi secara paralel, meningkatkan throughput data, serta mengurangi beban penyimpanan jaringan.
Jika berhasil diterapkan, upgrade tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Ethereum sebagai infrastruktur utama untuk berbagai aplikasi keuangan berbasis blockchain.
Sentimen positif juga datang dari peluncuran Robinhood Chain, jaringan layer-2 berbasis Ethereum yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum. Platform ini mendukung perdagangan saham berbentuk token di lebih dari 120 negara sekaligus terintegrasi dengan berbagai protokol DeFi seperti Uniswap, 1inch, dan Morpho.
Langkah Robinhood dinilai memperlihatkan semakin eratnya integrasi antara keuangan tradisional (TradFi) dan ekosistem Ethereum.
Adopsi Institusi Jadi Penopang Prospek Ethereum
Selain perkembangan jaringan, investor juga mencermati pembahasan Digital Assets CLARITY Act di Amerika Serikat yang berpotensi memberikan kepastian regulasi bagi industri aset digital. Meski pembahasannya masih menghadapi sejumlah tantangan, optimisme terhadap regulasi yang lebih jelas ikut memperbaiki sentimen pasar kripto, termasuk Ethereum.
Di saat yang sama, sejumlah analis menilai bahwa pertumbuhan penggunaan Ethereum oleh institusi keuangan dapat menjadi faktor yang lebih penting dibandingkan fluktuasi jangka pendek pada biaya transaksi jaringan.
Apabila tren akumulasi institusi berlanjut, upgrade Glamsterdam berjalan sesuai rencana, serta adopsi layer-2 seperti Robinhood Chain terus berkembang, peluang Ethereum untuk kembali menguji level US$2.000 dinilai semakin terbuka dalam waktu dekat.
Pantau terus pergerakan aset kripto favoritmu melalui News dan Artikel Tips Nanovest, serta temukan peluang investasi Ethereum dan aset digital lainnya langsung di aplikasi Nanovest.
Referensi +
- CoinTelegraph: Ether climbs toward $2K as Bitmine buys ETH, Robinhood L2 boost






