Awal semester kedua dibuka dengan perhatian investor yang mulai beralih dari laporan perusahaan ke data ekonomi. Dalam beberapa hari ke depan, Wall Street akan menerima serangkaian indikator penting, mulai dari data ketenagakerjaan ADP hingga laporan nonfarm payrolls (NFP), yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Setelah reli kuat pada semester pertama, banyak pelaku pasar memilih untuk mengevaluasi kembali posisi mereka sambil menunggu konfirmasi apakah ekonomi Amerika Serikat masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan laba perusahaan pada paruh kedua tahun ini.
Di saat yang sama, fokus investor juga mulai bergeser ke perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki kemampuan menjaga pertumbuhan terlepas dari siklus ekonomi. Perusahaan jasa keuangan, layanan digital, hingga consumer staples menjadi sektor yang kembali mendapat perhatian karena memiliki model bisnis yang relatif tangguh di tengah ketidakpastian suku bunga dan perlambatan ekonomi. Bagi investor, kombinasi antara fundamental yang kuat dan katalis bisnis yang jelas menjadi pertimbangan utama menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal II pada pertengahan Juli.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 2 Juli 2026
1. Morgan Stanley (MS) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp3.775.145
- Target Price 1: Rp3.850.775
- Target Price 2: Rp3.897.400
- Stop Loss: Rp3.680.437
Mengapa Menarik?
Morgan Stanley terus memperkuat transformasinya dari bank investasi tradisional menjadi perusahaan manajemen aset dan kekayaan yang memiliki sumber pendapatan lebih beragam. Strategi ini membantu perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas pasar modal yang cenderung lebih fluktuatif sekaligus meningkatkan stabilitas pendapatan jangka panjang.
Menjelang laporan keuangan kuartal II, analis memperkirakan pertumbuhan EPS yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Prospek tersebut didukung oleh aktivitas wealth management yang tetap solid serta pemulihan bertahap di bisnis investment banking dan pasar modal.
Di sisi lain, Morgan Stanley juga mulai memperluas eksposurnya ke aset digital melalui persetujuan bank perwalian digital dan berbagai inisiatif baru di sektor keuangan digital. Langkah tersebut menunjukkan kesiapan perusahaan beradaptasi dengan perubahan lanskap industri keuangan yang semakin terdigitalisasi.
Dengan kombinasi pertumbuhan laba, diversifikasi bisnis, dan inovasi di sektor aset digital, Morgan Stanley tetap memiliki prospek yang menarik untuk jangka panjang.
2. Netflix (NFLX) —BUY
- Range Buy: Rp1.320.045
- Target Price 1: Rp1.375.525
- Target Price 2: Rp1.425.972
- Stop Loss: Rp1.267.170
Mengapa Menarik?
Netflix memasuki kuartal kedua dengan sentimen yang mulai membaik setelah perhatian pasar kembali tertuju pada fundamental bisnisnya. Fokus investor kini beralih ke kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan pelanggan, meningkatkan pendapatan iklan, dan memperluas monetisasi melalui berbagai inisiatif baru.
Salah satu langkah strategis terbaru adalah kemitraan dengan Spectrum App Store milik Charter Communications yang bertujuan memperluas distribusi layanan Netflix sekaligus mempermudah akses pelanggan. Langkah ini berpotensi memperkuat jangkauan pasar dan mendukung pertumbuhan pengguna dalam jangka panjang.
Menjelang laporan keuangan berikutnya, investor juga akan mencermati perkembangan bisnis iklan dan efektivitas strategi berbagi akun berbayar yang selama beberapa kuartal terakhir menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan.
Dengan posisi sebagai pemimpin pasar streaming global, katalog konten yang kuat, dan strategi distribusi yang terus berkembang, Netflix tetap menjadi salah satu saham media digital yang menarik untuk dipantau.
3. Pepsico Inc (PEP) —BUY
- Range Buy: Rp2.509.963
- Target Price 1: Rp2.580.262
- Target Price 2: Rp2.657.832
- Stop Loss: Rp2.430.800
Mengapa Menarik?
PepsiCo terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui kombinasi inovasi produk, efisiensi operasional, dan strategi keberlanjutan yang semakin terintegrasi dengan rantai pasok perusahaan.
Salah satu fokus utama perusahaan adalah memperluas praktik pertanian regeneratif di jutaan hektare lahan pertanian, yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pasokan bahan baku sekaligus mendukung target keberlanjutan jangka panjang. Strategi ini juga membantu PepsiCo mengurangi risiko pasokan di tengah perubahan iklim dan volatilitas harga komoditas.
Di sisi fundamental, perusahaan tetap menunjukkan profitabilitas yang sehat dengan margin operasional yang terus membaik. Diversifikasi portofolio produk antara makanan ringan dan minuman juga menjadi keunggulan yang membantu menjaga stabilitas pendapatan dalam berbagai kondisi ekonomi.
Meskipun bisnis makanan ringan menghadapi tantangan di beberapa pasar, kekuatan merek global, inovasi produk yang berkelanjutan, dan disiplin operasional membuat PepsiCo tetap berada pada posisi yang solid untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi investor.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| MS | Spec. Buy | Rp3.775.145 | Rp3.850.775 | Rp3.897.400 | Rp3.680.437 |
| NFLX | Buy | Rp1.320.045 | Rp1.375.525 | Rp1.425.972 | Rp1.267.170 |
| PEP | Buy | Rp2.509.963 | Rp2.580.262 | Rp2.657.832 | Rp2.430.800 |
Kesimpulan
Menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat dan dimulainya musim laporan keuangan kuartal II, investor semakin menitikberatkan perhatian pada perusahaan yang memiliki fundamental kuat dan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan. Morgan Stanley menawarkan peluang dari transformasi bisnis jasa keuangan dan ekspansi aset digital, Netflix terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin streaming global melalui perluasan distribusi dan monetisasi, sementara PepsiCo tetap menjadi pilihan defensif dengan kekuatan merek, efisiensi operasional, dan fokus pada keberlanjutan.
Ingin memantau pergerakan MS, NFLX, dan PEP secara real-time? Kamu bisa menemukan saham-saham AS tersebut langsung di aplikasi Nanovest dan mengikuti update pasar terbaru melalui News & Artikel Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






