Pergerakan pasar saham Amerika kembali cenderung hati-hati menjelang laporan keuangan Nvidia (NVDA) yang akan dirilis setelah penutupan pasar pada Rabu waktu AS. Investor kini melihat Nvidia bukan sekadar perusahaan chip AI terbesar di dunia, tetapi juga sebagai indikator utama arah sentimen pasar global.
Kontrak berjangka Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq sempat bergerak tipis di sekitar zona netral setelah sesi perdagangan sebelumnya ditutup melemah akibat naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meningkatnya kekhawatiran inflasi.
Di tengah situasi tersebut, laporan Nvidia dipandang sebagai momen penting yang dapat menentukan apakah reli AI di Wall Street masih memiliki tenaga untuk melanjutkan kenaikan atau justru mulai kehilangan momentum.
Nvidia Jadi Penentu Sentimen Pasar AI
Perhatian pasar kini hampir sepenuhnya tertuju pada Nvidia. Sepanjang tahun ini, perusahaan chip AI tersebut menjadi salah satu penggerak terbesar reli saham teknologi di Wall Street.
Goldman Sachs memperkirakan Nvidia dan sektor AI telah menyumbang hampir 20% dari total kenaikan indeks S&P 500 sepanjang tahun berjalan. Tak hanya itu, Nvidia juga dianggap sebagai barometer utama belanja infrastruktur AI global.
Karena itu, laporan keuangan Nvidia kali ini dinilai memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding earnings perusahaan teknologi biasa.
Investor ingin melihat apakah permintaan chip AI masih tetap kuat di tengah kondisi ekonomi global yang mulai tertekan oleh inflasi tinggi, suku bunga, dan ketidakpastian geopolitik.
Ekspektasi terhadap Nvidia juga semakin tinggi setelah valuasi perusahaan terus melonjak sepanjang tahun. Pekan lalu, kapitalisasi pasar Nvidia bahkan sempat menembus lebih dari US$5,5 triliun, memperkuat posisinya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia.
Namun di saat yang sama, kompetisi mulai meningkat. Perusahaan seperti Cerebras, AMD, hingga berbagai startup AI mulai mencoba menantang dominasi Nvidia di pasar chip AI.
Inflasi dan Obligasi Kembali Menekan Pasar
Meski reli AI masih menjadi tema besar di Wall Street, tekanan makroekonomi belum benar-benar hilang.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali melonjak dalam beberapa hari terakhir setelah data inflasi terbaru menunjukkan kenaikan harga masih bertahan tinggi. Yield obligasi Treasury 30 tahun sempat menebus 5,19%, level tertinggi dalam hampir dua dekade.
Sementara itu, yield Treasury 10 tahun juga naik mendekati level tertinggi sejak awal 2025.
Kondisi ini membuat investor mulai mempertimbangkan kembali kemungkinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan tambahan jika inflasi kembali meningkat.
Tekanan tersebut langsung terasa pada saham teknologi dan growth stocks yang selama ini sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Pada perdagangan Selasa, indeks S&P 500 turun 0,67%, sementara Nasdaq Composite melemah 0,84%. Dow Jones juga kehilangan lebih dari 300 poin.
Kekhawatiran pasar semakin besar setelah harga minyak terus bertahan tinggi akibat konflik AS-Iran yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Ancaman gangguan pasokan energi global kembali memicu kekhawatiran inflasi baru.
Reli AI Masih Kuat, Tapi Pasar Mulai Lebih Selektif
Meski pasar sempat melemah, beberapa analis melihat investor belum sepenuhnya keluar dari tema AI. Yang mulai berubah adalah cara pasar menilai perusahaan-perusahaan di sektor tersebut.
Jika sebelumnya hampir semua saham AI bergerak naik bersama, kini investor mulai lebih selektif terhadap fundamental dan pertumbuhan pendapatan masing-masing perusahaan.
Karena itu, laporan Nvidia kali ini dipandang sangat penting untuk mengukur apakah permintaan AI benar-benar masih tumbuh sekuat ekspektasi pasar.
Selain Nvidia, investor juga menantikan risalah rapat Federal Reserve terbaru untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Di tengah kondisi pasar yang semakin sensitif terhadap data ekonomi dan geopolitik, hasil Nvidia berpotensi menjadi katalis besar berikutnya bagi Wall Street.
Jika hasilnya kembali melampaui ekspektasi, sentimen AI bisa kembali mengangkat saham teknologi. Namun jika pertumbuhan mulai melambat, pasar kemungkinan akan semakin berhati-hati terhadap valuasi tinggi sektor AI saat ini.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan saham Amerika dan tren AI global seperti Nvidia, AMD, hingga perusahaan teknologi besar lainnya, kamu bisa mulai investasi saham AS langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar setiap harinya.






