Google (GOOG, GOOGL) resmi meluncurkan pembaruan terbesar untuk mesin pencarinya dalam lebih dari dua dekade. Dalam ajang Google I/O 2026 di California, perusahaan memperkenalkan versi baru Google Search yang kini semakin terintegrasi dengan kecerdasan buatan atau AI.
Pembaruan ini memperlihatkan bagaimana Google mulai mengubah Search dari sekadar mesin pencari menjadi asisten AI yang dapat memahami konteks, melakukan tugas, hingga bekerja secara otomatis untuk pengguna.
Langkah ini juga menjadi respons langsung Google terhadap tekanan dari ChatGPT dan berbagai platform AI generatif lain yang mulai mengubah cara orang mencari informasi di internet.
Search Kini Bisa Cari, Memahami, dan Bertindak
Dalam versi terbaru ini, Google Search didukung model Gemini 3.5 Flash terbaru yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian lebih kompleks dan percakapan yang lebih natural.
Pengguna kini bisa mencari menggunakan kombinasi foto, video, file, hingga tab Chrome secara bersamaan. Salah satu demo yang ditampilkan Google memperlihatkan pengguna mengunggah foto gaun dan kain tertentu, lalu meminta Search menemukan produk serupa dengan warna yang sama dan harga di bawah US$150.
Search kemudian tidak hanya menampilkan hasil, tetapi juga melanjutkan percakapan dengan menanyakan ukuran hingga kebutuhan acara pengguna untuk mempersempit rekomendasi.
Google juga memperkenalkan AI Mode, fitur yang memungkinkan pengguna melakukan percakapan bolak-balik langsung dari hasil pencarian tanpa harus membuka chatbot terpisah.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana Google mulai menggabungkan pengalaman search tradisional dengan interaksi ala AI assistant.
Google Perkenalkan Agen AI untuk Tugas Otomatis
Selain Search baru, Google juga memperkenalkan berbagai agen AI yang dirancang untuk menjalankan tugas secara otomatis.
Salah satu contohnya adalah agen pencarian yang dapat memantau web secara terus-menerus untuk mencari produk tertentu, apartemen dengan fasilitas spesifik, atau update barang yang diinginkan pengguna.
Google juga meluncurkan Gemini Spark, agen AI personal yang dapat bekerja bahkan ketika pengguna sedang tidak membuka laptop atau smartphone.
Spark dapat membantu memantau email, membaca laporan pengeluaran, mengecek tagihan berlangganan tersembunyi, hingga membuat ringkasan aktivitas harian dari Gmail dan kalender pengguna.
Dalam demo lain, Google menunjukkan bagaimana AI dapat membantu membuat program kebugaran otomatis dengan memanfaatkan data jadwal, lokasi gym, hingga aktivitas harian pengguna.
Perusahaan mengatakan pengguna tetap memiliki kontrol penuh untuk menentukan aplikasi mana yang terhubung dengan AI dan sistem akan meminta izin sebelum melakukan tindakan tertentu seperti mengirim email atau melakukan pembayaran.
Google Semakin Agresif di Tengah Persaingan AI
Pembaruan besar ini datang di tengah kompetisi AI yang semakin agresif antara Google, OpenAI, Microsoft, dan perusahaan teknologi lainnya.
Google mengatakan aplikasi Gemini kini telah memiliki 900 juta pengguna aktif bulanan, baik tajam dari 400 juta tahun lalu. Namun, persaingan tetap ketat karena ChatGPT milik OpenAI disebut telah melampaui 900 juta pengguna aktif mingguan.
Untuk memperkuat ekosistem AI-nya, Google juga meluncurkan paket langganan AI Ultra baru seharga US$100 per bulan yang ditujukan untuk developer dan kreator.
Paket ini menawarkan akses lebih besar ke Gemini, layanan cloud 20TB, fitur AI terbaru, hingga integrasi dengan berbagai tools AI milik Google.
Sementara itu, Google juga memangkas harga paket AI premium lainnya, menandakan persaingan layanan AI berbayar mulai memasuki fase yang lebih agresif.
Di sisi bisnis, AI kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Google. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan Google Search dan iklan naik menjadi US$60,4 miliar, sementara total pendapatan perusahaan mencapai hampir US$110 miliar.
Search AI Bisa Ubah Cara Orang Menggunakan Internet
Perubahan yang dilakukan Google kali ini berpotensi mengubah cara pengguna menggunakan internet dalam beberapa tahun ke depan.
Jika sebelumnya pengguna hanya mengetik kata kunci lalu membuka banyak link secara manual, kini AI mulai mengambil peran lebih aktif dalam memahami kebutuhan pengguna, menyaring informasi, hingga menyelesaikan tugas secara otomatis.
Bagi Google, transformasi ini menjadi langkah penting untuk mempertahankan dominasi Search di tengah perubahan perilaku pengguna yang semakin terbiasa menggunakan AI assistant seperti ChatGPT.
Sementara bagi investor, perkembangan ini memperlihatkan bahwa perang AI kini tidak hanya soal chatbot, tetapi juga perebutan masa depan pencarian internet, produktivitas digital, dan ekosistem software global.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan saham teknologi dan AI global seperti Google, Microsoft, Amazon, hingga perusahaan AI lainnya, kamu bisa mulai investasi saham Amerika langsung di Nanovest. Pantau juga update terbaru melalui News & Artikel Tips Nanovest untuk mengikuti dinamika pasar global setiap harinya.






