Pergerakan futures saham Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan melemah tipis pada akhir perdagangan Rabu malam, seiring investor menelaah laporan kinerja kuartalan terbaru dari Nvidia. Emiten semikonduktor raksasa tersebut kembali menjadi sorotan karena dianggap sebagai barometer utama untuk menentukan arah lanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) di pasar global.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average tercatat turun sekitar 0,1%. Sementara itu, futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi kurang lebih 0,3%. Pelemahan terbatas ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar setelah sebelumnya ekuitas Wall Street mencatat sesi yang cukup solid.
Pada perdagangan reguler, indeks S&P 500 berhasil menguat dan menorehkan kenaikan dua hari berturut-turut. Nasdaq Composite serta Dow Jones Industrial Average juga ditutup di zona positif, menandakan bahwa minat risiko investor masih terjaga, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Fokus utama pasar tertuju pada Nvidia yang merilis laporan keuangan kuartal keempat di atas ekspektasi analis, baik dari sisi pendapatan maupun laba. Kinerja ini sempat mendorong sahamnya melonjak pada perdagangan after hours, meski sebagian kenaikan kemudian terkoreksi. Hasil tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran terhadap apa yang sebelumnya disebut sebagai “AI scare trade”, yakni kekhawatiran bahwa valuasi saham berbasis AI telah bergerak terlalu cepat.
Di sisi lain, tidak semua emiten teknologi menikmati sentimen positif. Saham Salesforce justru terkoreksi sekitar 5% dalam perdagangan lanjutan, memperpanjang tren pelemahan yang telah menekan kinerjanya sejak awal tahun. Secara year-to-date, saham perusahaan perangkat lunak tersebut telah turun sekitar 28%, mencerminkan rotasi dan penyesuaian ekspektasi investor terhadap sektor AI.
Selama sesi reguler, saham teknologi dan software tetap menjadi motor penguatan pasar. Oracle bersama seluruh anggota kelompok “Magnificent Seven” kompak mencatatkan kenaikan. Penguatan ini terjadi meskipun terdapat tekanan kebijakan, setelah Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa perusahaan teknologi besar kemungkinan akan menghadapi kenaikan biaya listrik yang signifikan akibat meningkatnya kebutuhan energi pusat data.
Dari sisi makroekonomi, pelaku pasar kini menantikan rilis data klaim pengangguran mingguan yang dijadwalkan keluar pada Kamis. Data tersebut akan menjadi indikator awal untuk membaca kondisi pasar tenaga kerja AS. Selanjutnya, laporan Indeks Harga Produsen (PPI) Januari yang dirilis Jumat akan menjadi perhatian untuk menilai tekanan inflasi di tingkat produsen.
Selain data ekonomi, musim laporan keuangan juga masih berlanjut. Sejumlah perusahaan besar seperti Warner Bros. Discovery, Dell Technologies, dan CoreWeave dijadwalkan merilis kinerja kuartalan mereka. Hasil laporan ini berpotensi memberikan gambaran tambahan mengenai kesehatan sektor teknologi, media, dan infrastruktur AI, sekaligus memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.






