Saham SpaceX (SPCX) sedang menghadapi situasi yang cukup kontras.
Harga saham perusahaan milik Elon Musk tersebut telah kehilangan lebih dari separuh nilainya dari puncak setelah IPO, tetapi investor ritel justru belum berhenti membeli. Bahkan ketika laporan keuangan perdana SpaceX memicu tekanan baru pada saham, arus dana dari investor individu kembali meningkat.
Menurut data Vanda Research, investor ritel membeli sekitar US$22,7 juta saham SpaceX hanya dalam satu jam pertama perdagangan Rabu. Angka tersebut lebih dari tiga kali lipat rata-rata arus masuk pada jam pertama dan menjadi pembelian terbesar ketiga selama 37 sesi perdagangan terakhir.
Namun, antusiasme itu akan segera menghadapi ujian baru. Lebih dari 911 juta saham SpaceX mulai memenuhi syarat untuk diperdagangkan setelah periode lock-up pertama berakhir, membuka kemungkinan bertambahnya pasokan saham di pasar secara signifikan.
Turun Lebih dari 50%, Ritel Belum Menjual
Sejak debut di Nasdaq pada 12 Juni, investor ritel belum pernah mencatatkan satu hari pun arus keluar bersih dari saham SpaceX.
Pada lima sesi pertama setelah IPO, investor individu membeli saham senilai sekitar US$405 juta. Jumlah tersebut memang melambat menjadi sekitar US$103 juta dalam lima sesi menjelang laporan keuangan pertama, tetapi mereka tetap menjadi pembeli bersih.
Keteguhan itu terjadi di tengah penurunan harga yang tajam. SpaceX melantai di bursa dengan harga IPO US$135 dan sempat melonjak hingga US$225,64 pada 16 Juni. Namun, setelah euforia awal mereda, saham terus tertekan dan kehilangan lebih dari 50% dari level tertingginya.
Pada Rabu, saham ditutup di sekitar US$108,27, bahkan berada di bawah harga penawaran IPO.
Bagi sebagian investor ritel, penurunan tersebut tampaknya tidak mengubah tesis jangka panjang mereka. SpaceX semakin dipandang bukan hanya sebagai perusahaan peluncuran roket, tetapi sebagai perusahaan infrastruktur AI, konektivitas satelit, dan komputasi yang memiliki ruang pertumbuhan jauh lebih besar.
Pandangan inilah yang membuat sebagian pembeli melihat koreksi sebagai kesempatan untuk mendapatkan eksposur terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang.
Earnings Bagus, Tapi Tagihan AI Membesar
Laporan keuangan pertama SpaceX sebagai perusahaan publik sebenarnya memberikan sejumlah angka positif. Pendapatan dan laba disesuaikan melampaui ekspektasi pasar, didorong pertumbuhan Starlink serta ekspansi bisnis AI.
Namun, investor juga melihat sisi lainnya: belanja modal SpaceX jauh lebih besar daripada pendapatan kuartalannya. Perusahaan mengeluarkan hampir US$16 miliar untuk AI dan pusat data selama kuartal tersebut. Pengeluaran ini memperkuat kekhawatiran mengenai seberapa cepat investasi infrastruktur AI yang sangat besar dapat menghasilkan return.
Bagi investor ritel, capex tersebut tampaknya dipandang sebagai investasi awal untuk pertumbuhan. Namun, pasar yang lebih luas masih menunggu bukti bahwa pendapatan masa depan dapat berkembang cukup cepat untuk membenarkan pengeluaran tersebut. Perbedaan inilah yang menjadi salah satu alasan harga saham terus tertekan meski angka earnings melampaui perkiraan.
Lebih dari 911 Juta Saham Mulai Bisa Dijual
Tekanan terbesar dalam jangka pendek justru datang dari struktur saham. Pada 6 Agustus, sedikit lebih dari 911 juta saham SpaceX yang dimiliki karyawan dan investor awal mulai memenuhi syarat untuk diperdagangkan setelah periode lock-up pertama berakhir.
Jumlah tersebut mewakili sekitar 7% total saham beredar dan bahkan lebih besar dibanding sekitar 639 juta saham yang dijual saat IPO.
Unlock tidak berarti seluruh saham tersebut langsung masuk pasar. Pemegang saham hanya memperoleh hak untuk menjual apabila mereka menginginkannya. Namun, tambahan potensi pasokan tetap penting karena jumlah saham SpaceX yang sebelumnya tersedia untuk diperdagangkan relatif terbatas.
Beberapa pemegang saham juga memang berniat mengambil keuntungan. Salah satunya adalah pemain NFL Jessie Bates III, yang membeli saham SpaceX senilai sekitar US$150.000 pada 2022 ketika valuasi perusahaan masih sekitar US$127 miliar.
Dengan valuasi SpaceX kini sekitar US$1,43 triliun, nilai investasinya diperkirakan telah meningkat menjadi lebih dari US$1,5 juta. Bates berencana menjual seluruh kepemilikannya.
Gelombang unlock juga belum selesai. Sekitar 319 juta saham tambahan dapat mulai diperdagangkan pada 20 Agustus, disusul sekitar 700 juta saham pada September dan jumlah yang mendekati itu lagi pada Oktober. Artinya, pasar harus menyerap potensi pasokan baru selama beberapa bulan ke depan.
Optimisme Ritel Kini Hadapi Ujian Terbesar
Investor ritel tampaknya masih melihat SpaceX sebagai saham dengan potensi pertumbuhan berkali-kali lipat dalam jangka panjang. Tesis tersebut ditopang oleh kombinasi Starlink, bisnis AI, pusat data, kontrak pemerintah, serta berbagai ekspansi strategis yang sedang disiapkan perusahaan.
SpaceX juga telah bergabung dengan xAI dan sebelumnya menyepakati pembelian Cursor senilai US$60 miliar, memperkuat kesan bahwa perusahaan sedang membangun ekosistem yang jauh lebih luas daripada bisnis roket tradisional.
Namun, pasar saat ini berhadapan dengan persoalan yang lebih sederhana: permintaan versus pasokan saham. Pembeli ritel selama ini mampu menyerap tekanan harga dan terus menambah posisi. Kini mereka harus menghadapi ratusan juta saham baru yang berpotensi masuk ke pasar dari investor pra-IPO dan karyawan dengan harga beli jauh lebih rendah.
Hal tersebut tidak otomatis berarti akan terjadi aksi jual besar. Tidak semua pemegang saham lama akan menjual. Namun, setelah saham kehilangan lebih dari separuh nilainya dari puncak dan capex AI menjadi perhatian utama, berakhirnya periode lock-up menjadi ujian penting bagi keseimbangan pasar SpaceX.
Pantau SpaceX dan Saham Teknologi AS
Ikuti pergerakan SpaceX dan saham teknologi Amerika lainnya melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update terbaru mengenai earnings, AI, IPO, dan sentimen Wall Street lewat News serta Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: SpaceX stock got cut in half, but retail investors keep piling in: Chart of the Day
- CNBC: SpaceX stock could face further pressure as first batch of shares unlock since IPO






