Setelah pekan yang dipenuhi laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa dan keputusan Federal Reserve, Wall Street kembali memasuki periode yang tak kalah penting. Kali ini, perhatian investor beralih ke laporan pekerjaan Amerika Serikat, laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik, serta sederet earnings dari perusahaan teknologi, energi, hingga farmasi.
Di tengah sentimen yang mulai membaik, pasar juga semakin kritis terhadap satu pertanyaan besar yang mendominasi beberapa bulan terakhir: apakah belanja besar untuk AI benar-benar menghasilkan keuntungan yang sepadan?
Data Tenaga Kerja AS Berpotensi Mengubah Ekspektasi The Fed
Agenda makroekonomi terbesar pekan ini adalah laporan Non-Farm Payroll (NFP) bulan Juli yang akan dirilis Jumat. Konsensus memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 88.000 lapangan kerja, lebih tinggi dibanding 57.000 pada Juni.
Selain NFP, investor juga akan mencermati data JOLTS, ADP Employment, hingga klaim pengangguran mingguan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pasar tenaga kerja.
Data tersebut menjadi semakin penting setelah Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmennya menjaga inflasi di target 2%. Jika pasar tenaga kerja ternyata jauh lebih kuat dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga kembali dapat meningkat, terutama di tengah inflasi yang masih dipengaruhi tingginya harga energi.
Di sisi lain, investor juga mulai memperhatikan dampak AI terhadap pasar kerja. Studi terbaru dari Apollo Global Management menunjukkan bahwa AI sejauh ini lebih banyak menekan pertumbuhan upah dibanding mengurangi jumlah lapangan pekerjaan secara langsung.
Laporan Perdana SpaceX Jadi SorotanĀ
Di sektor korporasi, perhatian terbesar tertuju pada laporan keuangan pertama SpaceX (SPCX) sejak melantai di bursa.
Saham SpaceX telah turun hampir 30% dari harga IPO dan sekitar 50% dari level tertingginya. Selain menunggu hasil kuartalan, investor juga mengantisipasi berakhirnya masa lock-up pada 6 Agustus yang berpotensi menambah tekanan jual ketika sebagian saham mulai dapat diperdagangkan.
Fokus utama pasar bukan hanya pada pendapatan perusahaan, tetapi juga belanja modal yang diperkirakan meningkat tajam seiring ekspansi bisnis AI dan infrastruktur antariksa. Analis memperkirakan capex SpaceX dapat melonjak dari sekitar US$48,7 miliar tahun ini menjadi lebih dari US$118 miliar pada 2028, sementara total utang juga diproyeksikan meningkat signifikan.
Pertanyaan yang kini diajukan investor pun serupa dengan yang dihadapi Microsoft (MSFT), Alphabet (GOOG), Meta (META), maupun Oracle (ORCL): apakah investasi AI dalam jumlah sangat besar mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang sepadan?
Earnings AMD hingga Disney Ikut Menentukan Sentimen
Selain SpaceX, pekan ini juga dipenuhi laporan keuangan sejumlah perusahaan besar. Advanced Micro Devices (AMD) akan menjadi salah satu sorotan utama di sektor semikonduktor, disusul Sandisk (SNDK) dan Western Digital (WDC) yang dapat memberikan gambaran mengenai permintaan memori AI. Di luar teknologi, investor juga akan mencermati hasil dari Eli Lilly (LLY), Novo Nordisk (NVO), Walt Disney (DIS), ConocoPhillips (COP), hingga Constellation Energy (CEG).
Deretan laporan tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai kondisi belanja konsumen, kesehatan industri AI, permintaan energi, hingga prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini.
Investor Semakin Fokus pada Return AI
Pekan ini juga dibayangi kabar runtuhnya hedge fund Situational Awareness milik mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner.
Dana tersebut sebelumnya dikenal agresif bertaruh pada saham-saham infrastruktur AI seperti semikonduktor, memori, hingga penambang Bitcoin yang beralih ke komputasi AI. Namun rotasi besar dari saham AI memaksa dana tersebut menjual sebagian asetnya kepada Citadel setelah mengalami kerugian besar.
Peristiwa tersebut memperkuat perubahan sentimen pasar. Jika sebelumnya investor lebih menghargai narasi pertumbuhan AI, kini perhatian mulai bergeser pada kemampuan perusahaan menghasilkan return dari investasi bernilai ratusan miliar dolar.
Dengan kombinasi data tenaga kerja, laporan SpaceX, dan sederet earnings penting, pekan ini berpotensi menjadi penentu arah baru bagi Wall Street sekaligus menguji apakah optimisme terhadap AI masih mampu menopang reli pasar.
Pantau Pergerakan Wall Street
Ikuti perkembangan SpaceX, AMD, Disney, data tenaga kerja AS, serta berita pasar global lainnya langsung dari aplikasi Nanovest. Dapatkan juga insight investasi terbaru melalui News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: The July jobs report, SpaceX earnings, and AI struggles: What to watch this week
- CNBC: Stock futures rally as investors gear up for jobs report, key earnings: Live updates






